Muslim Muzaffarnagar Di Usir dari Provinsi Uttar Pradesh-India


Muslim  Muzaffarnagar tinggal di kemp-pengungsi

Editor by Wilhelmina
| Freelance Writer-Malaysia

 

Isnin-5 Safar 1435 / 9 Disember 2013

Variety Explorer.com–DI SAAT musim dingin semakin dekat, Zakir Khan (47) salah seorang dari ribuan Muslim yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di wilayah Shamli di Provinsi Uttar Pradesh-India harus menjalani hidup di kamp pengungsian setelah rusuhan pecah antara Hindu dan Muslim.

“Kami menderita kerana rusuhan,” kata Zakir Khan kepada OnIslam.net.

 

“Hampir semua barang-barang saya dibakar oleh perusuh dan entah bagaimana kami berhasil melarikan diri dari desa,” tambahnya.

 

Masalah Zakir dan ribuan muslim lainnya dimulai bulan Ogos  lalu ketika pergaduhan-rusuhan antara penganut  Hindu-Muslim meletus di Muzaffarnagar, terletak di bagian barat provinsi Uttar Pradesh (UP).

 

Menurut pemerintah negara bagian, rusuhan mengakibatkan kematian sekitar 60 orang dan memaksa sekitar 70.000 Muslim meninggalkan rumah di desa mereka.

Pada 31 Oktober lalu, wabah segar kekerasan kembali menewaskan empat Muslim di wilayah yang sama yang dilanda pergaduhan  mematikan.

 

Wilayah Muzaffarnagar tetap tegang, dengan banyak orang yang melarikan diri kerana kekerasan bulan lalu dan masih tinggal di kamp-kamp.

 

Zakir Khan sekarang tinggal bersama istri dan dua anak-anak di sebuah kamp bantuan yang dimaksudkan untuk korban  rusuhan Muslim.

 

Namun, penderitaan Zakir belum berakhir kerana ia tidak bisa kembali lagi ke desanya dan pemerintah menawarkan ganti rugi sebesar Rs 5,00,000 atau sekitar RM.30.000ringgit.

 

“Sekarang pemerintah menginginkan kami melupakan segala yang kami miliki di desa dan menggantinya dengan hanya beberapa ribu rupee,” kata Zakir.

 

“Kekayaan kami jauh lebih berharga daripada uang yang diberikan kepada kami sebagai  pampasan.”

Zakir tidak sendirian dalam kesengsaraan ini.

 

Korban lain, Rahat Siddiqui menyatakan bahwa pihak berkuasa  memintanya untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka harus pindah dari kamp bantuan, tetapi tidak boleh kembali ke desa asal setelah menerima sejumlah uang pampasan.

 

“Kami hidup seperti binatang di kamp bantuan,” tutur Rahat Siddiqui kepada OnIslam.net.

 

“Tapi sekarang pemerintah ingin kami menerima apa pun yang mereka tawarkan dan melupakan semua kekayaan di tempat asal kami,” ujarnya. [islampos/onislam]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s