Bolehkah Malaysia Kurangkan Dominasi Pekerja Asing,!(02)


Banyak tenaga tempatan mengisi sektor manufaktur-perkilangan di Malaysia.

Editor by Wilhelmina
| Freelance Writer-Malaysia

Isnin-5 Safar 1435 / 9 Disember 2013

‘Tak semua’ manufaktor – perkilangan Malaysia bergantung tenaga kerja asing

Variety Explorer.com–Sektor perkilangan atau manufaktor  di Malaysia tercatat sebagai sektor yang paling besar menyerap tenaga kerja asing, yaitu sebanyak 733.000 atau sekitar sepertiga dari total angkatan kerja di sektor itu.

Tenaga kerja dari negara Nepal merajai lapangan kerja di sektor ini dengan jumlah 285.000 orang. Indonesia menempatkan 135.000 orang atau berada di urutan kedua di sektor perkilangan/pengeluaran

Angka tersebut adalah tenaga kerja yang terdaftar rasmi, belum termasuk tenaga kerja ‘ haram’ yang banyak digunakan di kilang-kilang  skala kecil.

Akan tetapi sebagian kilang  tidak terlalu tergantung pada tenaga kerja asing.

Di kilang atau industri  dengan bahan dasar campuran timah hitam dan putih, Royal Selangor contohnya , hanya sedikit tenaga kerjanya yang berasal dari luar Malaysia.

“Kami hanya mempunyai 3-4% pekerja asing dari total kira-kira 700 karyawan, kata Direktur pelaksana Royal Selangor, Tan Sri Yong Poh Kon kepada BBC.com.

Tan Sri Yong Poh Kon meneruskan usaha yang dirintis oleh nenek moyangnya.

Gaji setimpal

“Dalam kasus kami alasannya adalah kerana kami sudah lama mapan dan kami mempunyai pekerja-pekerja senior dan berpengalaman yang sudah bekerja lama selama 15 hingga 20tahun,” kata Tan Sri Yong Poh Kon yang baru saja turun sebagai ketua Federasi Manufaktur Malaysia dalam wawancara di kilang Royal Selangor, Kuala Lumpur.

Royal Selangor ini men-suplay segala macam hasil kerajinan dari campuran timah hitam dan putih. Ada penyeduh teh, cawanr teh, cangkir bir, pinggan hingga perhiasan yang diekspor ke Cina, Jepun, Eropah dan pasaran-pasaran  lain.

 

Beberapa analis memperkirakan bahwa warga Malaysia akan mau mengambil pekerjaan yang selama ini dilakukan tenaga kerja asing asal ada perubahan.


Sebenarnya orang Malaysia mau tetapi perlu ditingkatkan sistem yang menyangkut keperluan dasar. Contohnya, kalau kita memerlukan pekerja di sektor konstruksi ataupun perladangan maka sistem subsidi, sistem gaji mesti setimpal.Profesor Rashila Ramli

 

“Sebenarnya orang Malaysia mau tetapi perlu ditingkatkan sistem yang menyangkut keperluan dasar. Contohnya, kalau kita memerlukan pekerja di sektor konstruksi-pembinaan  ataupun perladangan maka sistem subsidi, sistem gaji mesti setimpal,” tutur Profesor Rashila Ramli dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

 

Kerajaan  Malaysia akan memberlakukan upah minimum sebesar RM.900 ringgit atau sekitar 32.50USD$  untuk usaha kecil dan menengah mulai Januari 2014.

 

Namun seperti dikatakan oleh Profesor Rashila, gaji tersebut masih terlalu rendah untuk menarik tenaga kerja dalam negeri.

Sumber :

Rohmatin Bonasir/Wartawan BBC Kuala Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s