Bolehkah Malaysia Kurangkan Dominasi Pekerja Asing,!(01)


Pekerja ‘haram’ Myanmar-Bangladesh,India masih mendominasi peluang kerja di  restoran meskipun tidak memegang permit kerja.

Written by Wilhelmina
| Freelance Writer-Malaysia

Isnin-5 Safar 1435 / 9 December 2013

Variety Explorer.com–Meskipun mempekerjakan tenaga asing tanpa izin, majikan-majikan di Malaysia sejauh ini jarang tersentuh hukum sementara para tenaga kerjanya terancam dipenjara dan dideportasi(ditangkap-dihantar pulang), kata pegawai penguatkuasa yang tak mau disebutkan namanya

‘Sulit tindak’ majikan tenaga kerja haram’

Kelemahan sistem penguatkuasakan sesuatu Undang-undang Imigrasi dan Kementrian Dalam Negeri (KDN) inilah yang membuat sebagian majikan-majikan diMalaysia ‘kepala besar” tanpa ada rasa takut dan gentar.

Sementara itu mereka tak perlu pening-pening kepala tentang stok pekerja ‘haram’ yang sentisa ada bila diperlukan.

Seperti berita terbaru bahwa pihak berkuasa Thailand ‘menagkap dan menjual’ pendatang-pendatang dari Myanmar dari etnik Rohingya atau etnik Burma lainnya kepada agen-ejen dari Malaysia
(Baca; https://helmysyamza.wordpress.com/2013/12/07/terbongkar-thailand-jual-pengungsi-rohingya/)

Sistem outsourcing yang runyam

Ditambah lagi dengan sistem pengawasan pengaturan penempatan atau sistem outsourcing atau sistem alih daya pekerja-pekerja yang sangat runyam (worse-lebih buruk) samada ‘mereka2’ itu pekerja pemegang permit kerja -legal  atau juga pekerja haram-tanpa permit kerja

Sebagai contoh mudah ; Seorang pekerja pemegang permit atau non permit bisa saja bila-bila waktu lari dari pekerjaan dengan majikan lamanya  untuk lari-pindah kebidang sektor lain yang mereka fikir senang dan gaji dibayar lumayan

Ditempat kerja baru itu majikan tidak perlu susah-susah nak buat-uruskan permit kerja baru mereka,kerana tidak ada keperluan hanya akan menambah kos syarikat saja,sebab para majikan-majikan Malaysia tiada ‘rasa takut’ akan dikenakan tindakan oleh pihak penguatkuasa pemerintah.

Sistem Malaysia tentang pekerja asing ‘lintang-pukang’

Sangat berbeda Malaysia yang begitu ‘runyam’ serta ‘lintang-pukang’ sistem tentang hal pekerja asing ini.Jika dibandingkan negara jiran Singapore,Negara Jepun. apalagi jauh sekali dibandingkan dengan negara-negara Kesatuan Eropah.

Di Jepun contohnya ;Jepun juga ada pendatang/pekerja ‘Haram’ seperti di Malaysia -mereka datang dengan visa sosial-pelancong dan diuruskan oleh ejen-ejen tetentu dan diserapkan ke sektor yang memerlukan ‘pekerja non permit’-Tetapi  pengurusan pekerja-pekerja ini sangat ‘manusiawi’.

Mereka disediakan tempat tinggal terkawal berdekatan tempat bekerja serta kemudahan pelbagai seperti ‘pekerja legal’ Namun tidak dibenarkan keluar sesuka hati tanpa kawalan sebab bila tertangkap oleh pihak polis Jepun/Imigrasi  diluar kawasan kerja , sudah tentu akan dikenakan hukuman berat-tanpa ampun oleh pihak berkuasa’

Berbanding di Malaysia pekerja-pekerja haram boleh “lepas terbang bagai burung bebas” contohnya ; Mereka bekerja di kawasan bandar Kelang tapi boleh tinggal sejauh hingga ke Seremban bahkan Ke BatuCaves juga dikawasan Selangor-namun jaraknya hingga 50km lebih.

Coba Anda bayangkan apa-apa saja boleh terjadi dalam masa perjalanan ketempat kerja,samada mereka’berpeluang berbuat jenayah atau bahkan mereka sendiri mangsa jenayah’

Dominasi pekerja illegal

Majoritinya  tenaga kerja asal Myanmar,Bangladesh,India,Pakistan yang bekerja di restoran mamak-India Muslim atau Hindu dibandar-bandar besar Malaysia seperti Pulau Pinang,Kuala Lumpur,Johor Baharu,Ipoh danlainnya

tidak memiliki permit kerja .walaupaun pada asalnya ada ‘visa dan permit kerja’

Tanpa permit kerja, ‘mereka’  bekerja di beberapa restoran di bandar-bandar besar /kecil di Semenannjung Malaysia bahkan Sabah,Sarawak .Dan tidak terikat langsung dengan pihak restoran tetapi melalui agen perantara.

Dan sudah tentu  hak-hak yang mereka  terima tidak sama dengan pekerja legal yang memegang permit, antara lain meliputi bayaran upah “overtime’ hari cuti,Insyuran kesehatan dan skim beaya perumahan dsbnya

Alih daya merupakan praktek umum yang sulit dibanteras.

“Walaupun kerajaan (pemerintah) tidak mau lagi menggunakan orang tengah ini, masih  ada juga orang tengah yang mengambil pekerja dari luar negeri yang kita coba hapuskan, tapi berlaku juga di luar kawalan kerajaan atau Kementerian Dalam Negeri ,” jelas Timbalan  Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar kepada BBC.com.


Kalau pun mereka dibayar gaji tidak melalui dokumen tertulis. Mungkin mereka dibayar gaji secara tunai saja dan di sini dari segi pembuktian memang amat sukar.Shamsuddin Bardan

Dibayar Gaji tunai

Faktor lain  adalah daya tawar rendah dari tenaga kerja tanpa izin kerana tidak mempunyai dokumen sebagaimana yang diharuskan peraturan Malaysia.

“Sebagai pekerja asing tanpa izin mereka tidak mempunyai segala dokumen untuk membuktikan siapakah majikan mereka,” jelas Direktur Eksekutif Persekutuan Majikan-majikan Malaysia (MEF), Shamsuddin Badar.

“Kalau pun mereka dibayar gaji tidak melalui dokumen tertulis. Mungkin mereka dibayar gaji secara tunai saja dan di sini dari segi pembuktian memang amat sukar,” tambahnya.

Gabungan para pemilik ayarikat /perusahaan yang dipimpinnya ini memiliki 4.900 anggota dan secara keseluruhan mempekerjakan 2,1 juta orang, 30% adalah tenaga kerja asing.

Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan selama tiga bulan terakhir baru 179 majikan yang ditahan kerana mempekerjakan tenaga kerja asing tanpa izin.

Jumlah ini tidak proporsional dibanding dengan total tenaga kerja gelap yang sudah ditangkap sebanyak 13.959, termasuk  5.218 warga negara Indonesia.

Majikan berisiko dikenai denda bila terbukti mempekerjakan tenaga kerja asing ‘haram’ sebesar RM.10.000-50.000 ringgit per satu tenaga kerja.

Namun denda itu mungkin dengan mudah bisa dilunasi oleh majikan terutama perusahaan-perusahaan / syarikat-syarikat besar.

Referensi Info :

Rohmatin Bonasir/Wartawan BBC Kuala Lumpur

http://www.bbc.co.uk/pelbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s