Terbongkar! Thailand Jual Pengungsi Rohingya

Illustrasi

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

 

Sabtu-3 Safar 1435 / 7 December 2013

Variety Explorer.com–Bangkok – Sebuah penyelidikan baru mengungkapkan bahwa para pegawai  imigresyen  Thailand melakukan perdagangan manusia dengan menjual ratusan Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar.

Reuters yang melakukan penyelidikan atas masalah di tiga negara, mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Khamis (5/12) bahwa pengungsi Rohingya telah dikosongkan dari pusat-pusat penahanan immigration Thailand dan diserahkan kepada pedagang manusia yang menunggu di laut.

Para pengungsi diam-diam diangkut melintasi selatan Thailand  dan ditahan  di kamp-kamp yang dijaga ketat di dekat perbatasan Thailand dengan Malaysia sampai kerabat-keluarga membayar untuk pembebasan mereka.

 

Tahanan yang tidak bisa membayar uang tebusan telah dijual ke beberapa perusahaan pelayaran dan peternakan.

Ribuan pengungsi Rohingya berada di kamp-kamp. Sejumlah dari mereka meninggal di sana, beberapa dibunuh oleh penjaga kamp-kamp dan banyak lainnya meninggal kerana dehidrasi atau penyakit, seperti diungkapkan seorang korban kepada wartawan.

Sementara pegawai  Thailand mengatakan bahwa pergerakan pengungsi Rohingya melalui negara tidak sama dengan perdagangan manusia, Royal Thai Police mengaku telah terjadi kebijakan rahasia yang dikenal sebagai “pilihan kedua ” untuk membersihkan negara dari tahanan/pelarian  Rohingya melalui perdagangan manusia

Muhammad Ismail salah satu di antara pengungsi Rohingya yang dijual oleh pejabat  immigration Thailand mengatakan bahwa proses dilakukan secara procedural(prosedur rapi)

“Tampaknya begitu rasmi pada awalnya. Mereka mengambil foto-foto kami. Mereka mengambil sidik jari kita. Dan kemudian sekali dalam perahu, sekitar 20 menit di laut, kami diberitahu kami telah dijual,” kata lelaki 23 tahun itu.

 

Bozor Mohamed, warga Rohingya yang lain, mengatakan ia dan Ismail dibawa ke sebuah kamp di Thailand selatan, yang dijaga oleh orang bersenjata. Dia menambahkan bahwa setidaknya satu orang meninggal setiap hari kerana penyakit atau dehidrasi.

 

Keduanya mengatakan bahwa mereka menderita kelaparan, kotoran dan pemukulan  Mohamed akhirnya memanggil saudara tirinya di Malaysia untuk membayar USD 2.000 sebagai tebusan bagi pembebasannya.

 

Pemerintah Myanmar menolak mengakui Rohingya sebagai warga negara Muslim dan melabel  mereka sebagai imigran “ilegal “.

 

Mereka menghadapi penyiksaan , pengabaian , dan penindasan di Myanmar sejak merdeka pada 1948.

 

Ratusan Muslim Rohingya diyakini telahmaut  dan ribuan mengungsi dalam serangan oleh ekstrimis Budha. Penyerangan terutama dilakukan di negara bagian barat Rakhine.
(qathrunnada/kiblat)

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s