Kisah Suka-Duka Pekerja Warga Asing di Malaysia(04)


Pendatang asing dinilai kreatif dan inovatif dalam mencari nafkah di Malaysia.

By Rohmatin Bonasir  Wartawan BBC  Kuala Lumpur
 Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

 

Pekerja asing pilar ‘3 D’ di Malaysia

Variety Explorer.com–KARMADI, seorang tenaga kerja Indonesia, bekerja memasang kertas pelapis dinding(wallpaper) di satu projek pembangunan hotel di Port Dickson, Negeri Sembilan sekitar 90 km dari Kuala Lumpur.

Sebagian besar rakan kerja di projek adalah warga negara dari luar Malaysia, termasuk dari Nepal dan Bangladesh.

 

“Mandor lapangan juga orang Indonesia dari berbagai daerah antara lain Flores dan Ambon,” kata Karmadi.

 

Rata-rata pekerja setempat ( rakyat Malaysia) menghindari pekerjaan di bidang   konstruksi(pembinaan) sebab sektor ini dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang masuk kelas ‘3 D’.

 

Dirty (kotor), dangerous (berbahaya) dan demeaning (merendahkan martabat),” ungkap Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar dalam wawancara khusus dengan BBC,com di Putrajaya.

“Rakyat Malaysia sudah menjauhkan diri dari pekerjaan-pekerjaan itu walau gajinya tinggi. Bahkan seorang tukang batu mendapat 100 ringgit satu hari,” tambahnya.

 

Roda pembangunan

 

Wan Junaidi Jafar

Timbalanl Menteri Dalam Negeri mengakui tenaga kerja asing memberikan sumbangan.

 

Selain sektor pembinaan  yang menyerap 425.000 tenaga kerja asing, sebagian sektor perkhidmatan  juga termasuk lapangan kerja yang dianggap menjatuhkan martabat, seperti mencuci pinggan  di restoran.

 

Tomy, seorang pemilik restoran di Kuala Lumpur mengaku lebih suka mempekerjakan tenaga asing sebab selain biaya lebih murah, tidak banyak orang Malaysia yang mau bekerja di restoran skala kecil dan menengah.

 

“Saya fikir tidak banyak pekerja ltempatan  yang mau bekerja di sini kerana mungkin tidak ada peluang dipromosikan dan bayarannya juga kecil,” ungkap Tomy.

 

Meskipun mengantongi gaji lebih rendah, sebanyak 2,1 juta tenaga kerja asing yang rasmi terdaftar ditambah sekitar 1,5 hingga 2 juta tenaga kerja tanpa izin di Malaysia mempunyai kontribusi besar dalam menggerakkan roda pembangunan.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengakui peranan  mereka.

 

“Mereka inovatif dan kreatif, pandai mencari jalan untuk mencari nafkah dan rezeki. Bahkan rakyat Malaysia itu sendiri mempunyai kekurangan dalam bidang ini, umpamanya perniagaan,” katanya.

 

Ia menambahkan tidak mungkin Malaysia mewujudkan pembangunan seperti yang telah dicapai selama ini tanpa kontribusi tenaga kerja asing.

 

sumber; bbc.co.uk

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s