Awas!Virus Misteri Mirip AIDS Incar Orang Asia!


Dr. Sarah K. Browne (sebelah kanan), sedang bercakap dengan pasien Kim Nguyen, di National Institute of Health in Bethesda, Md., (Rabu, 22 Ogos, 2012, AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

Sabtu-3 Safar 1435 / 7 December 2013

Variety Explorer.com–Sebuah penyakit misterius baru telah menyerang beberapa orang di Asia terutama di Thailand dan Taiwan. Penyakit misteri ini, gejalanya seperti AIDS padahal penderitanya tidak terbukti kena infeksi HIV.

Anehnya, setelah terserang penyakit ini sistem kekebalan penderita menjadi rosak sehingga tak mampu menangkis masuknya berbagai kuman atau virus ke dalam tubuh layaknya orang sehat.

Menurut Dr Sarah Browne, ilmuwan dari National Institute of Allergy and Infectious Disease, penyakit misteri tersebut adalah bentuk lain gangguan kekebalan tubuh yang tidak diturunkan, tetapi tidak menyebar via virus seperti AIDS.

Browne melakukan penelitian di Thailand dan Taiwan, tempat penyakit tersebut banyak ditemukan sejak tahun 2004.

“Ini sangat menarik. Dalam 10 tahun terakhir, saya setidaknya sudah melihat tiga pasien,” kata Dr Dennis Maki, spesialis penyakit infeksi dari Univesity of  Wisconsin di Madison, AS.

Beruntung meski hingga kini pemicunya belum diketahui, peneliti mengungkapkan bahwa tampaknya penyakit ini tak menular.

“Penyakit ini adalah jenis lain dari kondisi defisiensi kekebalan yang tidak diwariskan dari orangtua dan terjadi pada orang dewasa namun tidak menyebar seperti halnya AIDS yang menyebar via virus,” terang Dr. Sarah Browne, seorang peneliti dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Browne pun menggelar studi tentang penyakit yang pertama kali muncul pada tahun 2004 ini. Ia mengkaji bersama sejumlah peneliti dari Thailand dan Taiwan dimana sebagian besar kes penyakit ini terjadi.

Menurut Browne, penyakit ini muncul saat penderita berusia rata-rata 50 tahun namun tak menurun dalam keluarga sehingga bisa dipastikan penyebabnya bukanlah genetik.

Pada penderita AIDS, virus HIV menghancurkan T-cells yang berfungsi sebagai kunci untuk melawan berbagai virus yang masuk  ke tubuh.

Sedangkan pada penyakit misterius baru ini, penyakit tidak mempengaruhi T-cells tapi menyebabkan kerosakan lain.

Menurut studi yang dilakukan Browne terhadap lebih dari 200 orang di Taiwan dan Thailand, sebagian besar penderita penyakit ini membuat substansi yang disebut autoantibodi dalam tubuhnya.

Autoantibodi ini berfungsi untuk menghambat interferon-gamma, sebuah signal kimiawi yang membantu membersihkan berbagai infeksi yang terjadi di dalam tubuh.

Peneliti pun menyebut penyakit baru ini dengan sindrom imunodefisiensi ‘dewasa awal’. Kerana penyakit ini muncul saat orang-orang mendekati usia lanjut  dan peneliti mengaku tak tahu apa sebabnya dan bagaimana kondisi ini bisa terjadi.

“Pada dasarnya, kami tak tahu apa yang menyebabkan tubuh membuat antibodi semacam ini,” ujar Browne seperti dilaporkan  dari huffingtonpost,

Penggunaan antibioitik untuk mengatasi penyakit ini juga dianggap tak selalu efektif sehingga banyak doktor yang mencoba berbagai pendekatan, termasuk menggunakan obat kanser yang membantu menekan produksi antibodi tersebut.

Beberapa pasien memang tidak menunjukkan penambahan gejala tapi imbalannya, sistem kekebalan tubuhnya mengalami cacat kronis, ungkap peneliti.

Namun fakta bahwa hampir seluruh penderita yang ditemukan merupakan orang Asia atau keturunan Asia yang tinggal di daerah manapun menunjukkan bahwa faktor genetik dan sesuatu yang ada atau terjadi di lingkungannya seperti jenis infeksi tertentu bisa jadi memicu munculnya penyakit tersebut.

Kesimpulan peneliti ini diterbitkan dalam laporannya yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Kim Nguyen (pasien)

Salah seorang pasien, Kim Nguyen (62), orang Vietnam yang sudah tinggal di AS sejak tahun 1975, didiagnosis menderita penyakit misterius ini.

Ia berobat ke doktor akibat demam yang tak kunjung sembuh.

Sejak tahun 2009, ia juga mengalami berbagai gejala aneh.

Pada tahun 1995 dan 2009, ia dilaporkan mengunjungi Vietnam.

Pada awalnya, ia didiagnosis menderita tuberkulosis. Belakangan, ia diketahui menderita gejala gangguan sistem kekebalan tubuh dan mendapat perawatan di rumah sakit selama hamir satu tahun.

“Kami percaya ada lebih banyak lagi penderita penyakit ini di luar sana, tapi mungkin di sejumlah negara lain penyakit ini disalah-artikan sebagai TBC,” ujarnya.

Sedangkan AIDS adalah penyakit spesifik dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi virus HIV ini terganggu. Virus HIV akan merosak sel T, tentara utama dalam sistem imun manusia untuk melawan patogen.

Sementara itu, penyakit misteri ini tidak mengganggu cel, tetapi menyebabkan kerusakan lain. Dalam penelitian yang dilakukan Browne terhadap 200 orang di Taiwan dan Thailand, kebanyakan pasien penyakit misteri ini tubuhnya membuat autoantibodi yang menahan interferon gamma, signal  kimia yang membantu tubuh menyingkirkan infeksi.

Terganggunya signal kimia tersebut akan membuat seseorang, seperti penderita AIDS, lebih rentan terinfeksi jamur(infected mushroom), virus, dan parasit lain yang mirip dengan tuberkulosis dan menyebabkan kerosakan paru.

Para ilmuwan saat ini menyebut penyakit misteri ini sebagai gangguan imuniti  pada orang dewasa kerana biasanya baru muncul di usia lanjut.

Perawatan dengan antibiotik tak selalu efektif sehingga doktor biasanya melakukan berbagai variasi pengobatan, termasuk memakai obat kanser untuk menekan produksi antibodi.

Kerana penyakit ini majoriti  dialami oreng Asia atau keturunan Asia, para pakar menyebut faktor genetik mungkin berperan dalam memicu penyakit ini. (AFP/Kompas/indocropcircles)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s