Nelson Mandela dari Afrika ke Pentas Global


Nelson Mandela, pejuang anti-apartheid dan pemimpin Afrika Selatan yang dikagumi dunia

Editor by Wilhelmina
Freelance Writer-Malaysia

 

Variety Explorer.com—Nelson Mandela adalah salah satu negarawan dunia yang dihormati atas perjuangannya melawan diskriminasi racial. Dia berhasil mengubah regim apartheid di Afrika Selatan menjadi sistem demokrasi multi-ras.

Mandela memiliki kharisma, rasa humor yang suka mentertawakan diri sendiri, tidak menunjukkan kegetiran atas perlakuan buruk yang pernah diterimanya. Dia memiliki kisah hidup yang menakjubkan. Ini semua menjadikan Mandela tokoh yang banyak dikagumi dunia.

Nelson Mandela mengenakan batik dalam penutupan Piala Dunia Afrika Selatan 2010.

Rolihlahla Dalibhunga Mandela lahir pada 18 July 1918 di desa kecil Mveso, di lembah sungai Mbashe di Afrika Selatan. Nama depan Nelson diberikan oleh seorang gurunya di sekolah.

Ayahnya, Henry Mgadla Mandela, adalah penasehat keluarga kerajaan Thembu. Nelson kecil masih berusia sembilan tahun ketika ayahnya meninggal. Dia kemudian diasuh oleh keluarga bangsawan Thembu, Jongintaba Dalindyebo.

Pada tahun 1944 Nelson Mandela bergabung dengan Kongres Nasional Afrika (ANC), mula-mula sebagai aktivis sebelum mendirikan Liga Pemuda ANC dan dia menjadi presidennya.

Pada tahun yang sama dia menikah dengan Evelyn Mase, yang memberinya empat anak sebelum akhirnya bercerai pada tahun 1958.

Menjadi peguam

Setelah lulus menjadi peguam  dan pada tahun 1952 dia mendirikan pejabat peduamcara kulit hitam pertama di Johannesburg bersama Oliver Tambo.

Bersama-sama dengan Tambo, Mandela berkempen  menentang apartheid, sistem yang diterapkan oleh Parti Nasional Afrika Selatan yang beranggotakan hanya kaum kulit putih dan menindas penduduk majoriti kulit hitam.

 

Pada tahun 1956 Mandela bersama 155 aktivis lainnya didakwa melakukan pengkhianatan terhadap negara, namun dakwaan terhadapnya akhirnya dicabut setelah melalui sidang pengadilan selama empat tahun.

Perlawanan terhadap apartheid makin berkembang, terutama atas Undang-undang yang mengatur di mana warga kulit hitam boleh tinggal dan bekerja.

Pada tahun 1958, setelah bercerai dari Evelyn Mase, Nelson Mandela menikah dengan Winnie Madikizela, yang kemudian berperan aktif dalam kempen  membebaskan suaminya dari penjara.

Kongres Nasional Afrika (ANC) dilarang oleh pemerintah pada tahun 1960 dan Mandela mulai melakukan kegiatan bawah-tanah.

Ketegangan dengan regim apartheid makin memanas, dan mencapai puncaknya pada tahun 1960 ketika sekitar 70 warga kulit hitam ditembak mati oleh polis  dalam pembantaian Sharpeville.

Cita-cita demokrasi

Pembantaian Sharpeville menandai berakhirnya perlawanan secara damai. Mandela -yang waktu itu menjawat sebagai wakil presiden ANC- memperakarsai suatu kempen  sabotage  ekonomi.

Akhirnya dia ditangkap dan didakwa melakukan sabotage serta berupaya menggulingkan pemerintah dengan kekerasan.

Di ruang sidang Rivonia, Mandela mengungkapkan sendiri pembelaanya dengan menyampaikan keyakinan tentang demokrasi, kebebasan, dan kesetaraan.

“Saya menghargai cita-cita masyarakat demokrasi dan bebas di mana semua orang hidup berdampingan dalam keselarasan dan memiliki kesempatan yang sama,” katanya.

“Suatu cita-cita yang saya harap akan tercapai. Tetapi bila diperlukan, saya rela mati demi cita-cita ini.”

Pada musim dingin 1964 Mandela dijatuhi hukuman seumur hidup. Dia kemudian masuk penjara di Pulau Robben selama 18 tahun sebelum dipindahkan ke penjara Pollsmoor pada tahun 1982.

Selama Mandela dan para pemimpin ANC lainnya dipenjara atau hidup dalam pengasingan, para pemuda di kota-kota berpenduduk kulit hitam Afrika Selatan berupaya keras melawan pemerintahan minoriti  kulit putih.

Ratusan warga tewas dan ribuan terluka sebelum pemberontakan anak-anak sekolah berhasil dipadamkan.

 

Nobel Perdamaian

Pada tahun 1980, sahabat  Mandela, Oliver Tambo, yang hidup di pengasingan, melancarkan suatu kempen  internasional untuk membebaskan Mandela.

Masyarakat dunia memperketat sanksi yang diberlakukan terhadap Afrika Selatan sejak tahun 1967 terhadap regim apartheid.

Tekanan dunia ini membawa hasil. Pada tahun 1990, Presiden FW de Klerk mencabut larangan terhadap ANC dan Nelson Mandela dibebaskan dari penjara. Perundingan untuk membentuk suatu demokrasi multi-ras Afrika Selatan pun dimulai.

Pada tahun 1992 Mandela menceraikan istri keduanya, Winnie, setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan menculik dan terlibat dalam tindak penyerangan.

Mandela bersama Presiden Afrika Selatan, FW de Klerk, mendapat hadiah Nobel Perdamaian pada bulan Disember 1993.

 

Menjadi Presiden

Lima bulan kemudian, untuk pertama kalinya dalam sejarah Afrika Selatan, masyarakat dari berbagai ras di negeri itu memberikan suara dalam pilihan raya  dan Mandela terpilih menjadi presiden dengan suara majoriti.

Pada masa pemerintahan Mandela, masalah terbesar yang dihadapi Afrika Selatan adalah kurangnya perumahan untuk kaum miskin; dan daerah perumahan kumuh(setinggan) yang terus merebak di kota-kota besar.

Pada ulangtahunnya yang ke-80 Nelson Mandela menikah dengan Graca Machel, janda mantan Presiden Mozambique.

Dia mempercayakan urusan pemerintahan sehari-hari kepada wakilnya, Thabo Mbeki, dan memusatkan pada tugas ceremonial sebagai pemimpin dan membangun citra baru Afrika Selatan di mata dunia.

Pada tahun 1999 Nelson Mandela turun dari tampuk kepemimpinan negerinya.

Mandela terus melanglang buana, bertemu dengan para pemimpin dunia, menghadiri berbagai konferensi dan menerima berbagai penghargaan setelah turun dari kerusi kepresidenan.

Setelah bersara  rasmi, kemunculannya di depan umum sebagian besar berkaitan dengan kerja Yayasan Mandela yang didirikannya untuk tujuan amal.

Pada ulangtahunnya yang ke 89, Mandela membentuk Group of Elders yang terdiri dari para tokoh dunia yang berupaya menawarkan keahlian dan bimbingan untuk menangani berbagai masalah sulit di dunia.

Nelson Mandela mendirikan  Group of Elders yang terdiri dari para tokoh dunia.

Pada ulangtahunnya yang ke-80 Nelson Mandela menikah dengan Graca Machel

Tahun-tahun penting Mandela

  • 1918 lahir di Afrika Selatan
  • 1944 Bergabung dengan Kongres Nasional Afrika
  • 1956 didakwa mengkhianati negara, tapi dakwaan dicabut
  • 1962 ditangkap, dinyatakan bersalah melakukan sabotage
  • 1964 dijatuhi hukuman seumur hidup
  • 1990 dibebaskan dari penjara
  • 1993 menerima hadiah Nobel Perdamaian
  • 1994 terpilih sebagai Presiden
  • 1998 Menikah dengan Graca Machel
  • 1999 mundur dari kepemimpinan

Sumber :
bbc.co.uk/pelbagai sumber

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s