Renungkanlah Keajaiban Burung Gagak,!


illustrasi; Burung gagak.

Variety Explorer.com–KENAPA Allah Ta’ala memilih burung Gagak sebagai GURU pertama umat manusia dan tidak memilih makhluk-Nya yang lain?

Sebagai mana kita ketahui, bahwa peristiwa pembunuhan manusia pertama kali adalah antara dua anak Adam as, Qabil dan Habil Ketika Qabil membunuh Habil, kerana tipu muslihat Iblis la’natullah yang menyusupkan rasa iri, hasad-dengki  kepada Adam dan seluruh keturunannya.

Kemudian Allah swt. mengirimkan burung Gagak untuk mengajarkan anak cucu Adam bagaimana menguburkan mayat sesama mereka

Mengapa demikian?

 

Kerana burung Gagak adalah burung paling pintar dan cerdik di dibandingkan dengan burung-burung lainnya. Dan Allah swt. telah memberikan insting tentang kepintarannya ini.

 

Setelah dilakukan penelitian, ternyata burung gagak memiliki ukuran otak yang lebih besar dibandingkan otak burung-burung yang lainnya. Dan burung gagak senantiasa hidup bersama kumpulannya sebagaimana manusia yang senantiasa bersosial dengan masyarakat.

 

Mereka memiliki pemimpin atau hakim yang akan menghukum yang melakukan kesalahan di antara mereka, inilah fitrah yang senantiasa diberikan Allah kepada burung Gagak.

 

Setiap kesalahan di antara burung Gagak memiliki hukuman masing-masing, berikut adalah contoh-contohnya:

 

1. Ketika salah satu di antara mereka mengambil jatah makanan untuk anak-anak Gagak, maka hukumannya adalah sekumpulan  Gagak akan mematukinya sampai bulu-bulu si Gagak habis sehingga Gagak tersebut gundul dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi seperti anak-anak Gagak sebelum dewasa.

 

2. Ketika seekor Gagak menyakiti  Gagak betina yang lain, maka sekumpulan  Gagak akan menyerangnya dengan paruh-paruhnya hingga mati.

Adapun eksekusi hukuman itu dilakukan di tanah perkebunan atau di daerah yang luas, sehingga proses pengadilan disaksikan oleh kumpulan  mereka, dan Gagak terdakwa dibawa dengan penjagaan ketat oleh sekumpulan  Gagak lainnya yang mengelilinginya. Kemudian Gagak tersebut ditundukkan kepalanya, diturunkan sayapnya dan ditahan untuk berkoak (bunyi suara gagak) sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya.

 

Ketika Gagak terdakwa dijatuhi hukuman mati, maka Gagak-gagak lainnya akan menyerangnya dengan paruh-paruh mereka hingga mati.

 

Dan setelah Gagak itu mati, maka salah satu di antara mereka akan membawanya dan menggali lubang untuk menguburkannya dengan tanah sebagai penghormatan atas mayat.

 

Hingga saat ini, para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang selok-belok haiwan mengatakan bahwa hanya Gagaklah yang mengubur mayat kawannya ketika mati.

 

Demikianlah bagaimana burung Gagak menegakan keadilan  dari fitrah Ilahiyah, lebih baik dari pada keadilan yang dimiliki oleh umat manusia.

 

Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?

Editor by Wilhelmina
[islampos]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s