Kisah Suka-Duka Pekerja Warga Asing di Malaysia(02)


Esther melarikan diri dari Myanmar kerana merasa ditindas oleh pihak berkuasa.

 By Rohmatin Bonasir  Wartawan BBC  Kuala Lumpur
 Editor by Wilhelmina | Freelance Writer-Malaysia

Variety Explorer.com–Negara-negara Teluk Timur Tengah termasuk Arab Saudi kini telah menutup pintu rapat-rapat terhadap pekerja/pencari kerja dari seluruh dunia manapun,kecuali dari beberapa negara Arab sahaja

Dan pengusiran serta pengampunan pekerja illegal di Arab Saudi beberapa bulan lepas terdiri dari negara -negara Afrika,Asia Selatan,Asia Tenggara dan lainnya,Menjadikan kini mereka beralih mencari kerja di Malaysia khususnya.

Sebab kini hanya Malaysia yang agak “bersikap baik” kepada pendatang/pekerja asing- Sebaba kapitalis-kapitalis borjouis dan para pemimpin politik .pegawai kerajaan yang koruptor – menanggapi masalah kebanjiran pendatang asing ini sebagai ‘peluang bisnis berpotensi besar” dengan erti kata “memperdagangkan manusia adalah mega-bisnis”

Pada artikel siri-kedua ini  redaksi Variety Explorer.com mencoba menyelami hati nurani mereka (pekerja illegal) serta pengalaman selama bertahun jadi pekerja.pendatang haram- diadaptasi dari wawancara Rohmatin Bonasir Wartawan BBC-Kuala Lumpur.

(baca juga:https://helmysyamza.wordpress.com/2013/12/03/kisah-suka-duka-pekerja-warga-asing-di-malaysia/)

Terpaksa ‘bersembunyi di parit’

Khabar datang via talipon bahwa  ada operasi besar2an  terhadap pendatang haram  dan suara banyak kenderaan secara tiba-tiba membuat Esther ketakutan dan seluruh anggota keluarga berlari ke arah sebuah parit di kawasan Kelang, Selangor Malaysia.

Selama hampir satu malam suntuk, Esther, asal negara bagian Chin di Myanmar, bersembunyi di parit di tengah kegelapan.

“Kami mendengar suara banyak orang dan kendaraan. Kami hanya bisa menunggu. Sekitar pukul 02.00 am, hujan mulai turun jadi operasi berakhir,” kata Esther.

Malam itu ia tidak berani pulang ke rumah sewa maka ia dan sanak saudaranya menginap di rumah teman yang baru saja menyewa  rumah.

Tidak hanya Esther, putrinya yang masih kecil, pakcik  dan anggota keluarga lainnya menumpang di sana.

Keluarga-keluarga lain juga turut menumpang pada malam menjelang tahun baru itu.

“Kami fikir petugas mungkin tidak tahu rumah ini ditempati imigran kerana baru saja disewa. Jadi malam itu kami kumpul di rumah ini, ada 50 orang,” kata ibu seorang anak ini.

Ketika pagi tiba, Esther kembali ke rumah. Pintu kunci dipotong, pintu terbuka, semua lampu menyala.

“Mereka tidak mengambil uang dan tidak mengambil apapun dari rumah, tapi mereka membiarkan pintu terbuka dan lampu menyala.

Kad UNCHR

“Kami memohon direlokasikan ke Amerika Serikat dan kami sudah dipanggil wawancara tahap demi tahap tetapi prosesnya panjang sekali.Esther

Pagi itu juga ia mendapati keponakannya yang berusia 16 tahun sudah tidak ada di rumah yang letaknya tidak jauh dari rumah sewaan Esther.

 

“Pada saat itu kakak dan kakak ipar saya bekerja di toko dan tempat itu baru tutup jam 12 malam jadi mereka belum di rumah ketika ada operasi. Keponakan saya ditangkap dan ditahan selama enam bulan,” tuturnya.

Setekah enam tahun berada di Malaysia, kini Esther dan keluarga memegang kad pengungsi yang dikeluarkan Badan Pengungsi PBB, UNHCR.

Kad  itulah yang menjadi pegangan dan bukti identiti  bila ada pemeriksaan sewaktu-waktu.

Tetapi ia berharap tidak harus menggunakan kad  itu selamanya.

“Kami memohon direlokasikan ke Amerika Serikat dan kami sudah dipanggil wawancara tahap demi tahap tetapi prosesnya panjang sekali,” kata Esther yang menjadi asisten guru sekolah komuniti  imigran di Kelang, sekitar satu jam naik kendaraan dari ibukota  Kuala Lumpur.

Ia mungkin harus lebih bersabar sebab, menurut data UNHCR, di Malaysia terdapat 90.185 pengungsi seperti Esther yang menunggu penempatan di negara ketiga.

 

Jumlah itu belum termasuk 11.650 pencari suaka yang terdaftar dan lebih dari sekitar 1,5 juta tenaga asing ilegal di Malaysia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s