HOAX!”Kondom Dapat Cegah Virus HIV/AIDS”


Mentri Kesihatan Indonesia Mantan Sekretaris Nasional Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dr. Nafsiah Walinono Mboi, DSpA, MPH.[Photo bytribunnews.com]

Written by Wilhelmina
Freelance Writer-Malaysia

  • Minggu Kondom Nasional Indonesia, Negara Sponsori Seks Bebas

  • 1-7 December 2013

  • Orang bodoh pun tahu bahwa menyodorkan kondom sama saja dengan menyuburkan seks bebas. Apalagi, faktanya kondom justru dibagi-bagikan di lokasi-lokasi pelacuran, hotel dan tempat-tempat hiburan yang terdedah terjadinya zina yang majoritinya berusia produktif, lantas apa namanya kalau bukan menganjurkan zina?

  • Patut dicurigai program ini mengandung motif bisnis, langsung atau tidak. Para pebisnis kondomlah yang akan mengaut keuntungan dari program seperti ini. Program ini juga akan mengekalkan dan menyuburkan pelacuran dan perzinaan. Itu artinya bisnis kemaksiatan ini akan makin besar dan menguntungkan pelaku dan kapitalis bisnis ini.

Variety Explorer.com–Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menilai program penggalakan kondom yang dipromosikan  Menkes baru Nafsiah Mboi, bermula dari persepsi awal yang memang sudah hancur sebelum menjadi menteri.

Lanjut Ismail, melihat hal tersebut jadi sangat menghairankan sosok seperti Nafsiah Mboi dapat terpilih menjadi Menteri Kesihatan yang baru. “Makanya aneh orang seperti ini jadi Menteri Kesehatan, kayak di Indonesia tak ada lagi orang yang pantas jadi menteri,” ujarnya.

Bantahan datang dari pelbagai pihak seperti Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) berkata “sebagai bukti Mentri Kesihatan ini  seorang penganut faham liberalisme yang melegalkan pornoaksi”

“Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah menteri cabul liberal, kerana baru saja jadi menteri sudah bikin heboh dengan kempen  kondom bagi remaja yang belum menikah, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah kehamilan di luar nikah,” kata Habib Rizieq Syihab kepada arrahmah.com, Jakarta,

Prof. DR.dr. Dadang Hawari

Pendapat serta Alasan  Mentri yang Konyol dan Hoax

Menteri kesehatan yang pola fikir dan pola tindaknya liberal dan cabul, Nafasiah Mboi menyatakan, bahwa kondom sekarang tidak berpori jadi akan aman digunakan untuk mencegah kehamilan dan virus HIV/AIDS.

“Bila dipakai dengan tepat, benar dan konsisten, sangat efektif, hampir 100%. (Kerana, red) sekarang yang dipakai adalah kondom dari latex yang tidak berpori, dan makin banyak bukti-bukti yang menunjukkan efektiviti  kondom untuk pencegahan penyakit maupun kehamilan yang tidak direncanakan,” ujarnya,Laporan  mediaumat.com Ahad (1/12/2013).

Kontan pernyataan itu dibantah Psikiater terkenal  Prof. DR.dr. Dadang Hawari. Adalah dusta bahwa kondom dapat mencegah HIV/AIDS. Secara ilmiah dapat dibuktikan, virus HIV dapat menembus pori-pori lapisan kondom.

”Saya bisa pastikan salah besar! Kerana kondom dibuat dari latex, berarti berserat berpori-pori. Kalau tidak berserat dan tidak berpori-pori itu dari plastik. Ukuran pori-porinya 1/60 mikron, kecil sekali. Kondom dirancang untuk Keluarga Berencan(KB-Perancangan Keluarga) untuk mencegah sperma. Ukuran virus di banding sperma 1/450 kali lipat. Jadi virus HIV sangat kecil sekali di banding sperma yang bentuknya seperti kecubong itu.”

Prof. DR.dr Dadang pun menyatakan penelitian di Indonesia lima tahun yang lalu untuk KB dengan kondom gagal 20 peratus. “Apalagi untuk HIV/AIDS! Sekarang kenyataannya, dengan menggunakan kondom ternyata semakin banyak pula yang terkena HIV/AIDS, padahal kempen  sudah bertahun-tahun, pengidap HIV/AIDS semakin banyak bukannya menurun.”

Ia juga menyebutkan hasil penelitian lain. “Di Amerika, 1/3 jumlah kondom yang  beredar di pasaran  bocor. Kesimpulan dari penelitian dari Badan POM di Amerika tahun 2005, tidak dipromosikan lagi kondom kerana mulai gagal. Kondom untuk sperma bukan untuk virus HIV yang sangat kecil,” tegasnya.

Aksi liberal dan cabul, kondomisasi dalam rangkaian Minggu  Kondom Nasional dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 7 December 2013 sebagai rangkaian peringatan Hari AIDS se-Dunia di Indonesia. Aksi ini disokong  Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) serta salah satu produsen kondom.

Referensi info;
tribunnews.com/arrahmah.com/nahimunkar.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s