Mahkamah Kudeta Mesir Jatuhkan Hukuman Berat Terhadap Demonstran Wanita Pro Mursi

Editor by Wilhelmina

Jumaat 25 Muharram 1435 / 29 November-2013

Variety Explorer.com–HUKUMAN penjara berat yang dijatuhkan oleh Mahkamah Alexandria terhadap 21 pengunjuk rasa Islamis pro Mursi telah memicu kemarahan di Mesir.
Dalam keputusan yang sangat keras, pengadilan memvonis 14 pengunjuk rasa atau pendemo aman  wanita dengan hukuman 11 tahun dan satu bulan di penjara atas tuduhan perosakan properti milik orang, menyerang pasukan keamanan dan memprovokasi kekerasan. Mahkamah  juga memerintahkan tujuh anak perempuan yang masih di bawah umur ditempatkan di pusat penahanan khusus sampai mereka mencapai usia dewasa. Para tahanan perempuan ini rata-rata berusia sekitar 15-17 tahun.

21 pengunjuk rasa wanita  ini ditangkap pada akhir Oktober lalu dalam bentrokan dengan pasukan keamanan menyusul seruan  untuk menggelar demonstrasi menuntut presiden yang digulingkan Muhammad Mursi kembali berkuasa.

Mahmoud Gaber, peguaam  para tahanan wanita ini mengatakan kepada Ahram Online bahwa ia telah mengajukan banding atas keputusan tersebut. “Ini adalah keputusan politik,” ujar Gaber. “Jika pengadilan melakukan pelanggaran aturan hukuman yang keras seperti itu, apa yang tersisa untuk pengadilan jenayah?”

Namun, Nasser Amin, ketua Pusat Arab untuk Independensi Keadilan dan anggota dari Dewan Nasional untuk Hak Asasi Manusia Mesir, mengatakan kepada Ahram online bahwa beberapa hakim percaya bahwa mereka dapat menambah hukuman ketika menyangkut pelanggaran ringan yang berbeda.

Amin sendiri mengatakan, putusan itu sangat keras dan harus segera dibatalkan. Dia menambahkan bahwa ia yakin rayuan banding akan diterima kerana pengadilan akan sadar kerasnya putusan tersebut.

Jaringan Arab untuk Informasi Hak Asasi Manusia (ANHRI) yang berbasis di Kaherah  mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di portalnya bahwa keputusan pengadilan sangat politis, memperingatkan bahwa putusan tersebut bisa mengangkat keraguan atas masa depan keadilan di Mesir.

Gamal Eid, ketua ANHRI, dalam komentarnya atas putusan pengadilan mengatakan: “Di kota Alexandria, pengadilan yang sama membebaskan Wael El-Komi, terdakwa yang dituduh membunuh 37 demonstran, namun di sisi lain pengadilan ini menghukum 14 gadis yang tidak melakukan seperti yang dilakukan Wael El-KOmi dengan penjara 11 tahun.” “Hukum negara seperti apa ini,” tambahnya.

 

Pada hari Khamis ini, beberapa persatuan mahasiswa di fakulty yang berbeda di University Alexandria mengecam keputusan itu. Mereka juga meminta para mahasiswa untuk melakukan aksi mogok hingga 21 tahanan perempuan tersebut dilepaskan.

Gerakan Pemuda 6 April Mesir juga mengutuk keputusan pengadilan. Muhammad Kamal, anggota biro politik kelompok, Khamis hari ini menyatakan putusan mahkamah  menunjukkan episode baru regim represif yang ingin memperketat cengkeramannya pada negara.
[fq/islampos/alahram]

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s