Benarkah Adolf Hitler ‘Escape’ Ke Indonesia? Test DNA Refuels Kontroversi

Adolf Hitler Masuk Islam dan Mati di Indonesia,!

Editor by Wilhelmina [Malaysia]

 

According to Variety Explorer.com, Adolf Hitler and Eva Braun did not commit suicide in the Berlin Bunker but escaped to Indonesia ‘s Sumbawa Besar Island.  They left Berlin reaching Sarajevo before getting new Passports with the help of the Vatican and a Professor Dragonvic and leaving Rome on 1st December 1945. Eva Braun deserted him and returned to her native land while Adolf Hitler, having adopted the name of Dr Poch and purporting to be a Doctor at the Hope Hospital in Sumbawa, married a Sundanese woman from Bandung -West Java Indonesia  only known now as Mrs S.

 

Ditemukan Bangkai U-Boat 168 Nazi di Laut Jawa

Bermula penemuan bangkai kapal selam Nazi Germany(Jerman) type Unterseeboot atau U-Boat  di dasar Laut Jawa. Penemuan ini besar artinya kerana memperkuat bukti sejarah Perang Dunia II dan kehadiran sejumlah tentara Germany  di Indonesia.

 

“Baru pertama ini kita menemukan reruntuhan kapal selam Jerman. Kalau kapal perang sisa perang dunia II sudah sering, tapi kapal selam apalagi jenis U-Boat baru kali ini,” kata Ketua Team Peneliti Pusat Arkeologi Nasional Indonesia Bambang Budi Utomo, Selasa (19/11/2013).


Kapal Selam Germany  jenis U-Boat sedang docking di daratan (dry docking)

Namun  Editor Variety Explorer.com kali ini bukan hendak membahas penemuan bangkai kapal selam Nazi Germany jenis U-Boat168 itu.

Tetapi tentang sebuah buku yang kini lagi meng-hebohkan :
Judul Buku : Hitler Mati di Indonesia
Penulis : Ir. KGPH Soeryo Goeritno, Msc
Penerbit : Titik Media Publisher

Maaf,! artikel ini bukan promosi buku tersebut,cuma kita coba share serta meneliti akan kebenaran cerita yang terkandung dalam buku itu,InsyaAllah


  (Buku ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang belum terjawab, seperti Mengapa Hitler lari ke Indonesia? Mengapa Hitler akhirnya menjadi Muslim? Apa hubungan Hitler, Indonesia dan Yahudi? Apa saja yg dilakukan Hitler di Indonesia? Bagaimana hubungan Hitler dengan Sukarno? Dimana kuburan Hitler di Indonesia? Bagaimana Hitler bisa berada di Indonesia? Apa kata Germany , Rusia, IBritish dan Israel? Siapa saja yg mengetahui Hitler di Indonesia? Bagaimana Hitler menyembunyikan identitinya?)

(Sisa-sisa dari bagian atas tanah dari Fuhrerbunker di taman Reich Chancellery. Pintu masuk ke struktur kiri dan melingkar adalah untuk generator dan ventilasi( wikimedia)

Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada satupun yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang diktator Nazi ini.

Bagaimanakah sebenarnya akhir dari petualangan Hitler itu?
Benarkah Hitler bersama istrinya Eva Braun bunuh diri setelah minum racun sianida( cyanide )?
Lantas bagaimanakah hasil autopsy pihak Amerika ketika tengkorak Hitler dipamerkan pada tahun 2000 lalu, yang ternyata adalah tengkorak seorang wanita?
Dimanakah sebenarnya keberadaan Hitler setelah jatuhnya Berlin di tangan sekutu?

     ( That afternoon, in accordance with Hitler’s prior instructions, their remains were carried up the stairs through the bunker’s emergency exit, doused in petrol and set alight in the Reich Chancellery garden outside the bunker. The Soviet archives record that their burnt remains were recovered and interred in successive locations until 1970 when they were again exhumed, cremated and the ashes scattere)

Beberapa Versi Tentang Kematiannya


Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler maut bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat Germany  diduduki oleh Uni Soviet.

Meski sejumlah ahli sejarah ragu Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda Nazi untuk menjadikan Hitler sebagai pahlawan.

Namun, lubang pada potongan tengkorak itu tampak menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 2000. Bagaimana dan bila  Hitler meninggal sekarang ini masih diselimuti misteri.

Dapat dijumpai penjelasan tentang penyebab dan bila Hitler mati dari beberapa versi. Ada kematian versi Germany, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan.

Versi Germany, seperti yang diceritakan oleh Flegel, salah seorang  perawat Hitler dan petinggi Nazi lainnya saat di dalam bunker.

Versi Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pegawai  tinggi dinas rahasia Rusia, KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf Hitler mengakhiri hidupnya tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun sianida.

Seperti yang dinyatakan oleh Leftnan General Vasily Khristoforov, staf arsip untuk unit keamanan FSB Rusia,Paramedia militer Uni Soviet kala itu telah memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun tewas setelah minum racun sianida pada 30 April 1945.”

Versi para ilmuwan, terakhir adalah menurut pendapat umum dalam hal ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari luar bunker Hitler oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga tewas setelah minum pil sianida pada 30 April 1945.

Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, kami tahu tengkorak itu berhubungan dengan seorang perempuan berusia antara 20 dan 40 tahun,” kata ahli arkelogi Nick Bellantoni dari University Connecticut, AS, dikutip dari Dailymail.

Tulang itu kelihatan sangat tipis, tulang tengkorak laki-laki cenderung lebih kuat. Dan persambungan di mana lempengan tengkorak itu menyatu tampak berhubungan dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56 tahun.

Dengan adanya hasil tes DNA tersebut, berarti sejarah kematian Hitler menjadi sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus memikirkan kembali kemungkinan-kemungkinan lain tentang kematian Hitler, seperti mungkin saja Hitler tidak mati dalam bunker

(Pandangan bahagian lain dari tengkorak yang telah terkenal sebagai   tengkorak  Adolf Hitler (Credit; University of Connecticut )

Sekilas Tentang Adolf Hitler

Mengenai masa kecil, masa remaja, sampai dengan ketika menjadi seorang diktator, Hitler kecil adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan menganggap perilakunya yang “antisosial” sebagai sebuah ‘sumpahan’.

Ayahnya seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat baik kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang memberikan andil besar dalam pembentukan mental dan kejiwaan Hitler saat dewasa.

Ketika hidupnya susah, Perang Dunia-1 pun pecah. Tanpa ragu-ragu Hitler mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan perang di barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Germany di Perang Dunia-1, dan melihat negara dan rakyatnya yang sengsara dan kelaparan, Hitler pun masuk menjadi Anggota Parti Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National Socialistische Deutsche Arbeiter Partei).

Tahun 1920, Hitler menjadi Ketua Bagian Propaganda, disinilah terlihat bakat Hitler di bidang pidato dan agitasi.

Satu tahun kemudian, 1921, akhirnya Hitler menjadi ketua parti.

Akhirnya pada tahun 1962 Hitler mendapatkan wewenang mutlak dari partinya.

Dan Hitler adalah seorang orator ulung ”singa podium”, ahli pidato yang bisa menghipnotis massa pendengarnya.

Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun pencitraan yang sukses melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang sukses melalui propaganda.

Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil membangun opini sebagai fuhrer atau pemimpin yang dapat dipercaya rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak kejayaan.


(Surat Izin Masuk dr Poch ke Indonesia (Dok;Imigresyen)

Bukti-Bukti Hitler di Indonesia

Bagaimana caranya Hitler sampai ke Indonesia? bisa menjadi Warga Negara Indonesia? Bagaimana dia bekerja menjadi seorang doktor di Hospital  Umum Pulau Sumbawa Besar(Indonesia Timur)? dan sampai dengan pertemuan Hitler dengan seorang wanita etnik Sunda yang akhirnya menjadi istrinya?

Juga tentang kesaksian dr Sosro Husodo saat bertemu dengan Hitler ketika di Sumbawa Besar. Dan semuanya dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung serta foto-foto yang akurat.


(Surat permohonan Hitler menjadi warga negara Indonesia)

Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata bersembunyi di Indonesia sejak tahun 1954 sampai dengan tahun 1970, yang kemudian tercium oleh Sekutu (AS, Uni Sovyet, British dan Perancis) yang selanjutnya disiasat oleh Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi.

Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan nama palsu, dr Poch.

Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Pulau Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten(daerah) Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi doktor di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar.


    (Surat keputusan dari Presiden Indonesia bahwa Dr Poch (Hitler) rasmi menjadi warga negara Indonesia)

Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan doktor ini, yang di panggil dengan julukan “doktor Jerman”.

Salah satu peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di Surabaya, yaitu buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran 9×16 cm dengan tebal 44 cm.

Di dalam buku itu tertulis puluhan address book teman-teman dan kolega Hitler yang sama, seperti yang ada di sejarah Eropah.

Begitu pula tulisan tangan yang dibuatnya dibuku-buku tersebut sangat identik dan mirip dengan tulisan tangan Hitler.

Buku ini mempunyai arti yang sangat besar, kerana merupakan salah satu bukti otentik yang menyatakan bahwa dr Poch adalah dewa-Nazi, Adolf Hitler.

            (Surat Izin Memandu dr Poch saat tinggal di Sumbawa Besar)

Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang menggembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler.

Tidak lama setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliau memeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, (tapi sayang Sulaesih lupa namanya) dan dr Poch mengganti namanya menjadi Abdul Kahar. Pada tahun 1965 Hitler pun menikahinya.

Aries Zulkarnaen, salah aeorang  saksi keberadaan dr Poch pada tahun 2010 lalu mengatakan doktor itu punya dua kepribadian yang bertolak belakang, pemarah namun sering bercanda dengan penduduk setempat.

“Dia pemarah, banyak memberi resep dengan mulut [menyebutkan nama obat], tapi kalau ada yang tanya lagi, dia bilang, kan sudah saya bilang,” kata Aries.

Poch juga akan marah jika pasiennya menyebut penyakit yang mereka derita. “Apa kamu doktor?,” kata Aries, menirukan gertakan yang sering diucapkan Poch.

(Adolf Hitler (kanan) saat berusia 75 thn di Sumbawa Besar)

.
(Adolf Hitler.Image from the Thomas J. Dodd Papers, Thomas J. Dodd Research Center, University of Connecticut Libraries. Photo by Presse-Hoffmann-Berlin)

Ditambahkan Aries, Poch yang dia kenal juga humoris. “Tak takut bergurau dengan masyarakat,” kata dia.

Yang paling menonjol dari Poch, ungkap Aries, adalah caranya mengemudi  kenderaan  Jeep kap terbukanya.

“Jalan-jalan di Sumbawa dulu belum bagus, tapi dia memandu dengan satu jari. Luar biasa,” kata Aries. “Itu tanda-tanda dia mantan tentara,” tambah Aries.

Meski tak pernah menyangka bahwa Poch adalah Hitler, Aries mengaku masyarakat memperkirakan dia mantan tentara Nazi.

“Dia sangat energyk, kelihatan sekali tentaranya. Warga saat itu sudah mengira dia mantan tentara NAZI,” jelas dia.

Sebelumnya, di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, doktor lulusan University of  Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan hospital  bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar.

Dr Sosrohusodo menceritakan pengalamannya bertemu dengan doktor tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah hospital  terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.

Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa doktor tersebut tak bisa berjalan normal. Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.

Kemudian tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri doktor Germany itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya botak.

Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun.

Menurut Sosrohusodo, doktor asal Germany yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan.


      (Foto saat Dr Poch menikah dengan Sulaesih)

Dr Sosrohusodo, mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan bila gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “Ini terjadi ketika Germany  kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali,” jelas Sulastri.

Sulastri sudah tahu mengenai peristiwa tersebut sejak beberapa tahun lalu, kerana suaminya telah menceritakan kejadian-kejadian masa lalunya tersebut kepadanya.

Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal(setia) dengan Hilter.

Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya ‘Dolf’, yang diduga kependekan dari Adolf Hitler.

Hitler Mati di Indonesia

Pengakuan Hitler kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahwa dia adalah memang Hitler yang sebenarnya, Der Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler sebelum dia meninggal?

Terdapat pernyataan Stanlin, bahwa yang tewas di dalam bunker di Germany bukanlah Hitler asli. Dan dibagian akhir ini menceritakan bagaimana akhirnya sang diktator itu meninggal di Indonesia.

Selama ini kematian Hitler memang sangat misterius, kerana tidak ada saksi yang dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun, istri terakhirnya pada saat di Eropah.

Di Konferensi Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan bahwa mayat Hitler dan Eva Braun tidak ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini lolos dan melarikan diri ke Sepanyol atau Amerika Latin.

Dan tak berapa lama ada khabar yang mengatakan Hitler kabur menggunakan kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan dimana.

Dunia internasional sama sekali tidak menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi yang sangat kejam itu bersembunyi dengan aman di Sumbawa Besar, sampai meninggal di Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel-Surabaya.

Memeluk Agama Islam

Sebelum menikah,  Sulaesih suka berkunjung ke rumah “dr Poch”, ia sering melihat seorang wanita yang sudah berumur, menurut dr. Poch dia adalah istrinya, orang Germany  juga bernama Helena. Tapi Sulaesih tak percaya kerana Helena terlihat jauh lebih tua dari dr. Poch.

Ketika Helena ingin kembali ke Germany kerana tidak cocok dengan iklim di Sumbawa Besar, ia menitipkan amahan kepada Sulaesih.

Dia menitipkan Gi (sebutan dr. Poch, kependekan dari Georg Anto / GA), tolong diuruskan segala keperluannya. “Mungkin artinya saya harus menikah dengan dr. Poch,” jelas Sulaesih.

Tak lama setelah dr. Poch melamar Sulaesih, ia memeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, tapi sayang Sulaesih lupa namanya, dan dr. Poch mengganti namanya menjadi Abdul Kahar.

Pada tahun 1965, Hitler menikah dengan Sulaesih, wanita sunda asal Bandung yang mengembara ke pulau Sumbawa, mereka berdua menikah secara Islam.

Setahun setelah dr. Poch memeluk Islam pada tahun 1965, ketika Sulaesih sedang bekerja, ada yang menelepon ke KUA (Kantor Urusan Agama), “Ada apa?” Sulaesih bertanya-tanya dalam hati. Sebelumnya saya belum tahu ada apa ketika saya sampai di KUA,” ujar Esih.

Akhirnya Sulaesih menikah pada usia 34 tahun, sedangkan dr. Poch berusia 64 tahun. Walaupun terpaut 30 tahun, tidak menghalangi mereka untuk menikah.

Sulaesih akhirnya tidak lagi bekerja di Pemerintah Daerah, tapi bersama dr. Poch mengurusi pasien dan mengurus rumah tangga.

Penutup

Kematian Diktator Germany, Adolf Hitler yang diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker, pada tanggal 30 April 1945 di Berlin, tetap masih dipertanyakan dan menjadi misteri.

Siapa yang menyaksikan peristiwa di bunker saat Hitler bunuh diri? Tidak ada, sumber cerita tersebut hanya dari mulut ke mulut. Dan pada saat itu, walaupun tidak ada saksi dan bukti yang jelas, pihak Sekutu tetap mengumumkan secara resmi bahwa Hitler dan istri, Eva Braun telah meninggal.

Kebanyakan bekas tentara Nazi pindah dan kabur ke negara-negara di daerah Amerika Selatan seperti Brazil dan Argentina. Hitler sudah tahu masalah itu, oleh kerananya ia tak mau ke Amerika Selatan kerana pasti ditemukan oleh tentara dan inteligen AS serta inteligen negara-negara musuhnya.

Sedangkan Hitler kabur bukannya ke negara Amerika Selatan, melainkan ke Indonesia lewat Italy, ia memilih Indonesia kerana sejak dulu Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu pada masa lalu di zaman kepemimpinan Soekarno, Indonesia sangat tidak menyukai imperialisme yang dipelopori oleh British  dan Amerika.

Memang selama ini Hitler diduga kuat melarikan diri ke suatu negeri di selatan. Salah satu lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat persembunyiannya adalah Indonesia, yang diyakini juga oleh Prof. Arysio Santos (Pakar Fisika Nuklir dan Geolog Brazil) sebagai ‘Atlantis yang hilang’.

Bahkan tentara Nazi mencari Atlantis hingga ke kutub selatan. Legenda Atlantis dekat dengan agama Nazi, oleh sebab itu sejak lama Hitler memang mencarinya.

Di Indonesia pula, Madame Blavatsky yaitu Guru Okultis Hitler, juga tinggal di Indonesia.

Namanya dulu diabadikan sebagai nama jalan, kini diganti menjadi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, di mana Loji Freemason ‘Bintang Timur’ pernah berdiri.

Ditambah lagi dengan adanya sebuah makam misterius di Surabaya diyakini sebagai makam Adolf Hitler.

Berbagai petunjuk memang mengarah ke sana. Terlebih Brandenburgers Codex, sebuah manuskrip berbahasa Germany kuno, ditemukan dan mengindikasikan jika Hitler memang melarikan diri ke Indonesia.

Jadi, bukan tidak mungkin Hitler mati di Indonesia. Kerana Indonesia dianggap tempat yang aman, bagi Hitler. Silahkan siapa pun untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya.

(Ir KGPH Soeryo Goeritno, Msc.,Penulis Buku/icc.wp.com/dan berbagai sumber lain)

(Grave site of Georg Anton Poch, the reputed assumed identity of Adolf Hitler (Surabaya)


(Sulaesih sepeninggal kematian Hitler)

Ini adalah artikel terawal  di dunia maya sejagad raya internet. Pada awalnya  tidak ada terbitannya dalam bahasa asing selain bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis kembali dalam bahasa Melayu  di blog Variety Explorer.com berdasarkan buku “Hitler Mati di Indonesia” dengan bukti-bukti otentik di dalam buku itu yang sangat menganggumkan! Agar tak begitu heboh dan menggoncang dunia, beberapa info memang telah pengarang kaburkan dengan beberapa gubahan pada fotonya. Namun bukti notes atau buku saku adalah bukti paling kuat dan tak akan pernah dipublikasikan.

Kami mengharapkan Anda untuk tak percaya, agar justru sejarah ini dapat selalu dikuburkan dengan baik seperti sediakala. Kerana sejarah hanya “dikarang” oleh sang pemenang, dan akan selalu dipercaya oleh sang pecundang.

Banyak yang membuat copy atau salinannya dan memanipulasi atau memundurkan tarikh  artikel ini agar terlihat menjadi lebih awal dari artikel ini, kamipun bisa demikian, bahkan kami dapat memundurkan artikel hingga ke tahun 1990-an, namun tidak pernah kami lakukan terhadap semua artikel disini. Terima kasih atas perhatiannya yang telah sudi mencantumkan sumber dan waktunya untuk membaca artikel ini, salam damai selalu… :)
-= Foto-foto diatas sengaja diburamkan untuk menghargai hak cipta =-
(Adaptasi dari kata2 peringatan penulis naskah asli -icc.wp.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s