Nasehat Seorang Ayah kepada Putranya


Illustrasi

Variety Explorer.com–WAHAI Putraku…

Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia…

Janganlah berbicara dalam berbagai urusan, kecuali setelah memeriksa kebenaran sumbernya

Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara

Hati-hati dengan isu…

Jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat,

Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seseorang musuh…

Hadapi dengan berbuat baik kepadanya…

Tolak dengan cara yang lebih baik, nescaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih

Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama…

dalam bepergian itu, jati diri manusia terungkap… penampilan lahiriahnya akan luntur dan jati dirinya akan tersingkap!

Dan “bepergian itu disebut safar kerana berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlak dan tabiat!”

Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran, atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk…

bergembiralah…, sebab mereka sebenarnya sedang berkata, “Engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab, anjing yang mati tidak akan ditendang, dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah

Wahai putraku…

Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon- lebah…

dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!

Bangunlah lebih awal…

sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kamu kehilangan kesempatan mendapatkan rezeki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!

Akan aku ceritakan kepadamu kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar

Dan saat seseorang memberikan tsiqahnya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!

Akan aku ajak engkau ke sarang singa…

akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikeranakan ngaumannya!

Akan tetapi, kerana ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain…

jangan mencuri jerih payah orang lain…

sebab engkau menjadi keji!

Akan aku ajak engkau menemui bunglon…(chameleon-kelalaso),

Agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya!

Bunglon mengubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada…

Agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak…

Dan berulang-ulang! Dan bahwasannya ada orang-orang munafik…

banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian…

dan berlindung di balik alasan “ingin berbuat baik”.

Wahai putraku…

Biasakan engkau bersyukur kepada Allah!

Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur pula pada manusia…

Sebab Allah Swt. akan menambah orang-orang bersyukur dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!

Wahai putraku…

Ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!

Dan bahwasannya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan, namun jujur lebih berakhlak bagimu!

Dan bagi orang sepertimu!

 

Wahai putraku…

Persiapkanlah alternatif untuk segala urusan… agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!

Manfaatkan segala peluang… sebab peluang yang datang sekarang… bisa jadi tidak akan berulang!

Jangan berkeluh kesah…

aku harap engkau optimis… siap menghadapi kehidupan…

Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka!

Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!

Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah…

Jangan pula menghina orang kerana postur atau penampilannya…

Sebab dia tidak menciptakan dirinya…

Dan saat engkau menghina orang lain, pada hakikatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat Yang Maha Mencipta dan membuat bentuk rupa…

Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu…

Sebab Allah lah Dzat Yang Menutupi dan mencintai orang yang menutupi!

Jangan menzalimi siapapun…

Dan jika engkau hendak menzalimi dan engkau merasa mampu menzalimi, ingatlah bahwa Allah Swt. lebih mampu!

Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim…

Engkau akan terhairan-hairan… Bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!

Jangan mendebat dalam perdebatan, kedua pihak merugi..

Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita. Dan jika menang, kita juga merugi, kerana kita telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita…

Semua kita kalah… Baik yang merasa menang dan yang merasa belum menang!

Jangan memonopoli pendapat…

Yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!

Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang… Dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar, tegarlah dan jangan terpengaruh!

 

Wahai putraku…

Engkau dapat mengubah keyakinan orang… dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari!

Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi… namun, dengan senyumanmu… dan kosa katamu yang lembut… dengan keduanya, engkau dapat menyihir!

Oleh karena itu, tersenyumlah…

Mahasuci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!

Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!

Jika bibirmu terbuka kerana senyuman, hati akan cepat juga terbuka untuk mengekspresikan isinya…

Jika orang meragukan, bela dirimu… Jelaskan! Dan beri keterangan pembenarannya!

Jangan suka  nimbrung (menyampuk-mencelah) dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan…

Jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!

 

Wahai putraku…

Jangan bersedih terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan!

Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan… sehingga Allah melihat kita… Adakah kita bersabar?

Kerana itu, santai saja… Jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat…

“Jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan!”

Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu…

Tataplah  hari esok, persiapkan diri, dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!

Jadilah orang yang mulia… berbanggalah dengan dirimu!

Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihat…

Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!

Sebab engkau menjadi  besar saat engkau ingin besar…

Hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil.

[eka saleem/Editor by Wilhelmina]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s