Myanmar Tolak Beri Kewarganegaraan pada Rohingya

Puluhan warga Rohingya (Myanmar) yang terdampar di Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Editor by Wilhelmina

 

Variety Explorer.com —Pemerintah Myanmar menegaskan tidak akan memberikan kewarganegaraan pada masyarakat minoriti  Muslim Rohingya. Mereka menganggap keberadaan Rohingya di Myanmar ilegal, tidak peduli akan desakan masyarakat internasional.Puluhan warga Rohingya (Myanmar) yang terdampar di Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Ac


Rohingya hidup tenang di Arab Saudi

Begitulah nasib umat Muslim Rohingya,padahal negara Myanmar itu adalah negara nenek-moyang mereka-Bukan hak mutlak kaum Budhist Burma-sedangkan etnik Burma Budhist itu juga adalah pendatang dari Tibet-Monggolia dan Tanah Besar Tiongkok=penghijrahan puak-puak ini ada kaitan dengan sejarah penaklukan Jenghis Khan-Raja dari Kerajaan Moghul-Monggolia Lama.

 

Sekiranya dunia Islam ini diperintah oleh sebuah keKhalifahan Islamiyah -tidak akan terjadi istilah pelarian umat Islam dimana saja.Contoh ;rakyat Aceh boleh tinggal di Turki begitu juga sebaliknya (Baca; https://helmysyamza.wordpress.com/2013/11/08/sejarah-hubungan-khilafah-islam-usmaniyyah-turkidan-kesultanan-acheh-darussalam/),

 

Kerajaan Islam Andalusia di Cordoba-Sepanyol memerintah selama 800 tahun(lapan abad),umat Kristian dan Islam hidup aman damai-tiada penindasan terjadi,hingga tamadun Islam berkembang maju.

 

Diberitakan Channel News Asia, Khamis 21 November 2013, Myanmar tetap bersikeras tidak akan beri kewarganegaraan pada Rohingya walaupun didesak PBB melalui resolusinya.

“Kami tidak bisa memberikan hak kewarganegaraan bagi mereka yang tidak sesuai hukum, apapun tekanannya. Itu adalah hak kedaulatan kami,” kata juru bicara kepresidenan Myanmar, Ye Htut, melalui akun Facebooknya.

 

Pemerintah Myanmar menganggap Rohingya sebagai masyarakat ilegal dari Bangladesh sehingga tidak bisa diberi kewarganegaraan. Kerana hal inilah minoriti  Rohingya  terpinggirkan. .

 

Ye Htut mengatakan bahwa Bengali -sebutan untuk Rohingya– hanya akan mendapat kewarganegaraan jika memenuhi kriteria yang ditetapkan hukum tahun 1982 soal kependudukan. Dalam hukum tersebut, Rohingya harus menunjukkan bahwa mereka telah tinggal di Myanmar sejak tahun 1823, hal yang sulit untuk ditelusuri.

Pada  census  pertama Myanmar dalam tiga dekad   tahun depan, Rohingya bahkan tidak masuk hitungan. Selain tidak dipedulikan, Rohingya yang kebanyakan tinggal di Rakhine juga kerap jadi sasaran kekerasan.

 

Tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi juga terlihat tidak ambil berat. Dalam hal ini, Parti Liga untuk Demokrasi Suu Kyi sealiran  dengan pemerintah. “Rohingya tidak ada dalam Undang-undang  Myanmar,” kata Nyan Win, juru bicara parti ini.

Sumber ;Agensi/Pelbagai Info

 

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s