Etnik Rohingya Telah 45 Tahun Hidup Damai di Arab Saudi


Rohingya hidup tenang di Arab Saudi

Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.com– Tidak diakui Bangladesh dan Myanmar, orang-orang Rohingya juga tidak diterima di beberapa negara. Mereka terpaksa hidup sebagai imigran gelap, dipenjara dan dihinakan. Ini memang lebih baik ketimbang tetap di Myanmar, jadi sasaran kekerasan dan perkosaan.


Massa FPI demo di Kedutaan  Myanmar

Namun hal berbeda dialami oleh para pengungsi Rohingya di Arab Saudi. Etnik  Rohingya sudah mengungsi ke negara ini sejak 45 tahun lalu, kebanyakan di kota Makkah. Raja Abdul Aziz saat itu justru menawari etnik  Rohingya untuk berlindung di negaranya.

Sejak itulah mereka mendapatkan kewarganegaraan sementara. Kegembiraan ratusan ribu orang Rohingya di Saudi semakin lengkap saat pada Mac-2013  lalu Kerajaan Saudi memberikan status kewarganegaraan percuma  pada 250.000 orang Rohingya.

Berarti, kini mereka berhak atas fasilitas kesehatan, pendidikan dan pekerjaan yang setara dengan warga setempat.

“Dunia baru menyadari penderitaan Rohingya di Burma kurang dari setahun lalu. Tapi Arab Saudi adalah negara satu-satunya yang peduli penderitaan mereka sejak lama,” kata Abdullah Marouf, s/u komuniti Burma dan ketua  Global Rohingya Center di Jeddah, diberitakan Arab News.

“Kerajaan Arab Saudi telah mendukung kami Rohingya tahun 1968, saat Raja Abdul Aziz menerima imigran pertama imigran Burma. Izin tinggal tetap telah dikeluarkan untuk Rohingya tahun 1980 saat pemerintah Raja Saud,” lanjut Marouf lagi saat berbicara pada forum Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di Jeddah.

Selain itu, Rohingya juga telah menyatu  bersama warga Saudi. Ibrahim adalah salah satu orang Rohingya yang berhasil menyatu di Makkah. “Alhamdulillah kami belajar bahasa Arab di sini, tumbuh di sini. Namun kami tidak melupakan bahasa asli kami, termasuk bahasa Rohingya,” kata Ibrahim, dilansir Al Arabiya, Rabu 8 Mei 2013.

“Adik perempuanku menikah dengan orang Saudi. Dan saya, Alhamdulillah, telah tunangan dengan wanita Saudi,” ujar pemuda ini lagi.

Kerajaan Arab  Saudi telah memasukkan komuniti  Rohingya sebagai pendatang yang harus dilindungi negara. Artinya, Rohingya kebal beberapa hukum dan peraturan kependudukan dan tidak ada yang boleh menyakitinya.

 

Tidak hanya melindungi Rohingya di negaranya, Kerajaan Arab  Saudi memberikan bantuan kepada etnik  Muslim Rohingya di Myanmar. Ogos  tahun lalu, atas perintah Raja Abdullah, Saudi menghulurkan  bantuan sebesar US$50 juta  kepada Rohingya yang terkena konflik di Rakhine.
Sumber ; Viva/Arab News

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s