“Seks Jihad”Rekayasa Propaganda Intelijen Iran


Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.com– Damsyik- Al-Arabiya menerbitkan materi tentang kempen  propaganda anti -Islam yang dibeberkan oleh pers Barat, dan menghinakan nilai-nilai Islam secara vulgar. Salah satu tujuan utamanya menjelekkan jihad yang sekarang berlangsung di Syria, terutama dari kalangan Mujahidin.

 

Media Barat memperkenalkan  slogan tentang, “Seks Jihad” dalam konteks perang di Syria.

 

Saluran TV Al – Arabiya dengan merujuk seorang ahli bernama Noman Benotman, mengatakan bahwa kekuasaan di balik mithos propaganda anti-Islam adalah intelijen Iran dan regim Syiah Alawiyyin Bashar al-Assad, ungkap Noman Benotman mantan anggota “Kelompok Pejuang Islam Libya”.

 

Dengan demikian, kata Noman  kaum Syiah berusaha menghancurkan gambaran tentang, “Sunni dan Islam”, jelasnya. Dia menunjukkan bahwa apa yang disebut “fatwa” yang memungkinkan prostitusi (pelacuran) dalam bentuk yang disebut “pernikahan sementara”, yang dikeluarkan oleh ulama Islam, semata-mata, rekayasa intelijen Iran.

 

Perlu disebutkan dalam kontek ini adanya fakta bahwa prostitusi secara rasmi diperbolehkan dalam Syi’ah . Hal ini dilakukan dalam bentuk yang terkenal, “kahwin kontrak”-Mut’ah  yang menurut ajaran Syiah dapat melakukannya  dalam jangka waktu beberapa jam sampai beberapa bulan atau tahun. Di Iran, Irak dan Lebanon,  ada perusahaan publik khusus untuk merekrut pelacur yang seharusnya “membantu tentara Syiah dalam perang melawan Mujahidin  di Syria”.

 

Islam dengan sangat tegas melarang pernikahan sementara,  hukuman yang oleh hukum Syariah adalah sama seperti melakaukan  perzinaan.

 

Noman Benotman  menunjukkan bahwa informasi pertama tentang dugaan prostitusi diizinkan oleh ulama Islam dan perekrutan perempuan Tunisia diterbitkan oleh website  Lebanon yang dekat dengan Bashar al – Assad. Namun, informasi ini tidak ada hubungannya dengan realiti  kehidupan di Tunisia.

 

Kalangan pakar yang berhimpun  dalam Yayasan Quilliam yang dipimpin  Noman Benotman, mengatakan bahwa “fiksyen yang dibuat oleh intelijen Iran benar-benar bertentangan dengan Islam. Menurut dia, adalah kelompok Syiah yang menyebarkan legenda ”Seks jihad di Syria” dalam konteks terungkapnya dalam perang di Syria yang dijalankan oleh Regim Syiah Bashar al-Assad melawan kekuatan Islam. Tujuannya melindungi regim Assad dan dari kekalahan menghadapi kalangan Jihadis dan Mujahidin yang  berjuang untuk membentuk Imarah yang berlandaskan Syariah Islam.

 

Benotman mengatakan, “Jihad dan kelompok-kelompok Mujahidin  dari berbagai negara  melarang kehadiran perempuan di tempat-tempat pertemuan kelompok besar.  Beberapa Mujahidin menolak,  bahkan menjawab panggilan talipon dari istri mereka . . “, ungkap Benotman.

 

Benotman menunjukkan bahwa “Sejumlah wanita Tunisia berada di Syria, mereka ada sebelum perang, dan beberapa dari mereka mencari nafkah sebagai pelacur, tapi itu tidak ada hubungannya dengan apa yang disebut fatwa ”pernikahan jihad”  yang sepenuhnya mendistorsi Islam dan komuniti Muslim”.

 

Wartawan Al- Arabiya, Alia Ibrahim, mengatakan bahwa dia telah melakukan kunjungan ke Tunisia,  melakukan penyelidikan jurnalistik (investigasi)  pada kes yang ada, terkait dengan perempuan Tunisia yang menjadi subjek dan bertemu dengan Menteri Urusan Wanita Sihem Badi. Badi mengatakan bahwa sama sekali tidak ada bukti praktek pelacuran di medan jihad seperti itu, dan bertentangan dengan tulisan-tulisan orang Iran dan pers Barat .

 

Alia juga berbicara dengan wartawan Tunisia yang sedang menyelidiki laporan seorang gadis Luma,  diduga kembali dari Syria hamil. Kisahnya masih diulang oleh pers Barat. Ternyata gadis Luma tidak ada, dan itu tidak lebih dari fabrikasi (rekaan) lain pers Barat.

 

Benotman mengatakan bahwa informasi tentang pelacur Tunisia di Syria awalnya diedarkan oleh stesyen TV-Syiah Lebanon, dan pemerintah Tunisia mulai ” “mengambil alih dan  memecahkan masalah itu”, dan bahkan memeriksa kebenaran informasi itu.

 

Foto yang terkenal beberapa  “gadis”, yang diduga pergi ke Syria  bergabung dengan “pernikahan jihad” telah diumumkan di semua website Arab dan benar-benar telah direkayasa dan foto itu sendiri diambil di Chechnya .

 

Disebutkan dalam konteks ini fakta bahwa tema terbaru dari “pernikahan sementara jihadis”, memang aktif digunakan  propaganda oleh FSB (Intelijen Rusia). Jadi beberapa hari yang lalu, Televisyen Rusia memperlihatkan reportage  secara besar-besaran menipu tentang ”wanita jihad” di Stavropol dan “perekrut pembom bunuh diri wanita” di pinggiran kota.

 

Terlepas dari kenyataan yang ada bahwa cerita-cerita ini dengan tegas membantah, stesyen TV- Rusia dan media lain gagal untuk menyebutkan adanya fakta yang sesungguhnya.

Intelijen Iran, Lebanon, Syria, dan Rusia berusaha dengan melalui cara-cara kotor, dan tidak beradab dan melakukan fitnah yang sangat keji, memberikan gambaran yang sangat buruk dengan “Seks Jihad” yang ingin memperburuk gambaran tentang Jihad, Mujahidin, dan Islam. Itulah yang sekarang berlangsung di Syria. Intelijen Iran menyebarkan kebohongan palsu dalam rangka membela Bashar al-Assad.
Wallahu a’lam.
(nahimunkar/voa-islam.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s