Warga Acheh Temui Dua Bilah Pedang Berlapis Emas Tertulis “Shaver Cool VOC”

Sepasang Pedang Emas VOC
Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.com–Sepasang pedang ditemukan dalam kawasan ber-paya  tempat yang sebelumnya ditemukan Coin emas, di Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh. Penemuan sepasang pedang ini membuat heboh untuk kedua kalinya bagi penduduk  Kota Banda Aceh. (baca: https://helmysyamza.wordpress.com/2013/11/15/warga-aceh-temui-coins-emas-lafaz-allah-di-kawasan-paya/)

Menurut keterangan salah seorang penduduk setempat, Saiful, pedang itu ditemukan oleh seorang yang akhirnya diketahui bernama Rizwan (26), ia datang ke lokasi kerana adanya berita sebelumnya, yaitu penemuan coin emas di Gampong Pande(Kampung Pintar).

Warga tersebut terakhir diketahui sengaja datang dari Kabupaten Aceh Timur, asal Kota Langsa yang selama ini tinggal bersama Muslim, pakciknya, di Punge Blangcut, Banda Aceh.

                            Penduduk sedang mencari coin emas


     Lokasi ditemukannya sepasang pedang emas

Penemuan Sebuah Teko

Rizwan akhirnya juga bertutur kepada akhbar Serambi , cerita awal penemuan pedang VOC[syarikat penjajah Belanda] tersebut, ditemani rakannya bernama Mansyur dan Muslim. Ia tertarik datang ke lokasi yang sebelumnya tempat ditemukan ratusan keping coin emas, Isnin lalu.

Semua itu kerana Mansyur membawa pulang pecahan teko yang ia temukan dilokasi tersebut sebelumnya saat memburu coin emas, pada Selasa (12/11/13) siang.

Setelah melihat pecahan teko tersebut, Rizwan minta kepada Mansyur agar ia mengantarkan dirinya ke lokasi tempat teko itu ditemukan. Permintaan itu akhirnya dipenuhi oleh Mansyur. Setelah mengetahui dan melihat lokasinya, lalu mereka pulang.

                 Pecahan teko tempat coin emas yang ditemukan

Berawal Dari Mimpi

Rizwan (26) sang penemu pedang mengaku menemukan pedang peninggalan sejarah ini setelah ia bermimpi sejak tiga malam yang lalu. Dalam mimpinya, ada yang berpesan menyuruh Rizwan untuk mengambil sepasang pedang di rawa-rawa, dikawasan Gampung Pande.

Itu sebabnya pada saat temannya bernama Mansyur menemukan teko, Rizwan minta agar temannya itu dapat menunjukkan lokasi tempat ditemukannya teko tua tersebut sebagai patokan lokasi. Namun pada saat mencari pedang, Rizwan menemui kendala, ia tak menemukan apa-apa.

“Dalam mimpi, saya disuruh ambil pedang itu untuk saya simpan dan saya rawat. Saya sudah mencari pedang itu sejak hari Rabu (13/11/2013) dini hari sekitar pukul 03.00 pm, sampai pagi saya cari tidak dapat,” ujarnya.

Rizwan Penasaran, Bolak-Balik Ke Lokasi

Terlanjur penasaran, pada Rabu (13/11/13) sekitar pukul 14.00 am, Rizwan mengaku kembali lagi ke lokasi dengan mengajak Mansyur.

“Lalu, siangnya sekitar pukul 14.00 , saya kembali ke lokasi tersebut untuk mencari,” jelasnya.

Namun kerana tak mendapatkan barang yang dia cari, Rizwan akhirnya pulang lagi.

Tapi rasa penasaran tetap menyelimuti hati Rizwan, akhirnya sekitar pukul 23.30 am’ Rizwan si pemuda nekat ini malam-malam kembali lagi ke area Kuala Krueng Geudong, Gampong Pande. Kali ini bersama temannya yang lain, bernama Syaiful.

 Diperingatkan Warga Setempat

Sedangkan menurut keterangan warga setempat, sejak Selasa (12/11/2013) malam, warga sempat berpapasan dengan Rizwan yang mengaku dari Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Pemuda itu, bersama rekannya hendak melihat lokasi Kuala Krueng Geudong, tempat coin emas ditemukan. Warga setempat sudah mengingatkan agar pemuda tersebut tidak memasuki area terlarang itu.

“Saya sempat bertemu warga. Mereka sempat ingatkan saya agar tidak masuk ke lokasi itu, karena menurut mereka kawasan terlarang. Kalaupun masuk, risikonya tanggung sendiri. Tapi saya tetap masuk,” kata Rizwan.

Warga setempat yang memperingatkan Riswan mengingatkan, kalau nekat masuk, kemungkinan tidak bisa kembali lagi atau akan berhadapan dengan hal-hal ganjil.

Menurut keterangan warga, beberapa dari pemuda itu memang langsung pulang. Hanya seorang pemuda (Rizwan) yang tetap bersikeras tetap masuk ke kawasan  terlarang itu.

Lari Dikejar Harimau Mistik.

Tak lama berselang mencari di paya-paya, tiba-tiba Rizwan terlihat berlari kencang ke arah penduduk  Gampong Pande, yang sebelumnya sudah mengingatkannya. Dengan sandal putus dan nafas terengah-engah, si pemuda mengaku melihat sosok seekor harimau besar yang langsung mengejarnya.

pedang voc di aceh 03

Sepasang pedang VOC yang ditemukan dipaya-paya diperlihatkan kepada penduduk  melalui jendela.

Kata Rizwan, di lokasi itu ada seekor harimau yang menjaga di lokasi tersebut. Sedangkan temannya, Syaiful justru memutuskan menunggu di permukiman penduduk.

“Pada saat masuk ke tempat itu, saya lihat ada seekor harimau besar yang berjalan di depan saya. Lalu saya jalan lagi, tiba-tiba ada ular besar di pohon. Waktu itulah saya lari dan pulang,” kata Rizwan.

Dengan wajah terlihat pucat pasi, akhirnya pemuda itu meninggalkan Gampong Pande.

Namun akhirnya Rizwan kembali lagi ke lokasi dan berhasil menemukan sepasang pedang VOC dari hasil mimpinya itu.

“Awalnya, pedang yang ditemukan itu dimasukkan dalam karung, saat warga tanya, dibilang itu kayu,” jelas Syaiful. Kerana warga semakin curiga, sebut Syaiful, lalu salah seorang warga dan termasuk dirinya merampas barang tersebut dari tangan laki-laki itu.

“Waktu karungnya dirampas, pas dilihat ada pedang, langsung kami hubungi pihak terkait dan disimpan di pejabat  ketua kampung. Akhirnya, pedang itu berhasil diamankan penduduk, sedangkan Rizwan langsung menghilang,” tutur Syaiful.

Rizwan Tak Sadar Saat Menemukan Pedang

Rizwan pemuda asal Kabupaten Langsa, yang menemukan harta karun berupa sepasang pedang bertuliskan VOC dan berlapis emas pada Rabu (13/11/2013) sore, sempat hilang tiba-tiba, setelah pedang yang ditemukan disita oleh pegawai Desa Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh.

Namun pada esoknya Kamis (14/1/2013) siang, ternyata pemuda itu muncul dan menemui Timbalan Datuk Bandar, Banda Aceh untuk menjelaskan kronologi penemuan pedang olehnya.

“Setelah kedua pedang itu saya temukan, saya ditahan penduduk setempat. Sehingga saya dibawa ke pejabat keuchik(ketua kampung). Begitulah ceritanya. Saya pergi, kerana waktu itu, saya tak pakai baju, sehingga warga saat itu tidak sempat menanyakan siapa nama saya,” ungkap Rizwan.

“Saya saat sampai ke lokasi penemuan pedang itu dalam kondisi tidak sadar. Waktu pergi dari rumah, saya memang dalam kondisi sadar,” kata Rizwan saat ditemui di kantin samping Pejabat Datuk Bandar , Banda Aceh.

Rizwan: Pedang Berlapis Emas VOC Itu Dijaga Harimau dan Ular

Pedang VOC yang ditemukan sedang dipegang oleh tokoh kampong.

Jika pedang peninggalan bersejarah itu disita oleh pemerintah, Rizwan berharap ada penghargaan atau kompensasi untuknya yang menemukan.

“Saya harap pemerintah Kota Banda Aceh juga memugar lokasi tempat saya temukan pedang itu kerana di situ ada banyak kuburan ulama Aceh terdahulu,” ujar Rizwan.

Saat Rizwan mencari pedang itu, ia sempat dirakam oleh rekannya yang bernama Mansur dengan menggunakan handycam.

Dalam rekaman video saat diperlihatkan oleh Mansur kepada wartawan, terlihat mulai dari Rizwan sedang mencari hingga saat menemukan pedang.

“Ini videonya, saya sempat rakam dari awal saat Rizwan menemukan pedang itu,” kata Mansur. Namun, video utuh yang diabadikan oleh Mansur tidak diberikan kepada wartawan.

Kedua Pedang Bersalut Emas

Pedang yang ditemukan itu di gagangnya dilapisi dengan emas. Demikian juga ada tulisan VOC pada pedang tersebut. Panjang pedang tersebut diperkirakan mencapai satu(1) meter.

pedang voc di aceh 01

Sepasang pedang yang ditemukan bergagang gading.

Sementara itu, Ketua Kampong  setempat, Amiruddin membenarkan perihal penemuan pedang tersebut. Katanya, pedang itu untuk sementara waktu disimpan di pejabat ketua kampong.

“Setelah ini akan kita serahkan pada pihak Pemerintah Kota Banda Aceh,” jelas Amiruddin.

Kini, di Pejabat Keuchik Gampong Pande, Jalan Tgk Dikandang, mulai tampak sebagian warga mengunjungi pejabat kampong  itu.

Mereka ingin melihat sepasang pedang VOC yang ditemukan Rizwan, Rabu (13/11).

Untuk mengatasi rasa penasaran warga yang mengunjungi tempat itu, di bagian dinding pejabat keuchik akhirnya ditampal dua foto bergambar pedang yang ditemukan.

Di sana juga ada tulisan di kertas karton merah yang berbunyi:

“Untuk sementara waktu demi keamanan kita bersama, maka pedang kami amankan dulu. Demikian, untuk dimaklumi bersama. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Tertanda Keuchik Gampong Pande, Amiruddin.”


Warga memotret pedang kuno di pejabat  Geuchik Gampong Pande, Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (13/11/2013). Dua bilah pedang berlapis emas dan bertuliskan Shaver Cool VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) ditemukan warga yang sedang mencari coin emas di Kuala Krueng Geudong Gampong. | SERAMBI INDONESIA / M ANSHAR/ via: Kompas

Tampak pihak polis mulai menjaga situs bersejarah yang berupa paya-paya tersebut. (kompas)


Sepasang pedang zaman VOC  diperlihatkan kepada  warga/media.

VIDEO:  Liputan penemuan pedang VOC berlapis emas di Banda Aceh

(tribunnews/merdeka/kompas/indoindocropcircles)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s