Fatwa Pendeta Syiah Ajarkan Wanita Jadi Pelacur,!

#SayNoToSyiah #SyiahBukanIslam

Editor by Wilhelmina | Freelance Writer

1) Pertanyaan:

Nama saya Muna Abdul Ridha, pertanya’anku adalah: Dapatkah saya memberi tarif harga pada setiap bagian tubuh saya untuk di mut’ah oleh lelaki,

 

Jawaban  Ayatullah al-’Amili :

 

Tidak di ragukan wahai saudariku yang mulia : ini adalah hak anda, dan nikah mut’ah adalah rantaian ijab dan qabul. sebagaimana seorang lelaki menyewa rumah atau kereta atau himar-nya maka anda juga demikian, kamu mempunyai hak untuk menyewakan bagian tubuh kamu, semua tubuh kamu atau sebagian tubuh kamu, dengan demikian lelaki bisa bersenang-senang dengan kamu dari bagian tubuh yang kamu sewakan.

 

Fatwa dari Ayatullah al-Udzhma Sayyid as-Sistani :

2) Pertanyaan:

Apakah boleh nikah mut’ah  dijadikan sebagai profesi oleh para wanita dan gadis dengan batas-batas yang layak sebagai penunjang kehidupan dan pekerjaan mereka melalui nikah mut’ah???

Jawaban: Boleh.!

Itulah beberapa fatwa yang dikemukan oleh “Pendeta’” Syi’ah. Dari beberapa fatwa di atas, Anda bisa menilai dan menimbang ajaran Syi’ah.

Apakah ajaran Syi’ah adalah ajaran yang dibawa oleh suri tauladan kita sepanjang zaman,Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-?

Ataukah ajaran Syi’ah ini memang dibawa oleh orang-orang yang sebenarnya ingin menghancurkan Islam???…

Semoga Allah Ta’ala- selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus. Amin ya Rabbal ‘Alamiin.

 

AlKisah Sesatnya Nikah Mut’ah: “Menggauli Adik Kandung Di Hotel-Iran”

[menangis hati ini mendengar kisah ini, sebarkan saudaraku jika kalian peduli,!]

Ini adalah kisah nyata seorang penganut Syiah di Indonesia yang sangat benci ketika ada orang yang melecehkan Syiah.

Namun ternyata, setelah beberapa bulan berikutnya dia berbalik, yang tadinya benci ketika ada orang yang melecehkan Syiah, sekarang amat benci dengan Syiah.

Ditanyakan kenapa boleh  sampai seperti itu.

Jawabnya adalah ketika ia menuntut ilmu di Iran, ia mempunyai sahabat yang merupakan tempatan penduduk Iran, dan tentunya seaqidah dengannya, sama-sama Syiah.

Sahabatnya itu memperkenalkan suatu tempat yang setiap malam Jum’at selalu dilakukan sebagai tempat nikah mut’ah. Sahabatnya itu kerap mendatangi tempat itu.

Tapi ada suatu yang ganjil dari proses nikah mut’ah tersebut. Setiap malam Jumat, semua lampu dalam hotel tersebut dimatikan. Alasan pemilik hotel, pemadaman itu dilakukan agar masyarakat sekitar yang nikah mut’ah di tempat tersebut tidak saling mengenal, dan jika bertemu di siang hari tidak malu.

Si sahabatnya itu penasaran. Berkali-kali ia nikah mut’ah namun tidak mengetahui sama siapa ia bersetubuh.

Maka ia mempunyai idea pada saat ijab-qobul (dalam suasana gelap), ia memberi cincin sebagai mas kawin dan agar selalu dipakai oleh wanita tersebut.

Setelah aqad persetubuhan selesai, lelaki itu pulang ke rumah nya dan wanita itu menunggu datangnya siang hari baru untuk pulang.

Dan di pagi-pagi sekali, ia mendatangi hotel tersebut dan mengumpulkan wanita-wanita yang ia mut’ahi pada malam harinya.

Lalu dicarilah perempuan yang memakai cincin dan setelah bertemu, dan dibukakan hijabnya, dia terperanjat  setengah mati.

Ternyata wanita yang disetubuhinya semalam adalah adiknya sendiri yang juga tengah menuntut ilmu di negeri Iran itu.

Dari situ dia sangat menyesal, dan begitu merasa bersalah.

Setelah kejadian ini banyak yang terbongkar dengan siapa mereka mut’ah (baca; bersetubuh), ada yang bersama sepupunya, bahkan ada yang bersetubuh dengan ibunya sendiri.

Na’udzubillahminzalik.

Pustaka :nahimunkar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s