MUI Bongkar Paksi Penyebaran Syiah di Indonesia


Illustrasi

 

VarietyExplorer.com–Tersebarnya ajaran Syiah di Malaysia dan Indonesia kini  yang telah difatwakan menyimpang serta sesat oleh Majelis Ulama Indonesia pusat (MUI) dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia(JAKIM)   tak lepas dari lembaga-lembaga dan yayasan-yayasan serta NGO-NGO yang tersebar di Malaysia dan  Indonesia. Di samping itu, media cetak dan elektronik juga menjadi ranah penyebaran sekte-aliran  yang didukung negara Iran tersebut.

Meskipun doktrin Taqiyah yang menjadi salah satu keyakinan pokok Syiah menyulitkan mengidentifikasi keberadaannya, namun menurut penelitian MUI, kaum Syiah aktif menggelar/memprakarsai  kajian dan menyebarkan ajaran menyimpang mereka kepada masyarakat Indonesia mahupun di Malaysia.

Dari buku panduan ‘Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia’ pada November 2013 ini, MUI menyebutkan bahwa ajaran Syiah telah menyebar hampir di pulau-pulau besar di seluruh Indonesia. Akan tetapi, kata MUI, secara umum pusat kegiatan ajaran Syiah berada di pulau Jawa.

Dari kajian dan penelitian yang dilakukan MUI terdapat lima poros-paksi/axis kegiatan Syiah di palau Jawa. Berikut lima paksikegiatan yang disebutkan MUI dalam buku yang kehadirannya disambut baik oleh dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia tersebut:

Pertama: Paksi  Jakarta di Islamic Cultural Center (ICC). Lembaga yang awalnya bernama Islamic Center Jakarta ini beralamatkan JL. Buncit Raya KV. 35, Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Diyakini, lembaga dengan alamat wesite http://www.icc-jakarta.com itu sebagai pusat kendali operasi kegiatan Syiah di Jabodetabek(Jakarta-Bogor-Tanggerang- Bekasi), bahkan di Indonesia.

Lembaga yang diasaskan  oleh tokoh-tokoh Syiah  Nasional, seperti Jalaludin Rahmat, Haidar Bagir dan Umar Shabat tersebut sering mempromosikan berbagai kegiatan Syiah. Di antara kegiatan yang sering digelar lembaga yang secara struktur dipimpin Mohsen Hakimollahi itu, seperti perayaan Asyura 10 Muharram, Arbain Imam Hussain dan peringatan Revolusi Iran

 

Adapun di antara ustadz yang tercatat sebagai pendakwah  ICC, sebagaimana disebutkan MUI, adalah Umar Shahab, Husein Shahab, Muhsin Labib, Abdullah Beik, Mahdi Alaydrus, Musa Kadzim, Ahmad Helmi dan Salman Parisi. ICC juga memiliki team khusus untuk menangani penyebaran ajaran mereka melalui media online.

Kedua: Paksi  Pekalongan-Semarang. Di kota batik ini , pusat penyebaran ajaran  Syiah berada di ponpes(Pondok-Pesantren) Al-Hadi Pekalongan yang beralamat di Jl. Agus Salim, Gang 5, no.4, rt 1/3, kelurahan Klego, Pekalongan, Jawa Tengah. Meskipun pesantren tersebut telah dirikan sejak 1988, akan tetapi sebagian masyarakat tidak mengetahui keberadaan ponpes dipimpin oleh Ahmad Baraqbah dan Thoha Musawa itu. Tidak ada papan-tanda  yang menunjukkan ponpes Al Hadi.

Sementara itu di ibukota provinsi Jawa Tengah tersebut , penyebaran ajaran Syiah berpusat di mushalla Al Husainiyah, Nurul Tsaqalain yang terletak di Jl. Boom Lama, no. 2, Semarang Utara. Bahkan, para pengikut Syiah di Semarang secara terang-terangan melaksanakan ritual shalat Jum’at ala Syiah di mushallah yang dikelola yayasan Nurut Tsaqalain pimpinan Achmad Alatas tersebut.

Ketiga: Paksi  Yogyakarta. Di kota pelajar tersebut, kegiatan ajaran Syiah difasilitasi oleh Yayasan Rausyan Fikr. Menurut MUI, yayasan Rausyan Fikr sangat aktif menggelar kegiatan-kegiatan yang bertujuan menyebarkan faham Syiah. Di jogja juga terdapat organisasi Al Amin yang dimotori oleh para pemuda Alawiyin (Syiah). Akan tetapi, organisasi yang dibentuk dari ajang silaturrahmi antar perkumpulan Sayyid dan Syarifah itu enggan mengakui dirinya Syiah.

Keempat: Paksi Bangil dan Pasuruan. Bisa dikatakan, Bangil adalah poros/paksi  utama tersebarnya faham Syiah di Indonesia. Pasalnya, hampir semua tokoh muda Syiah di Indonesia yang berusia 40-50 tahun pernah mengenyam pendidikan di ponpes YAPI (yayasan Pendidikan Islam) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur tersebut.

YAPI Bangil didirikan oleh Husein bin Abu Bakar Al Habsyi pada 21 Juni 1976. Tak hanya pesantren, yayasan yang pernah disinggahi ustad Mudzakir Solo itu juga menggelar pendidikan terpadu dari mulai tadika  hinga jenjang perguruan Tinggi, Sarjana.

Di Pasuruan, poros kegiatan ajaran Syiah berada di bawah naungan Yayasan Al Itrah. Yayasan yang pertama kali didirikan oleh Ali Umar Al Habsyi dan Sayyid Abdullah Al Haddad  itu berdiri sejak 1996 silam. Meskipun kegiatannya sempat mati Suri selama beberapa tahun, namun pada 2006 yayasan tersebut kembali aktif dan membentuk pengurusan baru di bawah pimpinan Ali Ridho Assegaf.

Kelima: Poros Bandung. Motor penggerak utama Syiah di kota Kembang adalah Jalaludin Rakhmat, melalui organisasi Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). Dari semua organisasi dan lembaga Syiah di Indonesia, IJABI merupakan organisasi yang sayapnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia, sampai tingkat daerah.

Selain Ijabi, di Bandung juga terdapat yayasan dan lembaga Syiah lainnya yang cukup aktif, seperti Al Jawwad dan Yayasan Sepuluh Muharram (YPM). Sementara di pendidikan, Syiah Bandung memiliki yayasan Muthahhari yang mengelola pendidikan unggulan di Bandung. Selain menawarkan pendidikan gratis untuk warga miskin, yayasan Muthahhari juga menyelenggarakan pendidikan yang dikelola secara komersial dengan biaya yang cukup mahal.

 

Adaptasi dari Naskah asal ;MUI Bongkar Poros Penyebaran Syiah di Indonesia/http://www.kiblat.net/
Editor (Malaysia);Wilhelmina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s