Di Balik Jeriji Penjara:“Aku,Dunia,Dan Jilbabku”

Editor by Wilhelmina

Sekarang, Di manakah Aku?

Kutarik nafas panjang dan dalam, sambil tersenyum, kan kusampaikan jua padamu kawan.

“Sekarang… Saat aku menulis karyaku ini… Aku sedang di penjara. Dan aku tetap berjilbab, sekalipun ada pihak yang pernah memintaku membukanya.”

“Di penjara ini, aku berdoa semoga Allah masih memberiku kemampuan, kesempatan dan kemudahan untuk berdakwah dan berkarya. Syukur-syukur bisa berdakwah melalui karyaku.. dengan jilbabku… di manapun aku berada, semoga aku tetap istiqomah. Aamiin.”

“Dan inilah duniaku saat ini, dunia yang pernah dirasakan Nabi Yusuf alaihissalam, yang tadinya tidak pernah sekalipun terlintas dalam benakku, aku akan tinggal di dalamnya.”

Kalian mungkin heran dan bertanya-tanya mengapa aku di penjara?

Dua tahun yang lalu, akaun bank ku dipinjam suamiku untuk jualan saham dalam mata uang Euro selama 3 bulan, dan hanya itu yang kuketahui mengenainya, tidak kurang, tidak lebih. Setahun setelahnya, aku diperkarakan pen-danaan terorisme. Padahal aku sama sekali tidak mendukung terorisme, apalagi mendana-i.

Dalam perbicaraanku tidak ada seorang pun saksi yang menyatakan kesaksiannya bahwa aku melakukan sesuai dengan tuduhan pendakwa.. Bahkan hampir semuanya tidak mengenalku, kecuali suamiku, ibuku dan iparku. Bagaimanapun juga hakim menghukum ketidaktahuanku dengan 4 tahun penjara denda 200 juta-rupiah subsider 2 bulan. Dengan jatuhnya vonis itu, aku rasmi menjadi banduan kes terorisme
.

Seram kan? Tidak melakukan teror sama sekali, tak mendukung teror tapi dianggap demikian, dicap jadi teroris lagi? Allahu musta’an.

“Saya berlepas diri dari apa yang dituduhkan pada saya. Kecewa jelas ada. Saya sudah jelaskan dalam pledoi bahwa sangatlah mustahil saya nekad menggunakan akaun-akaun saya pribadi yang terdaftar dengan Kad pengenalan  asli saya satu-satunya untuk jual beli yang mengandung unsur kejahatan,” kataku ketika ditanya tim voa-islam.

 

“Majelis menurut kami terlampau jauh memahami ‘kesengajaan’ Nurul yang memberikan nomor akaun kepada Cahya. Padahal ‘kesengajaan’ itu tidak boleh melampaui yang senyatanya ada. Berdasarkan fakta persidangan, diberikannya nombor akaun bank itu untuk keperluan mengirimkan nafkah. Sebatas itu yang Nurul tahu, bukan seperti yang didalilkan

Pendakwa Raya yang menyatakan bahwa Nurul sepatutnya menduga bahwa dana yang masuk ke akaunnya adalah hasil dari tindak jenayah  terorisme yang kemudian diambil alih oleh majelis untuk menyatakan Nurul bersalah,”pengacaraku menyatakan kejanggalan keputusan hakim saat diwawancara voa-islam.com.

“Apakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran,” (AlQuran-Surah Az Zumar : 9).

Jangan terperanjat, ini bukan yang pertama kalinya terjadi.

Demikianlah dunia, begitu fana!

Segala prestasi segudang, karier setinggi langit, citra luar biasa hebat, itu semua hanyalah titipan Allah. Hak-Nya lah untuk menguji manusia dengan mengambilnya kembali dan mengingatkan bahwa “kehidupan dunia hanyalah kesenangan memperdaya. Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. ” (AlQurah;S 3 : 185-186). Mengingatkan bahwa segala kemuliaan adalah milik-Nya saja.

Bahwa saat terpuruk, saat diri merasa dihinakan, kita akan merasa kecil di sisi Allah. Percayalah! Saat itu tidak akan ada amalan duniawi yang bisa diandalkan, kecuali amalan yang diperintahkan Allah dan kita melakukannya untuk dunia dan akhirat kita.

Inilah ujianku, bagiku amalanku dan bagimu amalanmu serta kamupun akan diuji, friends!

Jadi berkacalah dariku, aku dulu setiap hari kemana-mana, online ditemani laptop. Begitu sampai sini, laptopnya tak boleh ikut. Hehe.

Dulu, aku pelajar yang workaholic, tidur jarang. Sekarang? Tak bisa jalan-jalan bebas walau sekedar beli gulai kambing di depo.

Dulu, aku korban de-radikalisasi, korban pembusukan dan penyempitan makna jihad yang disamakan dengan terorisme oleh Amerika. Mau ikut pengajian aja takut.

Sekarang, eh.. Malah dicap teroris! Hehe…

Kalian, sementara masih dimuliakan Allah, disehatkan-Nya, dikuatkan-Nya, dikayakan oleh-Nya, jangan tunda sedikitpun untuk menyambut seruan Allah. Tolonglah agama Allah, agar Dia meneguhkan kedudukanmu (AlQuran;S 47: 7).

***

Jadi sahabatku…

Kalau engkau masih belum berjilbab…

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan kepada mereka dan janganlah mereka berlaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.” (QS Al Hadid : 16)

Jadi…

Belum tibakah saatnya bagi seorang muslimah sholihah sepertimu untuk segera berjilbab?

Naskah By: Nurul ‘Azmy Tibyani, Sukolilo
Penjara Korps
Brimob Kelapa Dua, Depok.Jawa Barat Indonesia


(Dipetik bagian akhir dari tulisan Nurul ‘Azmy Tibyani, Wanita Berjilbab yang Dipenjara, berjudul “Aku, Dunia, Dan Jilbabku”, pemenang nombor 1 dari 10 kisah terfavorit peraduan “Ceritaku dan Jilbabku” yang diselenggarakan oleh Kemuslimahan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Jama’ah Sholahuddin University Gajah Mada Jogjakarta(UGM).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s