Pendeta Dr. Yakub Sulistyo; Teks- “Allah Hanya Untuk Umat Islam”

Potrait : Pendeta  Dr. Jakoeb Soelistyo

Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.com–Polemik penggunaan kata/kalimat  “Allah” tidak berhenti meski Kerajaan  Malaysia telah memutuskan kata itu hanya untuk umat Islam. Kalangan “liberalis” di Indonesia bahkan ikut-ikutan mencemooh  keputusan Mahkamah  Malaysia itu melalui jejaring Twitter.

Bahkan ada juga rakyat Malaysia Muslim yang kurang memahami berkenaan isu kalimat Allah secara hukum yang termaktub di alQuran bahkan  secara adab ilmu Tata Bahasa Arab: Nahwu,Syaraf,Mantik,Balaghah telah ikut2 mencemooh keputusan Majkamah Rayuan Malaysia tersebut- Watak2 mereka tak ubah macam puak Liberalisme-Pluralisme Agama di Indonesia.

Ditambah pula keputusan Kerajaan Malaysia tentang isu kalimat Allah tsb tidak berlaku/berkuat-kuasa di Sabah/Sarawak.keputusan Mahkamah rayuan ini ganya berlaku untuk Semenanjung sahaja.
menurut beberapa pemerhati keputusan Kerajaan ini adalah bersifat ‘keputusan/pengaruh politik’ bukan berdasarkan syariat agama Islam

Tapi yang menarik ada pendapat berbeda malah disampaikan seorang Pendeta Kristian dari Kota Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Indonesia, Pendeta bernama Dr. Jakoeb Soelistyo dalam email beserta teks berupa “pdf” yang dikirim ke Redaksi beberapa media Islam Indonesia bahkan mau memperjuangkan agar kata “Allah” hanya dipakai umat Islam saja. Ia juga bersedia membantu Mahkamah Malaysia jika Kerajaan  Malaysia memerlukankan argumentasi agar umat Kristian tidak menggunakan kata “Allah”.

Mari kita baca secara hikmah teks “pdf” beliau tersebut yang telah saya upload dan posting disini – Ada beberapa kalimat yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang mungkin kurang difahami pembaca blog saya dari Malaysia-Singapore,Brunei telah saya alih-bahasakan ke bahasa Malaysia .

Disclaimer/Sanggahan :

Untuk Peringatan kepada pembaca Muslim yang kurang mendalami syariat/Aqidah serta Tauhid keTuhanan dalam Islam saya mohon ber-hati2 memahami teks ini..
Saya tidak bertanggung-jawab dan tidak mahu dituntut didunia apalagi di akhirat nanti atas uzur-jahil Anda .. jika Anda silap/salah memahami teks ini.!!!

Saya sengaja memaparkan teks penuh,kerana ini adalah teks Ilmiah pembentangan asal sanggahan terhadap  pihak Gereja Kristian Indonesia/Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia yang telah banyak merobah teks Injil mereka.
Dan teks ini secara khususnya adalah pendapat /kepercayaan Pendeta Dr. Jakoeb Soelistyo dan jamaahnya.Dan tentu saja makna hakikinya adalah  berlatar-belakang kepercayaan “mereka”.(-wilhelmina)

GERAKAN PEMUJA NAMA “YAHWEH”
PRINSIP DAN DASAR KEPERCAYAAN GERAKAN
STT Abdiel. 13 Mac 2013

Gerakan Ruakh HaQodesh (Roh Kudus) di akhir zaman ini, tidak bisa digelar Gerakan Pemuja Nama Yahweh kerana yang dipuja dan disembah BUKAN lah NAMA Yahweh, melainkan Pribadi Yahweh, walaupun PRIBADI memang TIDAK BISA LEPAS dari NAMA-Nya kerana merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, itulah sebabnya jika ada yang berpendapat “Apa sih artinya sebuah Nama”, berarti orang tersebut sudah memisahkan keduanya dan menganggap NAMA tidak penting!.

Realitinya memang tidak ada seorang pun yang tidak punya NAMA, bahkan benda-benda dan binatang pun diberi NAMA. Hal itu untuk memperjelas identifikasi sesuatu agar tidak tertukar dengan lainnya. Dan hal itu membuktikan kalau NAMA itu SANGAT PENTING.

Prinsip dan Dasar Kepercayaan orang-orang yang memuja Pribadi YAHWEH (khususnya di Indonesia) adalah :

[1]. Nama Diri, tidak boleh diubah dengan sembarangan. Contohnya jika seseorang membuat Skripsi, Thesis maupun Desertasi yang mengutip naskah seseorang, maka NAMA penulis naskah yang dikutip harus ditulis SESUAI NAMA si penulis naskah tersebut.

Tidak bisa seseorang yang bernama EKO diubah NAMA-nya menjadi SATU, walaupun memiliki makna yang sama, hal itu karena EKO sudah menjadi NAMA DIRI, sedangkan SATU itu merupakan arti dari NAMA DIRI tersebut, sehingga tidak bisa menggantikan NAMA nya.
Jika EKO ke Amerika, di sana nama EKO tidak akan berubah menjadi Mr. ONE walaupun EKO di Amerika berbahasa Inggris, tetapi NAMAnya TIDAK BERUBAH.

Seringkali orang mengatakan, kalau pakai YAHWEH sebaiknya Kitabnya juga pakai bahasa Ibrani. Pernyataan demikian itu menunjukkan orangnya  belum memahami bahwa YAHWEH itu NAMA, bukan BAHASA. Kalau bahasa, boleh bahasa apa saja, tetapi NAMA yang tidak berubah.

Kalau pun ada perubahan, itu hanya logat saja, seperti YAHWAH (Kitab berbahasa Arab), JEHOVAH (Kitab berbahasa Inggris-King James Version), YEHWAH (Kitab berbahasa Jawa), JAHOBA (Kitab berbahasa Batak) dll.

NAMA-NYA Tuhan yang disembah oleh Moshe, Avraham, Yitskhaq dan Yaaqov serta para nabi adalah YAHWEH, bukan yang lain.
Baca ayat berikut ini.

a. Yeshayahu / Yesaya 42: 8.

rxea;l. ydiwObk.W ymiv. aWh hw<Hy(; ynIa]
~yliysiP.l; ytiL(;hit.W !Tea,-alo
Ani Yahweh hu sh’mi uk’vodi le ’akher lo-etten ut’hillati lap’silim.

Aku Yahweh, itu namaKu. Dan Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu
kepada yang lain dan pujianKu kepada patung.

b. Eleh She’mot / Keluaran 3: 15.

ynEB.-la, rm;ato-hKo hv,mo-la, ~yhiloa/ dwO[ rm,aYOw:
yheloa/ ~h(;r(;b.a; yheloa/ ~k,yteboa] yheloa/ hw<Hy(; laer(;f.yI
~l(;[ol. ymiV.-hz< ~k,ylea] ynIx;l(;v bqo[]y: yheloawE qx(;c.yI
rDo rdol. yrik.zI hz<w>Wayomer od elohim el-Moshe ko-tomar el-benei Yisrael, Yahweh elohei avoteikem elohei Avraham eloheiYits’khaq weelohei Ya’aqov sh’lakhani leikem ze-sh’mi le’olam we’ze zik’ri le’dor dor.

Berfirmanlah elohim kepada Moshe:

Katakan demikian kepada bani Yisrael. Yahweh, elohimnya leluhurmu, elohimnya Avraham, elohimnya Yits’khaq, elohimnya Ya’aqov, telah mengutus aku kepadamu. Itulah namaKu untuk
selama-lamanya dan itulah pengingat bagi-Ku dari generasi ke generasi.

c. Yirmeyahu / Yeremiyah 16: 21

~[eydiwOa taZOh; ~[;P;B; ~[(;ydiwOm ynIn>hi !kel(;
hw<Hy(; ymiv.-yKi W[d.y(;w> ytir(;WbG>-ta,w> ydiy(;-ta,
Laken hin’ni modiam bappaam hazzot odiem et-yadi we’et-gevurati
weyadu ki-sh’mi Yahweh.

Oleh sebab itu lihatlah Aku akan membuat mereka tahu, saat ini Aku akan membuat mereka tahu tangan dan keperkasaanKu, dan mereka akan tahu bahwa namaKu Yahweh.

Nama Diri YAHWEH bukan diberi oleh Moshe ataupun para nabi, melainkan oleh diri-Nya sendiri. Hal ini penting kerana ada yang berpendapat bahwa Tuhan itu TIDAK PUNYA NAMA. Alasannya kalau Anda punya nama, siapa yang memberi nama? Tentu saja orang tua. Nah orang tua punya nama, siapa yang memberi? Tentu saja kakek-datuk  nenek yang memberi nama, nah kakek dan nenek Anda punya nama siapa yang memberi? Tentu saja yang memberi orang tua dari kakek dan nenek.

Nah jika hal itu terus dinaikkan ke atas, siapa yang memberi nama YAHWEH. Tentu saja jawabannya adalah TIDAK ADA. Namun ayat di bawah ini membuktikan kalau YAHWEH membuat NAMA bagi diri-Nya sendiri.

Baca Kitab Yirmeyahu 32: 20:

~wOYh;-d[; ~yIr;c.mi-#r,a,B. ~ytip.moW twOtao T(;m.f;-rv,a]
hZ<h; ~wOYK; ~ve ^L.-hf,[]T;w: ~d(;a(;b(;W laer(;f.yIb.W hZ<h;
Asher-sham’ta otot umof’tim be’erets-Mits’rayim ad-hayyom hazze
uv’Yisrael uvaadam wattaa’se-lekha shem kayyom hazze.
Sebab Engkau yang telah menaruh tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban di tanah Mitsrayim/Mesir sampai pada hari ini, dan di Israel, serta di antara manusia; dan Engkau telah membuat Nama bagi-Mu, seperti pada hari ini.

[2]. Dalam Kitab Suci Tanakh Neviim Ketuvim Weaverit Hakadasha (PL dan PB dalam bahasa Ibrani) NAMA DIRI YAHWEH telah diubah oleh Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia menjadi TUHAN, ALLAH, Tuhan dan Allah.

Contohnya :
a. Yeshayahu / Yesaya 42: 8.

rxea;l. ydiwObk.W ymiv. aWh hw<Hy(; ynIa]~yliysiP.l; ytiL(;hit.W !Tea,-alo
Ani Yahweh hu sh’mi uk’vodi le ’akher lo-etten ut’hillati lap’silim.
Aku Yahweh, itu namaKu. Dan Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain dan pujianKu kepada patung.

Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
(Versi :Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

b. Kejadian 15: 2:

%lewOh ykinOa(;w> yli-!T,Ti-hm; hw<Hy(; yn(;dOa] ~r(;b.a: rm,aYOw:
rz<[,ylia/ qf,M,D; aWh ytiyBe qv,m,-!b,W yriyri[]
Wayomer Avram Adonai Yahweh ma-titten-li we’anoki holekh a’riri
uven-mesheq beiti hu Dammeseq Eliezer.

“Berkatalah Avram : Ya, Tuhan Yahweh, apa yang akan Engkau berikan
kepadaku, sedangkan aku tidak mempunyai anak? Dan ahli waris di
rumahku Eliezer orang Dammeseq.
Abram menjawab: “Ya, Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu”.
(Versi :Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

c. Kisah Rasul 2: 21

jleM(;yI hw<Hy(; ~veB. ar(;q.yI-rv,a] lKo hy(;h(;w>
Wehaya kol asher-yiq’ra be’shem Yahweh yimmalet.
“Dan akan terjadi, setiap orang yang memanggil nama Yahweh akan diselamatkan.
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan,akan diselamatkan”.
( Versi :Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

d. Mattai / Matius 4: 4
~x,L,h;-l[; alo yKi bWtK(; rm;aYOw: ![;Y:w:
hw<Hy(;-ypi ac(;wOm-lK(;-l[; yK ~d(;a(;h(; hy<x.yI wODb;l
Wayyaan wayomar katuv ki lo al-hallekhem le’vaddo yikh’ye haadam kial-kal-motsa pi-Yahweh.

Namun sambil menanggapi, Dia berfirman: Telah tertulis: Bukan oleh roti saja manusia akan hidup, melainkan oleh setiap firman yang keluar dari mulut Yahweh.
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

[3].  Si Pemilik NAMA sendiri tidak menghendaki NAMA-NYA disebut dengan sembarangan, apalagi diubah dengan seenaknya sendiri.

hQ,n:y> Alo yKi aw>V(;l; ^yh,loa/ hw<Hy(;-~ve-ta, aF(;ti alo
aw>V(;l; wOmv.-ta, aF(;yI-rv,a] tae hw<Hy(;
Lo tissa et-shem-YAHWEH eloheikha lashawe ki lo yenaqe YAHWEH
et asher-yissa et-sh’mo lashawe.
“Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, untuk kesia-siaan,
karena YAHWEH tidak akan membebaskan orang yang menyebut
Nama-Nya dalam kesia-siaan”.

Keluaran 20:7;

Kata “Jangan” itu merupakan LARANGAN yang mengandung konsekuensi hukum jika dilanggar.
Konsekuensinya :
a. Dipandang bersalah oleh YAHWEH (Keluaran 20: 7).
b. Menerima kutuk karena tidak menghargai NAMA Yahweh (Maleakhi 2: 1-3).

[4]. Allah itu merupakan NAMA DIRI dari sesembahan umat Islam yang tidak seharusnya dicampuradukkan di dalam Kekristianan.
Dalam AlQuran-Surah: 112 Al Ikhlas ayat 1-3 bagi umat Islam bahwa ALLAH itu tidak beranak dan tidak diperanakkan, jadi dengan penggunaan NAMA Allah dalam Kekristianan, sangat menyakiti hati umat Islam, kerana berarti ada istilah Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh dan Bunda Allah dalam Katolik. Padahal dalam Kitab berbahasa Ibrani TIDAK ADA istilah tersebut.

Dan dengan pemakaian NAMA ALLAH dalam kekristianan, maka berlaku bagi umat Islam mengatakan bahwa umat Nasrani itu kafir kerana menjadikan Isa bin Maryam itu Allah, sesuai dalam AlQuran Surah: 5 Al Maidah 17, padahal berdasarkan Kitab berbahasa Ibrani terbukti bahwa Yeshua (Yesus) itu BUKAN ALLAH melainkan YAHWEH yang “turun” ke bumi dalam ujud manusia untuk berfirman kepada manusia, supaya siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal selamanya (Yokhanan / Yohanes 3: 16, Kisah 4: 12 dll).

Jadi cobalah umat Nasrani/Kristian  belajar untuk menghormati sesembahan saudara Muslim kita tsb, sehingga kekeliruan dan perbedaan pendapat/aqidah  membuat kita  bisa berjalan bersama-sama dalam bernegara sehingga  kita ini bisa aman damai kerana masing-masing menghormati agama saudaranya.

ALLAH, Allah atau allah itu BUKAN berasal dari Al-ilah.
Allah ( ) bukan berasal dari Al-ilah ( ).

Para theolog Nasrani di Indonesia beranggapan bahwa kata ALLAH itu berasal dari Al-ilah atau hanya sekedar sebutan, padahal bukan!. Kenapa? Kerana :

a. Allah itu Nama Tuhannya umat Islam, buktinya umat Islam di Amerika jika sembayang akan mengucapkan “Allahu akbar” bukan “God akbar”.

b. Allah bukan berasal dari Al-ilah dengan menghilangkan “alif” seperti penjelasan para pensyarah Islamologi, sehingga tinggal “lah” ( ) sebab artinya akan berubah, bukan nama Tuhannya umat Islam lagi, melainkan “Listakshin” ( ) atau “baginya laki-laki”.

c. Ilah ( ) itu sudah satu paket kosakata yang tidak bisa dipenggal, kerana kata benda bukan kata kerja.

d. Ilah ( ) , bisa dimasukkan “Alif” “lam” ( ) kerana ilah adalah gelar atau sebutan, sedangkan Allah itu tidak bisa kerana nama pribadi (Personal Name). Contoh : Ustaadzun ( ) – Guru laki-laki, bisa dimasukkan “alif” “lam”, sehingga menjadi “Al-ustaadzu” ( ), tetapi Fatimah tidak bisa ditulis menjadi al-Fatima karena fatima itu Nama Pribadi atau nama orang.

e. Ilah ( ) atau al-ilah ( ) ada Mutsannahnya yaitu ilahaani ( ), artinya dua tuhan atau dua dewa, sedangkan Allah tidak ada mutsannahnya atau tatsniyahnya ( / ), kalau ada artinya bukan Allah lagi

Tetapi Allahaani ( ), ini mengganti nama sesembahannya umat Islam. Contohnya : Fatimah ( ), kalau dimutsannahkan menjadi Fatimataani
( ), yang berarti bukan lagi Fatimah tetapi berubahmenjadi Aunti Fatimataani.

f. Ilah atau al-ilah bisa diterjemahkan menjadi dewa atau sesuatu yang disembah, sedang “Allah” tidak bisa di terjemahkan ke dalam bahasa apapun kerana Nama Pribadi. Silakan baca di Kamus Indonesia-Arab-Inggris karangan Abd. Bin Nuh dan Oemar Bakri, halaman 76.

g. Allah bukan berasal dari hamzah, lam, ha ( ) kerana kalau diuraikan secara ilmu sharaf (ilmu yang menguraikan kata kerja), tidak pernah ditemukan, baik fiil madhinya / past tense, mudhari’nya / present continous tense maupun mashdarnya / kata kerja yang tidak ada waktunya atau sumber katanya. Yang ada hamzah, lam, lam ha ( – – – ) atau allaha ( ), tetapi kalau diuraikan secara wazan / ukuran / timbangan dalam ilmu sharaf juga tidak bisa menjadi Allah.

Contoh : Allaha ( ) dengan wazan afa’la-yufi’lu-if’a’a’lan. ( — ). Jadi kalau kita uraikan secara nahwu sharaf “allaha” ( ) menjadi: allaha-yullihu-illahan ( – – ), dan itu bukan Allah / nama diri melainkan sebutan.

6].  NAMA DIRI Tuhan yang disembah oleh Moshe, Avraham, Yitskhaq dan Yaaqov serta Para Nabi bernama YAHWEH, bukan ALLAH, TUHAN atau yang lain.

hw<Hy(; ynIa] wyl(;ae rm,aYOw: hv,mo-la, ~yhiloa/ rBed;y>w:
laeB. Bqo[]y:-la,w> qx(;c.yI-la, ~h(;r(;b.a;-la, ar(;aew(;
~h,l(; yTi[.d;wOn alo hw<Hy(; ymiv.W yD(;v;
Wayedaber Elohim el-Moshe wayomer elaiw ani YAHWEH
waera el-Av’raham el-Yitskhaq we’el-Yaa’qov be’El-Shaddai
ush’mo YAHWEH lo nodaa’tti lahem

Dan berfirmanlah Elohim kepada Moshe, “Akulah YAHWEH.
Dan Aku telah menampakkan diri kepada Avraham, kepada Yitskhaq, dan kepada Yaaqov, sebagai El-Shaddai, dan Nama-Ku YAHWEH;
bukankah Aku sudah dikenal oleh mereka?

Keluaran 6: 2-3
Rmoale ~yaiybiN>h; wyd(;b(;[]-dy:B. Hw<Hy(; rBed;y>w:
Waye’daber YAHWEH be’yad-avadaiw han’viim lemor.
Dan YAHWEH berfirman dengan perantaraan hamba-Nya,
yakni para nabi, dengan mengatakan. 2 Raja 21: 10

7].  NAMA itu PENTING.
Kalau NAMA tidak penting, kenapa hanya NAMA Yeshua saja yang menjadi Juru Selamat manusia (Kisah 4: 12), bagaimana kalau NAMA Yeshua diganti SEMAR? Apakah bisa? Bukankah selama ini ada banyak orang yang memiliki prinsip bahwa NAMA tidak perlu dipermasalahkan?.

Yang penting apa yang ada di dalam hati!.
Kalau prinsipnya demikian, bukankah Firman Tuhan mengatakan bahwa apa yang keluar di mulut itu berasal dari hati?

hq(;d(;c.li wOl-hy(;h(;w> ~d(;a(;h(; wOB !ymia]y: wObb(;l.bi yKi
h[(;Wvyli wOl-hy(;h(;w> wOL-hd,wOy Whypib.W
Ki vil’vavo yaa’min bo haadam we’haya-lo lits’daqa uv’fihu yode-lo we’haya-lo lishua
Sebab untuk pembenaran, dipercayai dengan hati, dan untuk keselamatan,diakui dengan mulut.
Roma 10: 10

Kalau memang di dalam hatinya YAHWEH, kenapa keluarnya jadi ALLAH, Allah atau allah? Baik huruf besar semua maupun tidak, tetap saja profilnya sama yaitu NAMA sesembahan lain.

NAMA Yeshua yang menyelamatkan itu bukan Yeshua yang ALLAH, Allah atau allah, melainkan Yeshua yang YAHWEH.

Kebanyakan orang SALAH FAHAM, dikiranya dengan menyebut NAMA YAHWEH berarti “membuang” Yeshua HaMashiakh. Namun melalui materi ini, perlu difahami bahwa gerakan pemulihan NAMA YAHWEH itu tidak mengubah status Yeshua sebagai Elohim, bahkan meneguhkan bahwa YESHUA itu YAHWEH dalam ujud manusia, jadi YESHUA itu bukan ALLAH, Allah atau allah.

Memang tidak bisa dipungkiri, dengan semakin banyaknya orang-orang menerima Nama / Pribadi YAHWEH, rupanya muncul problem-problem baru bagi “Penyembah YAHWEH” dalam hal pengajaran.

a. Munculnya perbedaan nama sang Juru Selamat. Ada yang berpikir nama-Nya Yahshua, Yehoshua, dan Yahusha.

b. Muncul statement bahwa Kitab-kitabnya Rabi Shaul / Rasul Polos itu BUKAN Firman Tuhan.

c. Nama YAHWEH tidak disebut tetapi mengikuti orang-orang Yudaisme dengan mengganti menjadi HaShem dan Adonai.
d. Yeshua itu HANYA Firman dan HANYA utusan YAHWEH saja.

Setelah diamati, ternyata hal itu terjadi kerana para “Penyembah YAHWEH” belajar dari internet, bukan dari buku-buku theologis yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, dan tidak mampu bertheologi dengan baik, lebih mengutamakan pemaksaan kehendak dari pada belajar kebenarannya.

Yang akan dibahas disini adalah adanya perkembangan pengajaran bahwa Yeshua itu hanya Firman-Nya YAHWEH dan utusan YAHWEH saja. Mengenai dasar firman yang dijadikan acuan seringkali mengambil ayat saat Yeshua dibaptis, ada suara yang mengatakan “Engkaulah putra-Ku yang terkasih, kepada-Mu Aku berkenan.” Luqas 3: 22

Orang yang menganggap bahwa Yeshua itu hanya utusan Yahweh adalah kerana dalam ayat tersebut di atas, antara Yahweh dan Yeshua itu merupakan Dua Pribadi yang berbeda. Dan masih banyak argumentasi-argumentasi yang lain, diantaranya juga mengambil ayat dari Kitab Yokhanan 1: 1 yang dihasilkan dari ketidak-tepatan penerjemahan sehingga menimbulkan kesalahan paradigma. Juga disebabkan kerana ketidaktahuan dunia roh yang unik dan tidak terpikirkan dengan nalar manusia pada umumnya.

Kitab Yokhanan 1: 1 (Kitab Suci ILT menerjemahkannya) : “Pada awalnya ada Firman, dan Firman itu ada bersama Elohim dan Firman itu adalah Elohim.”. Padahal ayat tersebut jika diterjemahkan sesuai bahasa Ibrani, justru membuktikan kalau Yeshua itu bukan sekedar utusan dan bukan sekedar Firman, melainkan Yahweh sendiri yang bermanifestasi dalam ujud manusia.

Dalam naskah ini, ada beberapa ayat yang membuktikan kalau Yeshua itu Elohim / Tuhan, yaitu Bapa Yahweh sendiri adalah sebagai berikut :
1. Yeshua itu Firman dan Elohim.
~yhiloa/h(;-ta, hy(;h(; rb(;D(;h;w> rb(;D(;h; hy(;h(; tyviareB.
~yhiloa/ hy(;h(; rb(;D(;h; aWhw>
Bereshit haya haDavar we’haDavar haya et-haElohim
we’hu haDavar haya Elohim.
Pada mulanya ada Firman, Firman yang ada itu bersama-sama dengan Elohim, dan Firman yang ada itu Elohim.

Terjemahan dan maknanya sebagai berikut:
a. “Pada mulanya ada Firman” (Bereshit haya ha Davar), artinya “Firman itu sudah ada”. Beda dengan terjemahan yang mengatakan “Pada mulanya adalah Firman” yang mengandung arti “Firman itu sama dengan Pada mulanya”, seperti 1+2 = 3 yang berarti 3 itu 1+2.

Siapakah yang disebut Firman? Yeshua adalah Firman, yaitu Yahweh yang sedang berfirman kepada manusia dalam ujud daging dan berada diantara manusia, seperti apa yang tertulis dalam kitab Yokhanan 1: 14 “Dan Firman itu sudah menjadi daging dan berdiam di antara kita. Dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai yang tunggal dari Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.”

b. “Firman yang memang ada, itu bersama dengan Elohim” (We’haDavar haya et-HaElohim) artinya Firman yang ada, itu berasal dari sumber dan sesuatu yang sama.

c. “Firman yang memang ada itu Elohim” (we’hu haDavar haya Elohim) artinya Firman yang memang sudah ada, itu bukan kuasa yang keluar dari Elohim, atau bagian dari Elohim, melainkan Elohim itu sendiri. Jadi Yeshua yang adalah Firman, itu juga Elohim itu sendiri, yaitu YAHWEH.
Kalau begitu TIDAK MASUK AKAL? Ya… YAHWEH memang TIDAK MASUK AKAL, justru ketidak-masuk-akalan itulah sekaligus membuktikan kalau YAHWEH itu Tuhan. Kalau Tuhan masuk akal, itu justru bukan Tuhan.

Seseorang yang bernama Vladimir Lenin dari Rusia (bukan Vladimir Lenin Revolusioner yang anti Yahudi, tetapi hanya punya kesamaan nama) punya kemampuan bisa berada di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan (TV-Trans 7 tgl. 25 Januari Jam 19.20 dalam Program ON THE SPOT tentang 7 orang yang mempunyai kekuatan supranatural. Kalau Vladimir Lenin saja punya kemampuan demikian, apalagi YAHWEH yang adalah Tuhan pencipta alam?

2. Yeshua dan YAHWEH itu satu.
Aku dan Bapa itu Satu – Ani we’haav ekhad – dx(;a. ba(;h(;w> ynIa]
Yokhanan 10: 30
Siapa yang disebut Bapa? Dalam Kitab Yeshayahu 63: 16 dan 64: 8, yang disebut Bapa adalah YAHWEH. Jadi Yeshua dan YAHWEH itu SATU PRIBADI dalam DUA MANIFESTASI. Dalam ujud Roh sebagai sang Pencipta, dalam ujud manusia saat berfirman kepada manusia, namun dalam satu jenis dan sesuatu yang sama.

Itulah sebabnya Yeshua mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa sebelum Avraham ada, Yeshua HaMashiakh sudah ada (Yokhanan 8: 58). Padahal jika diperhatikan era nya berselisih ribuan tahun. Itulah sebabnya Kitab Wahyu mengatakan Yeshua HaMashiakh itu sama dengan YAHWEH, yaitu Yang Awal dan Yang Akhir “Alep we Taw” atau “Alfa dan Omega” (Wahyu 1: 8, 11, 21: 6, 22: 13).

3. Menolak Yeshua, berarti menolak YAHWEH.
ybia(;-ta,-~G: anEf aWh ytiao anEFh;
Hasne oti hu sne gam-et-avi
Siapa yang membenci Aku, ia juga membenci Bapa-Ku
Yokhanan 15: 23
Antara Yeshua dan YAHWEH tidak bisa dipisah-pisahkan karena SATU PRIBADI yang sama.

4. Pernyataan Kitab Hebraic Roots Version.
1 Korintus 12: 3
Because of this, I make known to you that there is no one who speaks by the spirit of Eloah and says that Yeshua is accursed. And neither is a man able to say that “YAHWEH IS YESHUA” except by the Ruakh HaQodesh”

Yang artinya “Oleh sebab itu aku memberitahukan kepadamu, bahwa ketika berbicara dalam Roh Eloah / Roh Elohim / Roh Tuhan, tidak seorang pun mengatakan, “Yeshua terkutuk,” dan tidak seorang pun dapat mengatakan, “YAHWEH itu Yeshua,” kecuali oleh Roh Kudus.”

5. Pernyataan Peshitta (Kitab berbahasa Aram).
Luqas 2: 11
0yrm Yhwty0d 0qwrp 0nmwy ryg Jwkl dlyt0 dywdd htnydmb 0xy4m
“Athilad l’kon geir yomana peruqa d’aithuhi MarYah Messiakh b’madintha d’Dawid.

” Yang artinya “kerana pada hari ini telah dilahirkan bagimu seorang Juruselamat, yaitu Tuhan YAHWEH sang Messias, di kota Dawid.” Jadi sangat jelas bahwa bayi yang dilahirkan dari perawan Miryam itu bukan manusia, melainkan Tuhan YAHWEH yang bermanifestasi dalam ujud manusia.”

Pernyataan bahwa Yeshua itu hanya sekedar utusan dan sekedar Firman-Nya YAHWEH adalah pernyataannya kelompok Saksi Yehuwa. Sementara penolakan terhadap Nama dan Pribadi Yeshua adalah pernyataan kelompok Yudaisme.

8]. NAMA YAHWEH itu Kekal.
Kitab Suci menegaskan bahwa NAMA dan PRIBADI YAHWEH itu KEKAL.
~l(;[oh(; d[;w> ~l(;wO[h(;-!mi laer(;f.yI yheOla/ hw<Hy(; %WrB(;
hw<Hy(;l; lLeh;w> !mea(; ~[(;h(;-lk(; Wrm.aYOw:
Barukh Yahweh elohei yisrael min-haolam we’ad haolam wayomru
kal-haam amen we’halel laYahweh
Diberkatilah YAHWEH, Elohim Yisrael, DARI KEKAL SAMPAI KEKAL.
Maka seluruh umat mengatakan, “Amin! Dan terpujilah YAHWEH
1 Tawarikh 16: 36

Kekekalan YAHWEH tentu saja mengandung makna yang luar biasa dan dalam, yaitu :
a. Dari nama-Nya itu sendiri. NAMA “YAHWEH” berarti DARI KEKAL SAMPAI KEKAL.
b. Eksistensi atau keberadaan-Nya juga kekal.
~l(;wO[meW lbetew> #r,a, llewOxT.w: WdL(;yU ~yrih(; ~r,j,B.
Lae hT(;a; ~l(;wO[-d[;
Be’terem harim yulladu wat’kholel erets we’tevel umeolam ad-olam atta el.
Sebelum gunung-gunung dilahirkan, atau bahkan sebelum Engkau melahirkan bumi dan dunia, Engkaulah ELOHIM DARI KEKAL SAMPAI KEKAL
Mazmur 90: 2

Hal itu mengandung makna bahwa sampai sekarang pun YAHWEH masih tetap ada, sampai bila pun. Bukan berada dalam diri Yeshua sehingga tidak perlu lagi pribadi YAHWEH.
~yhiOla/h(;-ta, hy(;h(; rb(;D(;h;w> rb(;D(;h; hy(;h(; tyviareB.
~yhiOla/ hy(;h(; rb(;D(;h;
Bereshit haya hadavar we’hadavar haya et-haelohim we’hu hadavar haya elohim
Pada mulanya ada Firman, dan Firman yang sudah ada itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman yang sudah ada itu Elohim
Yokhanan 1: 1

Yeshua itu manifestasi YAHWEH dalam ujud manusia sebagai Firman yang hidup (Davar), namun bukan beda pribadi kerana sebagai Firman yang sudah ada, itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman yang ada itu adalah Elohim, yaitu YAHWEH. Jadi saat ada Yeshua di bumi, YAHWEH pun tetap ada. Namanya juga Tuhan, DIA mau jadi apa saja dan berapa saja tidak masalah.

c. Nama-Nya juga kekal.
laer(;f.yIw> Wn[(;d(;y> aOl ~h(;r(;b.a; yKi Wnybia hT(;a;-yKi
^m,v. ~l(;wO[me Wnlea]GO Wnybia(; hw<Hy(; hT(;a; Wnr(;yKiy: aOl
Ki-atta avinu ki Av’raham lo ye’daanu we’Yisrael
lo yakiranu atta Yahweh avinu goalenu meolam sh’mekha
Sebab Engkaulah Bapa kami, walaupun Avraham tidak mengenal kami, dan
Yisrael tidak mengakui kami; YAHWEH, Engkaulah Bapa kami, Penebus kami,
NAMA-MU KEKAL SELAMANYA
Yeshayahu 63: 16

c1. Jelas tertulis bahwa NAMA-NYA KEKAL, artinya nama YAHWEH tidak pernah hilang (Encyclopedia Judaica, second edition “The pronunciation of the YHWH was never lost.) dan bukan seperti dugaan para theolog yang mengatakan nama-Nya sudah tidak ada orang yang mengerti bagaimana mengucapkannya, bahkan orang Yisrael sendiri tidak tahu!. Itu artinya sama saja nama-Nya HILANG dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan itu sendiri.

c2. Jelas tertulis bahwa NAMA-NYA KEKAL, artinya nama YAHWEH tidak hanya ada dalam Kitab Perjanjian Lama saja. Terbukti dalam Kitab DuTilled Hebrew dan Peshitta / Aramaic Bible nama Yahweh masih ada dan dalam Kitab Haverit Hakadasha, yang adalah Kitab Suci yang dipakai oleh orang Yahudi Messianic yaitu orang Yahudi yang menerima Yeshua HaMashiakh sebagai Elohim, Nama YAHWEH tercatat sebanyak 231 kali dalam 218 ayat. Itulah sebabnya maka Yeshua HaMashiakh juga mengajar untuk mengasihi YAHWEH dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi seperti ayat berikut ini.
^yh,Ola/ hw<Hy(; tae T(;b.h;a(;w> wyl(;ae [;WvyE rm,aYOw:
^[,D(;m;-lk(;b.W ^v.p.n:-lk(;b.W ^b.b(;l.-lk(;B.
Wayomer Yeshua elaiw we’ahavtta et-Yahweh eloheikha
bekal levavkha uvkal nafsekha uvkal madaekha
Firman Yeshua kepadanya: Kasihilah Yahweh elohimmu dengan
segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu
Mattai 22: 37

Kalau Yeshua saja memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengasihi YAHWEH, bagaimana mungkin di Indonesia ini justru murid murid-Nya diperintahkan oleh para pemimpin rohani untuk TIDAK menyebut Nama YAHWEH. Lalu ajaran Yeshua yang mana yang memerintahkan hal itu?

Lebih lanjut Sh’lomo dalam Mazmurnya mengatakan bahwa selama ada Matahari, nama YAHWEH tetap ada, baca ayat berikut ini.
wOmv. !wONyI vm,v,-ynEp.li ~l(;wO[l. wOmv. yhiy>
WhWrV.a;y> ~yIwOG-lK(; wOb Wkr.B(;t.yIw>
Yehi sh’mo le’olam lif’nei-shemesh yinnon sh’mo we’yit’bar’ku bo
kal-goyim ye’ash’ruhi
NAMANYA AKAN TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA, NAMANYA AKAN
TETAP SELAGI MATAHARI ADA, dan mereka saling memberkati
dalam namanya, dan segala bangsa akan diberkati olehnya
Mazmur 72: 17

Sekarang matahari masih ada, jadi kalau Kitab Suci saja sudah menulis bahwa NAMA-NYA KEKAL, ya jangan berani-berani MENIADAKANNYA!. Apapun alasannya, kerana pribadi-Nya juga KEKAL. Masa Tuhan koq hanya ada sebatas Perjanjian Lama saja?. Berarti TIDAK KEKAL donk?

Kenapa nama YAHWEH justru dianggap sesat oleh umat-Nya sendiri di Indonesia? Kerana akibat KESALAHAN terjemahan yang telah dilakukan oleh Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia,

Oleh orang-orang yang belum memahami hal ini, seringkali orang Yahudi dijadikan tolok ukur kebenaran, kerana mereka mengganti nama YAHWEH dengan HaShem yang berarti “Nama Itu” dan Adonai yang berarti “Tuanku”. Padahal TIDAK ADA Tuhan bernama “Nama Itu” dan “Tuanku” kerana itu semua merupakan SEBUTAN, bukan NAMA DIRI.

Orang Yahudi mengganti nama YAHWEH menjadi HaShem dan Adonai itu sejak pembuangan ke Babel dan dengan tujuan untuk menghormati PRIBADI YAHWEH, jadi kondisinya beda dengan di Indonesia dimana Nama YAHWEH tidak disebut bukan kerana HORMAT pada PRIBADI YAHWEH, melainkan kerana TIDAK TAHU dan menganggap nama YAHWEH sesat dan identik dengan Bidat Saksi Yehova / Saksi Yehuwa dan NAMA yang harus dijauhi.

Orang Yahudi walaupun tidak memanggil nama YAHWEH dengan maksud untuk menghormati Pribadi YAHWEH, namun hal itu tidak sesuai dengan maksud Bapa YAHWEH yang menghendaki nama-Nya disebut. Baca 1 Tawarikh 16: 8, Mazmur 105: 1 dan lain-lain.

Maka pernah terjadi satu  generasi tidak mengenal Nama dan perbuatan yang dilakukan oleh YAHWEH. Dan hal itu ditulis dalam Kitab Hakim 2:

Kalau mau konsekuen menjadikan orang Yahudi sebagai contohnya, bagaimana dengan mereka yang menolak Yeshua / Yesus? Mereka menyalibkan lho!. Apakah juga mau diikuti? Bahkan hal itu dilakukan oleh para Imam. Jadi yang seharusnya menjadi tolok ukur kebenaran, adalah Firman itu sendiri, jangan orang Yahudi, apalagi pemimpin-pemimpin gereja di Indonesia. Ingat Yeshua pun menyuruh mengasihi YAHWEH, kerana DIA adalah YAHWEH yang bermanifestasi dalam ujud manusia. Jadi konsekuensinya kalau menolak Yeshua sebagai YAHWEH maka saat mati tidak dibangkitkan. Baca Roma 8: 11 “Namun, jika Roh Dia (YAHWEH) yang telah membangkitkan YESHUA dari antara yang mati berdiam di dalam kamu, Dia (YAHWEH) yang telah membangkitkan HaMashiakh dari antara yang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana melalui Roh-Nya (Roh Yahweh) yang berdiam di dalam kamu.”

Jadi kalau menolak YAHWEH, siapa yang akan membangkitkan saat hari kebangkitan nanti? Kerana itu jangan coba-coba menghilangkan nama YAHWEH dengan dalil apapun, karena hal itu berarti sedang menentang Firman Tuhan yang diyakininya sendiri.

9]. ALLAH, Allah atau allah, walaupun dipaksakan untuk menjadi SEBUTAN, tetap saja Tuhan MELARANG, kerana ALLAH, Allah atau allah itu NAMA DIRI (satu diantara 360 dewa) sesembahan orang Arab Jahiliyah sebelum Islam lahir.

Kitab Hoshea / Hosea 2: 16 -17 mengatakan “Maka akan terjadi pada hari itu,” firman YAHWEH, “Engkau akan memanggil Aku: Suamiku! dan tidak akan lagi memanggil: Baalku! Sebab, Aku akan menyingkirkan nama para Baal dari mulutnya dan nama-nama mereka tidak akan lagi diingat-ingat.”
Baal ( l[;B;), dalam bahasa Ibrani selain berarti suami, juga merupakan NAMA berhala.

Dalam ayat ini dapat kita lihat bahwa Tuhan kita sebenarnya tidak senang dengan panggilan: “Baalku.”! Kenapa? Padahal ‘Baal’ yang dimaksud adalah sebagai sebutan yang mempunyai arti ‘suami’ juga. Kenapa? Kerana ‘Baal’ adalah nama sesembahan lain dan Yisrael menganggap bahwa ‘Baal’ adalah sebagai sebutan. Dengan kata lain umat Yisrael memaknai ‘Baal’ sebagai sebutan. Jadi selain sebagai NAMA DIRI sebuah dewa, ‘Baal’ juga merupakan SEBUTAN yang berarti suami.

Meskipun demikian, mari renungkankan ayat di atas, kita melihat bahwa Bapa YAHWEH tetap TIDAK BERKENAN. Kenapa? kerana Keluaran 23:13 Dia juga sudah memperingatkan dan mewanti-wanti: “Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; NAMA SESEMBAHAN LAIN JANGANLAH KAMU PANGGIL, JANGANLAH NAMA ITU KEDENGARAN DARI MULUTMU.”

Jadi kalau ada orang yang tetap NGOTOT(bersikeras-pen) bahwa ALLAH itu SEBUTAN sebagai sinonim dari kata TUHAN, kenapa tidak diganti saja dengan TUHAN, kenapa selalu berupaya mati-matian mempertahankan NAMA ALLAH? Ada apa dengan NAMA ini?
Kalau ada yang berpendapat bahwa “ALLAH” tidak pernah dijadikan sebutan dalam Kitab Suci terjemahannya Yayasan Lembaga Akitab Indonesia.

Coba baca ayat terjemahannya Yayasan Lembaga Alkitab berikut ini:
Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.” (Kejadian 33: 20).
Kalimat : “Allah Israel ialah Allah” dalam Tata Bahasa Indonesia berarti : Ada Allah yang disembah oleh Israel, namanya Allah.

Pertanyaannya: Bila  dan Dimana Israel menyembah Allah yang bernama Allah? Jawabannya hanya satu: TIDAK ADA!. Kerana Bangsa Yisrael TIDAK PERNAH menyembah Tuhan bernama Allah, ALLAH atau allah, kerana sesembahan mereka bernama YAHWEH.

Ini membuktikan kalau Kitab Suci terjemahan Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia  rancu (dwimakna-ambiguous) dan SALAH kerana mengubah paradigma sehingga TIDAK SESUAI dengan ISI HATI Tuhan sendiri, kerana dalam bahasa Ibrani sebagai berikut :

Laer(;f.yI yheloa/ la wOl-ar(;q.YIw: x;Bez>mi ~v(;-bC,Y:w:
Wayyatsev-sham miz’beakh wayyiq’ra-lo EL elohei Yisrael.
Dan di sana dia mendirikan sebuah mezbah, dan dia menyebutnya,
“El, Elohimnya Yisrael.”

Kalimat “EL ELOHEI YISRAEL” itu berarti “EL ELOHIMNYA YISRAEL”, maksudnya di bumi ini ada banyak EL (bentuk singkat dari ELOHIM), namun yang benar-benar EL adalah EL yang disembah Yisrael yaitu YAHWEH. Jadi jangan ada EL lain yang disembah.

Kalau Tuhan sudah memperingatkan dengan KERAS, seharusnya sebagai umat yang baik, tinggal mentaati saja apa kata Firman. Boleh-boleh saja menggunakan referensi dari luar untuk mempertahankan prinsipnya mempertahankan NAMA Allah, namun jika ternyata referensi dari luar itu dipaksakan sehingga lebih punya otoritas dibandingkan dengan Firman Tuhan itu sendiri, sebaiknya tidak usah lagi mengimani Kitab Suci sebagai Firman Tuhan

.

Untuk menghindari NAMA YAHWEH, seringkali orang mengatakan kalau Huruf Ibrani Yod He Waw He yang ditransliterasi menjadi YHWH itu TETRAGRAMATON yang tidak berbunyi, bahkan orang Yisrael sendiri tidak tahu bagaimana membunyikannya!.

Pernyataan tersebut membuktikan kalau tidak memahami bahasa Ibrani.
Dari istilahnya saja sudah salah. TETRA = Empat, GRAMA = Huruf, TON = Bunyi.
Jadi seharusnya TETRAGRAMATON itu Empat Huruf yang berbunyi, jika tidak berbunyi itu TETRAGRAMAUNTON.

Semua huruf Ibrani memang terdiri dari huruf mati namun bukan berarti tidak bisa berbunyi. Kalau tidak bisa berbunyi, kenapa selama ini sudah bisa diubah menjadi TUHAN, ALLAH, Tuhan dan Allah? Kalau yang dimaksud tidak bisa berbunyi, contohnya sbb. : Nama saya &%$#@!?/+ Sehingga tidak bisa diganti dan tidak bisa dibunyikan.
Nama YAHWEH tercatat mencapai sekitar 6.000 kali, kalau ditulis sebanyak itu artinya PENTING, dan bisa dibaca kerana segala yang ditulis itu untuk dibunyikan atau dibaca, bukan hanya untuk dipelototi (membelalak-stared ) doank!.

Satu lagi contoh orang yang berusaha menghindari NAMA YAHWEH dengan mengatakan: Bagi saya yang penting adalah YESUS KRISTUS, bukankah Kitab

Filipi 2: 9-11 mengatakan bahwa “Allah sangat meninggikan DIA dan mengaruniakan nama di atas segala nama?.”
Jawabannya : Filipi 2: 9-11 dalam Kitab Suci Haverit HaKadasha (PB yang dipakai bangsa Yisrael Messianic yaitu yang menerima Yeshua sebagai Elohim) berbunyi :

Alken gam-haElohim herimo al wayyiten-lo shem naa’le mikal-shem ki le’shem Yeshua tik’ra kal-berekh a’sher bashamayim waa’sher baarets waa’sher mittakhat laarets we’kal-lashon tishava ki Yeshua HaMashiakh hu haadon lik’vod Elohim haav.
Oleh kerana itu pula Elohim telah meninggikan Dia dan menganugerahkan kepada-Nya Nama itu, yang di atas segala nama; supaya di dalam Nama Yeshua, setiap lutut, yang syurgawi dan duniawi dan yang di bawah bumi, akan bertelut, dan setiap lidah mengaku bahwa Yeshua HaMashiakh adalah Tuhan bagi kemuliaanElohim Bapa.

Dengan ayat tersebut, orang menafsirkan bahwa YAHWEH tidak diperlukan lagi, padahal kitab Yokhanan / Yohanes 14: 28 ditulis sebagai berikut :

Ha’lo shemaa’tem et asher-amarti aleikem ki alekh mikem we’od ashuv aleikem lu ahav’tem oti ha’yitem she’mekhim be’am’ri lakem ki-holekhani el-haav ki haav gadol mimmenni.
Kamu telah mendengar bahwa Aku berkata kepadamu: Aku pergi, dan Aku datang kembali kepada kamu. Jika kamu mengasihi Aku, kamu telah bersukacita, karena Aku berkata: Aku pergi kepada Bapa. Sebab, Bapa-Ku adalah lebih besar daripada Aku.

Mari kita kembali ke Kitab Filipi 2: 9-11, pertanyaannya adalah: Lebih besar mana yang meninggikan dengan yang ditinggikan, dan lebih besar mana yang mengaruniakan dengan yang diberi karunia? Tentu saja jawabannya adalah lebih besar yang meninggikan dan yang memberi karunia. Nah siapakah yang meninggikan Yeshua dan yang memberi karunia kepada Yeshua? Yang meninggikan Yeshua dan yang memberikan karunia kepada Yeshua adalah Elohim yang dalam hal ini adalah Yahweh. Demikian pula yang dimaksud menerima kuasa nama, adalah terhadap segala nama2 sesembahan atau kuasa yang ada di dalam dunia ini, termasuk diatas nama segala berhala. Jadi bukan di atas nama YAHWEH karena diri Nya adalah YAHWEH yang dalam ujud manusia yang tentu saja bisa lapar, haus, menangis, sakit dan sebagainya karena Yeshua adalah Tuhan dalam ujud manusia

, sedangkan YAHWEH adalah Tuhan dalam ujud Roh. Itulah sebabnya Kitab 1 Yokhanan / Yohanes 4: 4 mengatakan “Roh yang ada dalam dirimu lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia ini”, artinya tidak ada kuasa baik di bumi, di bawah bumi maupun di atas bumi yang mampu melebihi kuasa Roh YAHWEH, dalam hal ini Ruakh HaQodesh / Roh Kudus dalam Nama Yeshua HaMashiakh (Yokhanan / Yohanes 14: 26).

Jadi antara Filipi 2: 9-11 dengan Yokhanan 14: 28 tidak saling bertentangan, kalau dengan dasar Filipi 2: 9-11 orang beranggapan bahwa NAMA YAHWEH sudah tidak diperlukan lagi, kerana semuanya sudah di tangan Yeshua, maka isi Kitab Suci akan saling bertentangan dan kacau-balau.

Pemikiran manusia yang sangat terbatas dan kurang memahami bahasa Ibrani atau bahasa aslinya kitab suci lah yang menyebabkan nampaknya isi kitab suci saling bertentangan dan menjadi amat sulit, sehingga nama Bapa Surgawinya sendiri yang bernama YAHWEH malah tidak dikenal, bahkan dianggap SESAT. Terbukti banyak sinode2 memecat pendeta kerana nama YAHWEH dan ini sangat ironis, banyak alasan dibuat sendiri untuk menghindari nama YAHWEH. Bahkan ada kecenderungan takut dianggap sebagai sumber pemecahbelah.

Padahal itu merupakan konsekuensi adanya perbedaan. Yeshua juga pernah dianggap begitu, sehingga perlu disalibkan. Jangan mengkambing hitamkan TUHAN (YAHWEH) soal perpecahan gereja, kerana dari dulu juga gereja sudah terpecahbelah. Buktinya banyak merk sinode di Indonesia ini!.

Jangan selalu menganggap bahwa Kitab Suci terjemahannya Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia itu sebagai “TUHAN” yang tidak bisa salah. Kitab terjemahan itu bisa SALAH kerana bukan bahasa ASLI.

Mari saya buktikan :
wOB lKo dy:w> lKob; wOdy(; ~d(;a(; ar,P, hy<h.yI aWhw>
!Kov.yI wyx(;a,-lk(; ynEP.-l[;w>
We’huyih’ye pere adam yado vakol we’yad kol bo we’al-pe’nei kal-ekhaiw yishkon
Dan dia akan menjadi manusia liar, tangannya melawan setiap orang dan tangan setiap orang melawan dia; dan dia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya.
Kejadian 16: 12

Terjemahan Kitab Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia.
Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

Terjemahan King James Version.
And he will be a wild man; his hand will be against every man, and every man’s hand against him; and he shall dwell in the presence of all his brethren.
~[(;l(; [d;wOn rysia(; vyai ~h,l(; hy(;h(; ayhih; t[eb(;W
aB(;a;-rB; wOmv.W
Uvaet hahi haya lahem ish asir noda laam ush’mo bar-aba.
Dan pada waktu itu, mereka mempunyai seorang tawanan terkenal
yang disebut Barabas.
Mattai / Matius 27: 16

Terjemahan Kitab Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia.
“Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas”.

Terjemahan King James Version.
And they had then a notable prisoner, called Barabbas.
x;yviM(;h; [;WvyEB. ~yqibeD.l; hm(;v.a;-!yae awOpae !Ke-l[;
x;Wrh(; ypil. Al(;a, rf(;B(;k; alov, ~ykil.h;t.Mih;
Al-ken efo ein-ash’ma lad’veqim be’Yeshua HaMashiakh
Hammit’hal’kim shelo kabbasar ela le’fi haRuakh.
Oleh karena itu, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Yeshua HaMashiakh, yang tidak hidup menurut daging,
tetapi menurut Roh.
Roma 8: 1

Terjemahan Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia.
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang
ada di dalam Kristus Yesus”.

Terjemahan King James Version.
There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus,
who walk not after the flesh, but after the Spirit.

Dari ayat-ayat tersebut saja sudah membuktikan kalau Kitab terjemahannya Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia, menambahi, mengurangi dan mengubah isi Firman yang sebenarnya!. Dan kesalahan FATAL yang dilakukan adalah mengubah nama YAHWEH menjadi TUHAN, ALLAH, Tuhan dan Allah.

Gerakan Penyembah Nama / Pribadi YAHWEH ini merupakan gerakan Ruakh HaQodesh / Roh Kudus diakhir zaman untuk MEMULIHKAN Nama / Pribadi YAHWEH yang di Kitab terjemahannya Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia hanya ditulis 1X yaitu di KAMUS di bagian belakang, dan mengembalikan ke porsi sebenarnya.

Nama YAHWEH tertulis dalam bahasa Ibrani, ya tetap ditulis, masalah mau disebut atau tidak, itu terserah orang yang mau menyebutnya. Hanya mau dibatin saja juga tidak masalah kerana itu HAK ASASI manusia, tetapi jangan kemudian NAMA yang TERTULIS kemudian DIUBAH dan DIBUANG seenaknya sendiri, sementara namanya sendiri jika salah menulis, TIDAK TERIMA.

Mungkin ada 2 orang dalam 1 perumahan yang bernama YANTO profesinya penjual komputer dan penjual emas. Mereka sering dipanggil dengan YANTO KOMPUTER dan YANTO EMAS. Dan YANTO si penjual Komputer merasa TIDAK KEBERATAN disebut dengan nama YANTO KOMPUTER. Hal itu boleh-boleh saja kerana Pak YANTO si penjual Komputer memang TIDAK KEBERATAN namanya disebut demikian.

Namun tidak demikian halnya dengan YAHWEH, masalahnya kerana Tuhan tidak mau NAMA-NYA disebut dengan sembarangan (Keluaran 23: 13), apalagi diganti dengan sembarangan.
Kalimat “Jangan menyebut dengan SEMBARANGAN” itu jangan diartikan “Jangan disebut SAMA SEKALI”. Justru YAHWEH menghendaki nama-Nya disebut. Baca Kitab 1 Tawarikh 16: 8, Mazmur 105: 1 dll
Bangsa Yisrael mengganti dengan Adonai (Tuanku) dan HaShem (Nama itu) walaupun bermaksud untuk menghormati, namun TIDAK BOLEH dijadikan contoh, kerana akan mengakibatkan NAMA / PRIBADI YAHWEH jadi tidak dikenal (Hakim 2: 10-11). Kalau mau mencontoh bangsa Yisrael, kenapa mereka menolak Yeshua tidak dicontoh juga?.

Bangsa Yisrael mengganti itu sejak pembuangan di Babel kerana merasa TIDAK LAYAK, kondisinya beda dengan di Indonesia yang TIDAK MENYEBUT kerana MENOLAK NAMA / PRIBADI YAHWEH, bahkan dianggap SESAT. Lalu dimana SESATnya? Definisi SESAT itu Ajaran yang menyimpang dari Firman, justru gerakan ini kembali ke Firman!. Lalu SIAPA YANG SESAT kalau demikian?

Rev. Dr. Yakub Sulistyo, S.Th.,MA
Radio Streaming: http://www.suryakebenaran.com
yakubsulistyo@gmail.com
HP. 081-22-800-219 dan 081-66-545-32

*******

Ralat / Penjelasan:

[a] Diparaghraf [ke-7] kolom pdf [1] ada kenyataan ayat :

(NAMA-NYA Tuhan yang disembah oleh Moshe, Avraham, Yitskhaq dan Yaaqov serta para nabi adalah YAHWEH, bukan yang lain)

Ayat diatas atas kepercayaan Nasrani dan tidak menganggu kenyataan beliau tentang isu Allah..Dan untuk kita yang Muslim tentang :

Moshe(adalah Nabi Musa Alahissalam)- Avraham (Nabi Musa Alahissalam)

Yitskhaq (Nabi Ishak Alahissalam) Ketiga-tiga nabi ini hanya menyembah Allah SWT bukan  YAHWEH menurut penganut Nasrani

.

[b] Dibawah ada ayat/kalimat yang bentuknya seperti kod-kod template artikel (contoh :rDo rdol. yrik.zI hz<w>) ayat itu pada asalnya huruf Ibrani kerana komputer saya tak ada software untuk teks Ibrani -begitulah jadinya.

[c]  Begitu juga ada tanda ( ) asalnya kalimat Arab (Al-ilah ( ) juga sebab komputer saya tak ada software untuk teks kalimat Arab -begitulah jadinya. Maaf adanya.

[d]  Jika anda  ingi membaca langsung dari ‘pdf’ asal sila baca disini :

Allah Hanya untuk Umat Islam

Kita juga bermohon kepada Allah Ta’ala agar Pendeta Dr. Jakoeb Soelistyo diberi Hidayah dan TaufikNya kejalan Kebenaran Islam,Insyaallah -Wallahua’lam ..moga bermanfaat,!

One comment

  1. penjelasan yqang begitu gaqmblang dari Dr. Yakub Sulistyo ini memang benar dan sangat menyegarkan terutama bagi umat nasrani9 yang belum mengenal nama Yahwe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s