Pendeta Dr. Jakoeb Soelistyo : “Allah Memang Hanya untuk Muslim”

Potrait : Pendeta  Dr. Jakoeb Soelistyo

Editor by Wilhelmina.

Variety Explorer.com— Mahkamah Rayuan Malaysia akhirnya memutuskan untuk melarang kata/kalimat “Allah” (Tuhan) digunakan umat selain Islam. Keputusan Mahkamah Rayuan itu membatalkan keputusan  Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur pada tahun 2009 yang membolehkan pengikut Katolik Rome di Malaysia memakai kata Allah.

Polemik penggunaan kata/kalimat  “Allah” tidak berhenti meski Pemerintah Malaysia telah memutuskan kata itu hanya untuk umat Islam. Kalangan “liberalis” di Indonesia bahkan ikut-ikutan mencemooh  keputusan Mahkamah  Malaysia itu melalui jejaring Twitter.

Tapi pendapat berbeda malah disampaikan seorang Pendeta Kristian dari Kota Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Indonesia, Pendeta bernama Dr. Jakoeb Soelistyo dalam email yang dikirim ke Redaksi MuslimDaily bahkan mau memperjuangkan agar kata “Allah” hanya dipakai umat Islam saja. Ia juga bersedia membantu Mahkamah Malaysia jika Pemerintah Malaysia memerlukankan argumentasi agar umat Kristian tidak menggunakan kata “Allah”.

Pendeta Jakoeb juga mengaku banyak mendapat “serangan” dari umat Nasrani di Indonesia kerana pendapatnya itu, khususnya oleh rakan-rakan pendetanya sendiri. Namun ia mengaku tidak pernah mundur menghadapi kebodohan rakan-rakannya(Paderi-) yang ia anggap menjadi pendeta adalah sebuah pekerjaan dan bukannya mengajarkan apa yang diyakininya berdasarkan Kitab Sucinya sendiri.

Dalam makalah yang dikirimkan ke Redaksi MuslimDaily, Pendeta Jakoeb menyebut “Allah itu merupakan Nama Diri dari sesembahan umat Islam yang tidak seharusnya dicampuradukkan di dalam Kekristianan.”

“Para theolog Nasrani di Indonesia beranggapan bahwa kata ALLAH itu berasal dari Al-ilah atau hanya sekedar sebutan, padahal bukan!. Kenapa?: Kerana Allah itu nama Tuhannya umat Islam, buktinya umat Islam di Amerika jika sembahyang akan mengucapkan “Allahu Akbar” dan bukan “God Akbar”,” terang Pendeta Jakoeb.

Pendeta Jakoeb berpendapat bahwa penyebutan Tuhan untuk orang Kristian yang benar adalah YAHWEH. Ia juga berpendapat bahwa Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia telah menambahi, mengurangi dan mengubah isi Firman yang sebenarnya. Dan kesalahan FATAL yang dilakukan adalah mengubah nama YAHWEH menjadi Tuhan, ALLAH, Tuhan dan Allah.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s