#Syria-Kebangkitan Mujahid dan Ulama’dari Damsyiq

Illustrasi: Masjid Umayyad Damsyik

Editor by Wilhelmina

Variety Explorer.com – Damaskus atau Dimasyq (Arab),kita di Malaysia sebut Damsyik ,ibu kota Syria moden, adalah kota tua yang sangat bersejarah. Damsyik dibebaskan dari cengkeraman Kerajaan Romawi(Rom) pada era Khalifah Umar bin Al-Khattab. Pasukan sahabat yang pertama melakarkan sejarah umat di kota ini dipimpin oleh “Pedang Allah yang Terhunus” Khalid ibn Walid.


Peradaban Islam yang usianya lebih muda tiga kali daripada usia Damsyik, terkait banyak dengan sejarah kota ini. Tidak heran banyak mujahid dan ulama’ yang di belakang nama mereka tercantum laqab “Ad-Dimasyqi” atau penduduk kota Damsyik
Demikian banyak ulama dan intelektual yang lahir, atau pernah belajar dan mukim, atau mengajar serta menorehkan karya besarnya di kota ini. Beberapa dari tokoh Islam dari kota Damsyik yang sangat menonjol itu adalah:

1. Al-Muwaffaq ibn Qudamah (1147-1223 M)

Siapapun yang mendalami hukum Islam perlu mengenalnya. Lahir di Palestin, kemudian menuntut ilmu ke Damsyik dan Baghdad, namun kiprah intelektual dan dakwahnya di Damsyik.

Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Mughni fi Syarh Mukhtashar Al-Khiraqi. Sebuah Ensiklopedia Hukum Islam yang kendati berpijak pada mazhab Hambali, namun memuat pendapat beserta argumentasi hukum seluruh mazhab fikih yang pernah ada, bahkan menanjak ke pendapat sahabat dan tabi’in. Dalam buku tersebut, Ibn Qudamah mengkaji setiap argumentasi secara kritis serta mengemukakan pendapatnya yang tak terikat mazhab.

Al-Izz ibn Abdussalam Asy-Syafi’i sampai berkata, “Hatiku tidak tenang berfatwa sampai aku punya satu kitab,Al-Mughni.” Kitab lainnya yang terkenal adalah Raudhah An-Nazhir, ‘Umdah Al-Fiqh, Al-Kafi, Al-Muqni’, dan Lum’ah Al-I’tiqad.

 

2. Ahmad ibn Taimiyah (1263-1328 M

Reformer utama dan mujahid mulia ini lahir di Harran, Turki, kemudian bersama keluarganya hijrah ke Damsyik akibat serangan bangsa Tartar. Di sinilah beliau kemudian berguru dan belajar dengan penuh kesungguhan.

Ibn Taimiyah terkenal sebagai reformer kerana kritik tajamnya terhadap segala bentuk deviasi (ikhtilaf-penyimpangan) dalam pemahaman Islam. Dia menggugat kalam filsafat, tasawuf ekstrem, dan taklid buta dalam fikih. Berkali-kali pula dipenjara oleh penguasa atas hasutan ulama’ yang membencinya.

Beliau dikenal sebagai Syaikhul Islam, kerana keilmuannya yang kompleks dan ensiklopedis. Tapi, dia konsisten dengan seruannya untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah serta pemahaman Salaf Shalih. Melengkapi perjuangannya, dia memimpin dan  memprakarsai jihad melawan Tartar.

Tulisannya kebanyakan berupa risalah dan fatwa terhimpun dalam Majmu’ Fatawa. Karyanya lainnya yang terkenal di antaranya Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyyah dan Dar’ Ta’arudh Al ‘Aql wa An-Naql. Karya-karyanya terus diteliti dan dikaji bukan hanya kerana pembahasannya yang luas dan kritis, tapi juga kerana nafas pergerakan/perjuangan  yang dibawanya.

3. Al-Hafizh Adz-Dzahabi (1275-1347 M)

Asalnya dari suku Turkmen, tapi lahir dan besar di Damsyik.. Adz-Dzahabi, salah satu murid Ibn Taimiyah, adalah seorang sejarawan agung, periwayat sanad Al-Qur’an, dan pakar ilmu hadits terkemuka.

Kepakaran Adz-Dzahabi terutama dalam Ilmu Rijal, yaitu ilmu pengenalan yang kritis dan mendalam terhadap biografi perawi hadits. Karya-karyanya antara lain Thabaqat Al-Huffazhi Al-Kasyif, Al-Mizan fi Adh-Dhu’afa’, Siyar A’lam An-Nubala’, Tarikh Al-Islam, Talkhish Al-Mustadrak, dan Mukhtashar Sunan Al-Baihaqi. Setiap peneliti hadits setelahnya dianggap telah berhutang jasa kepadanya.

4.Ibn Qayyim Al-Jauziyah (1292-1350 M)

Lahir dan berkarier ilmiah di Damsyik. Bersama guru utamanya, Ibn Taimiyah, berkali-kali keluar-masuk penjara.
Tulisan-tulisannya menonjol kerana kajiannya yang sistematik  dan bahasanya yang indah. Hampir semua bukunya di bidang ilmu tertentu menjadi referensi penting di bidangnya, kerana originality  pendekatan dan kekuatan orientasinya kepada sumber primer, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Beliau menulis Ath-Thuruq Al-Hukmiyyah dalam politik dan peradilan-justice, I’lam Al-Muwaqqi’in dalam Ushul fikih, Zad Al-Ma’ad yang membahas biografi Rasulullah SAW yang dipadukan dengan fikih, Madarij As-Salikin dalam tazkiyah, serta buku-buku lain di bidang tafsir dan hadits

 

5. Al-Hafizh Ibn Katsir (700-774 H)

Siapa yang tidak mengenalnya? Penulis Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim yang lebih dikenal dengan naman Tafsir Ibn Katsir. Sosok alim ini lahir di Basra. Ditinggal wafat ayahnya sejak kecil kemudian pindah ke Damsyik

Di Damsyik Ibn Katsir kecil tumbuh dewasa dan menuntut ilmu. Berguru ke ulama-ulama besar zamannya, termasuk Al-Amidi dan Ibn Taimiyah. Untuk gurunya yang disebut terakhir, Ibn Katsir belajar dengan tekun sehingga beliau termasuk yang disakiti saat gurunya mendapat tantangan dari pihak-pihak yang berseberangan ( opposite each other) dengannya.

Ibn Katsir menulis banyak buku, tapi dua bukunya yang sangat masyhur Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim dan Al-Bidayah wa An-Nihayah. Karyanya itu membuktikan otoritinya dalam Ilmu Tafsir, Hadits, dan Sejarah. Karya-karyanya menjadi rujukan primer terutama kerana aqidahnya yang kokoh dan kajiannya yang kritis.

6. Ibnu Rajab Al-Hanbali (1336-1393 M)

Lahir di Baghdad tapi membesar dan berkarya di Damsyik. Sosok alim ini sangat pakar dalam ilmu hadits dan fikih, di samping sebagai penceramah dengan bahasa yang menyentuh khalayak.

Karya-karyanya yang terkenal: Syarh Sunan At-Tirmidzi, Fath Al-Bari, Syarh Shahih Al-Bukhari (tidak tamat), Thabaqat Al-Hanabilah, Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi, dan Al-Qawa’id. Tiga bukunya yang disebut terakhir sering menjadi referensi “wajib” dalam kajian Ilmu Hadits dan Fiqh bagi penuntut ilmu hingga saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s