Mufti Brunei: “Syariah Islam Jamin Keadilan Bagi Semua Orang”

PORTRAIT: MUFTI BRUNEI DARUSSALAM

Reporter ; Wilhelmina

MUFTI Brunei Darussalam dalam pernyataannya mengatakan bahwa hukum Syariah diciptakan oleh Allah SWT untuk menjamin keadilan dan perlindungan bagi semua manusia. Pernyataan itu menyusul adanya pengumuman dari Sultan Brunei yang menegaskan akan menegakkan Syariah Islam dalam hukum jenayah  pada bulan April tahun depan.

Dalam kuliah perdana pada Konvensi Pengetahuan Islam Selasa kemarin (22/10/2013), Mufti kerajaan Hj Awang Abdul Aziz Juned mengatakan baik Muslim dan non-Muslim dilindungi oleh hukum pidana Islam kerana Syariah Islam mencakup semuanya dan memastikan keadilan serta keamanan bagi semua orang.

“Kalangan dzimmi, non-Muslim yang tinggal di wilayah muslim, tidak pernah akan terluka – mereka tidak akan dianiaya oleh siapapun dan mereka akan dilindungi oleh Syariah Islam dan siapapun yang melanggar hal tersebut maka pelakunya telah melakukan perbuatan dosa,” ujarnya, sambil mengutip Hadits Nabi Muhammad (SAW).

Menjelaskan keunggulan Hukum Syariah JInayah Islam, Mufti Brunei ini menjelaskan kecenderungan berubah-ubahnya hukum buatan manusia kerana harus tunduk pada perubahan.

Sementara itu, hukum Allah Ta’ala  tidak pernah berubah sejak Al-Quran turunkan lebih dari 1.400 tahun yang lalu, tambahnya.

Lebih lanjut Hj Awang Abdul Aziz Juned menjelaskan bahwa Hukum Hudud Islam “tidak pernah goyah” terutama hukuman mati atau qishas. Dia mengatakan hukuman mati dalam Islam akan terus bertahan dan akan berlanjut sampai akhir zaman.

Dia mengakui bahwa banyak orang yang mengkritik terlalu banyak penekanan pada qishas di Hukum Hudud Syariah, namun beliau  mengatakan bahwa kebijaksanaan hukuman mati telah dijamin oleh Allah SWT.

Pengaruh hukuman ini, jika dipaksakan, adalah orang akan takut untuk menjadi pembunuh kerana mereka akan dibunuh jika mereka membunuh. Pada akhirnya, rasa takut qishas akan mencegah pembunuhan, Mufti negara itu menambahkan. “Dan jika pembunuhan tidak terjadi, bukankan itu berarti kehidupan akan aman? Dan hidup akan terus berlanjut di masyarakat,” tegasnya, mencatat bahwa penghapusan hukuman mati adalah sama dengan mendorong orang untuk membunuh kerana kurangnya rasa takut jika tindakan itu dilakukan.

Mengatasi kekhawatiran spekulatif dan kekejaman Hukum Hudud/Syariah  Islam, terutama untuk pelancong  yang mungkin menolak untuk datang ke Brunei kerana takut mungkin tangan mereka akan dipotong, Mufti Negara memastikan bahwa jika mereka para pelancong  tidak bermaksud jahat, maka mereka tidak harus khawatir. Sebaliknya, mereka bahkan akan menerima perlindungan yang tepat dan keselamatan nyawa mereka.
[bruneitimes]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s