# Aneh & Misteri! Teksi Hantar [3] Hantu Wanita ke Pekuburan di Jakarta


Illustrasi : cerita berhantu

Editor by Wilhelmina


Peristiwa misterius ini adalah benar dan nyata adanya dan banyak saksi matanya, namun terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya  diawali pada hari Isnin, 26 Februari 2007 dan berakhir pada esok harinya, hari Selasa 26 Februari 2007 pagi waktu Subuh. Tapi hanya sedikit yang memberitakannya. Kami ingin membuat artikelnya sejak dulu, namun masih tak mendapatkan gambar atau fotonya, nah pada kesempatan kali inilah, akhirnya tulisan ini dapat kami turunkan.

Kala itu hari Selasa pagi, seluruh penduduk  sekitar RW 06 Jalan  Karet Pasar Baru Barat, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat mendadak  kaget bukan kepalang. Mereka digemparkan dengan suatu kejadian yang misterius, aneh tapi nyata dan penuh dengan keganjilan, terselubung oleh misteri yang tak akan terpecahkan!

Kejadian tersebut sebenarnya tak bisa dicerna oleh nalar/akal sehat, namun semua itu kita kembalikan kepada Sang Pencipta segalanya, kerana semua kejadian yang ada di jagad raya ini atas kehendak-Nya, tinggal kita sebagai manusia yang beriman menanggapinyai secara arif, positif dan bijaksana. Kerana segala kejadian di muka bumi dan diseluruh alam ini adalah atas kehendak dan kuasa-Nya.

Diawali Hujan Rintik Dini Hari

Diawali pada dini hari diwaktu itu, Isnin malam Selasa di malam nan sepi, kota megapolitan Jakarta disirami oleh hujan rintik-rintik tiada henti, tepatnya sekitar jam 00:30 sesudah masuk hari Selasa dini hari, Bapak Teto Desto seorang supir-pemandu taxi dari perusahaan  ’’P’’ Taxi sudah keliling kesana-kemari namun belum jua mendapat sewa/penumpang.

Ketika Bapak Teto Desto melewati Jalan sekitar Manggarai tepatnya di depan salah satu Bar dan Diskotik, bapak beranak empat tersebut diberhentikan oleh tiga sosok wanita cantik.


Bpk Teto driver teksi

Ketika teksinya mulai menepi, Bapak Teto tidak ada firasat apapun, namanya juga sebagai pelayan jasa, ia langsung saja mempersilahkan konsumennya untuk masuk ke dalam teksinya sambil mengucapkan rutin salamnya “Selamat pagi Non, silahkan masuk.. ingin diantar kemana ..?”.

Namun ketiga wanita tersebut diam saja tidak berkata sedikitpun. Setibanya di salah satu terowongan tepat di lampu merah, (sepertinya di Jl. Galunggung, saat berada dibawah underpass Dukuh Atas) bapak beranak empat tersebut menegur kembali dengan pertanyaan yang sama, dan akhirnya salah satu dari penumpang tersebut menjawab dengan nada terputus-putus, ’’jalan aja dan lurus’’.

Ke Arah Kuburan Karet Bivak, Jakarta.

Dinginnya udara akibat rintik hujan di Jakarta pada malam itu dan ditambah pula oleh suhu AC di dalam teksi, membuat suasana di dalamnya menjadi sedikit mencekam dan anehnya mereka tetap tak berucap satu patah katapun, tetap hening.

                                    TPU Karet Bivak Jakarta Pusat

Kerananya, seketika itu pula entah kenapa, pak Teto juga mulai mencurigai adanya ketidak-beresan dari penumpang di dalam teksi  sewaannya tersebut.

Tapi apa boleh buat fikirnya, ia harus dan wajib mengantarkan sewanya ke tempat tujuan walaupun ia sendiri belum mengetahui kemana.

Akhirnya setelah teksi  melintasi jalan diseberang TPU (Tempat Pemakaman Umum) Karet Bivak, salah satu dari penumpang tersebut berkata, ’’Nanti balik arah, pak…”. Maka tak lama, pak Teto pun berbalik arah memutar (sepertinya saat berada di Jl. KH. Mas Mansyur saat mengarah ke Jl. Jenderal Sudirman, lalu berbalik arah, kini mengarah sebaliknya, ke arah Tanah Abang).

Tak lama berselang, lalu terdengar lagi ucapan, “Di depan truk-(lory) masuk belok ke kiri…” (sepertinya dari Jl. KH. Mas Mansyur, masuk ke Jl. Karet Pasar Baru Barat persis sebelum Kuburan Karet Bivak, kerana di Jl. KH. Mas Mansyur yang berada di depan jalan itu memang ada beberapa truk yang selalu parking).

Otomatik pak Teto terus mengikuti ucapan wanita itu. Maka ia pun mulai memasuki jalanan yang kecil, namun masih pas dengan dua mobil jika saling berpapasan(berselisih-jalan)

Route teksi dari arah Manggarai hingga ke TPU Karet Bivak (garis merah), lalu berhenti hingga akhirnya ditemukan oleh penduduk setempat (titik kuning)

Tak lama kemudian terdengar lagi ucapan sosok itu, “belok kiri…’’, ujar salah satu penumpang. Bapak Teto belum menyadari dan tak terasa aneh, bahwa arah yang disebutkan adalah sebuah gang (lorong) kecil alias jalan kampung yang berada disamping Kuburan atau TPU Karet Bivak.

Setelah salah satu penunpangnya turun, pak Teto diminta untuk menunggu sebentar, sementara dua penumpang lainnya masih berada dibangku belakang.

Lumayan lama setelahnya, pak Teto pun penasaran dan menoleh untuk melihat kedua penumpang yang masih ada dibangku belakang dan seketika itupun ia pingsan. Tiba-tiba ia sadar oleh bantuan penduduk  saat menjelang Subuh, dan ia sudah berada di dalam sebuah pos RW(Rukun tetangga/ Warga) di daerah itu.

Sesi Investigasi Tanya Jawab Dengan Supir Teksi, Pak Teto Desto:

Ketika ditanyakan apa yang terlihat oleh bapak Teto ketika belok menuju ke arah tersebut, bapak empat anak tersebut menjawab, ’’Ketika itu saya melihat yang ada bukan TPU, namun rumah-rumah gedongan yang mewah-mewah’’.

Kenapa Bapak bisa masuk di gang sempit seperti ini ?

Pak Teto menjawab lagi sambil masih terhairan-hairan, ’’Saya juga nggak ngerti mas, sebab malam itu yang terlihat oleh saya hanya rumah mewah dan megah dengan jalanan yang luas tidak sesempit ini dan yang lebih nggak masuk akal kenapa teksi yang saya bawa bisa melewati jalan setapak yang lebarnya tak lebih dari dua meter???” pak Teto balik bertanya dengan muka masih terheran-heran.

“Padahal, mas bisa lihat sendiri keempat tayar mobil teksi saya itu berada diatas kanan kiri saluran got!’, ucapnya dengan muka penuh kehairanan.

“Nah, sampai detik inipun, nggak mungkin saya bisa menjalankan teksi tersebut untuk keluar dari gang(lorong)  ini lagi dan balik kembali menuju ujung gang yang telah saya lewati semalam’’, jelas pak Teto dengan nada terbata-bata hairan.

Perlu ketahui bahwa memang gang/lorong  tersebut pernah admin datangi, yang hanyalah type jalan setapak yang luasnya memang tak lebih dari 2 meter dan dikanan kiri gang tersebut masing-masing juga terdapat saluran got(longkang)  yang terbuka.

Sedangkan persis disebelah kanan teksi adalah pemukiman penduduk  yang begitu penuh sesak, dan di sebelah kirinya adalah tembok gedung sekolah SMPN 38 Jakarta.

                         Gang/lorong  sempit inilah tempat teksi pak Tato masuk, terlihat kanan kirinya terdapat saluran air atau got, tembok pada sisi kiri adalah tembok pembatas SMPN 38 Jakarta. (klik untuk memperbesar)
                 

Lalu, bagaimana ceritanya bapak bisa disuruh menunggu di sini?

’’Begini mas… ketika itu salah satu penumpang wanita tersebut menyuruh saya berhenti di sini, dia bilang ‚’’Tunggu’, ya…”  – sebagai pelayan jasa yang baik saya wajib menunggu tanpa menggerutu walaupun saat itu sekujur bulu roma-tengkuk  saya mulai merinding entah kenapa”, jelas pak Teto.

Kemana arah salah satu wanita penumpang itu pergi, pak?

Pak Teto hanya menunjuk ke kuburan yang semalam tadi dia lihat sebagai rumah-rumah mewah tanpa ia bersuara sedikitpun. Mungkin dia masih tak percaya dan kaget sebab kenyataannya di pagi itu menunjukkan bahwa komplek rumah-rumah mewah tersebut adalah merupakan komplek Pemakaman Umum (Kuburan) Karet Bivak, bukan rumah-rumah mewah seperti yang ia lihat tadi malam.

Beginilah posisi teksi di dalam gang sempit yang dikemudikan oleh pak Teto, membuat penduduk  berkerumun dan terlihat takjub bahkan tak percaya, hingga mereka akhirnya menuju lokasi dan dapat melihat dengan matanya sendiri.

Lalu bila bapak mulai menyadari bahwa ada keganjilan atau keanehan di dalam teksi yang bapak bawa…?

“Ya….itu mas, saat penumpang yang satu turun dan bilang ‘’’tunggu’’ dia jalan beberapa langkah lalu nggak terlihat lagi oleh saya, lalu dengan rasa nggak karuan yang kuat sekali, dalam hati saya berkata, agar saya melihat ke kaca spion dalam diatas dasboard, untuk melihat kedua penumpang lainnya yang masih duduk di belakang, kok rasanya ada keanehan, tapi pas saya menoleh ke bangku belakang… saat itu pula saya mulai tidak sadarkan diri lagi….’’ kenangnya.

Kenapa bapak bisa tidak sadarkan diri pada saat itu?

Dengan intonasi yang masih gemetar, bapak empat anak itu menjelaskan, ‘’’Gimana saya nggak pingsan mas… ketika saya menoleh ke bangku belakang untuk melihat ke arah penumpang yang lainnya…..’’ pak Teto sontak berhenti berbicara dan tunduk terdiam.

Lalu ia meneruskan jawabannya, “Pas aku lihat, kedua penumpang tersebut memiliki wajah yang nggak karuan bentuknya! Dan amat sangat menakutkan!!”, tambah pak Teto yang sorot matanya terlihat kosong tak fokus di dalam ruangan pondok-pos RW setempat, lalu kembali menundukkan wajahnya sambil menggelengkan kepala dan berhenti berbicara.

Seluruh penduduk  yang ada di ruang pondok-pos RW pun ikut terdiam. Mungkin saja pak Teto diam tertunduk dan menggeleng kepala karena masih teringat oleh  wajah menakutkan dari sosok hantu tersebut.

Kemudian ia mulai melanjutkan ceritanya, “Saat itulah saya mulai nggak sadarkan diri dan akhirnya saya baru mengetahui kalau saya sudah berada di dalam Pos RW 06 Karet Tengsin ini, yang katanya saya di bopong oleh penduduk  tadi pagi ke Pos RW ini, ‘’ sambil ia menunjuk Bapak Haji Imron sebagai ketua RW 06 setempat.


Posisi teksi yang mengantarkan tiga sosok wanita hantu, terlihat masih berada di dalam gang sempit dekat kuburan Karet Bivak, Jakarta sebelum dievakuasi penduduk.

Penulis Terlambat Saat Cek Ke Lokasi Kejadian

Sebenarnya admin telah mendengar cerita ini pada siang hari tepat di hari tersebut, namun kerana terlambat datang, kami hanya disuguhkan oleh suasana penduduk  yang masih ramai dengan cerita2 yang mengherankan dan tak masuk akal.

Sayangnya, teksi yang bersangkutan ternyata juga sudah dievakuasi warga saat menjelang Subuh, maka kami tak memiliki bukti gambar atau foto untuk jangka waktu bertahun-tahun lamanya, agar dapat dilampirkan sebagai pembuktian pada artikel kami.

Oleh kerananya, tanpa foto maka cerita nyata yang sangat misterius dan sangat aneh ini tak kami muat dalam sebuah artikel kerana akan diangap isapan jempol belaka. Akhirnya, baru kali inilah kami dapat membuatnya kerana terdapat foto dari salah satu blogger di blogspot.

Pada kesempatan dulu itu, kami hanya mendapatkan “sisa-sisa bukti” yang tak kalah menghairankan. Terlihat tar-jalan  di gang tersebut yang telah bergaris-garis oleh tindihan benda berat, menandakan teksi i tersebut terseret-seret.

Selain itu dikatakan pula oleh beberapa saksi, bahwa untuk mengevakuasi taxi tersebut, mereka harus membongkar beberapa kongkrit  tong sampah agar teksi  dapat ditarik keluar gang. Dan penduduk  juga terpaksa menambahkan beberapa kayu-balok dan multiplek, agar tayar teksi  dapat memijak lalu ditarik keluar gang sempit itu.

Lalu, timbul pertanyaan di benak kami yang kadang ngawur walau mungkin terjadi entah bagaimana, “Jadi, apakah teksi tersebut berjalan masuk gang dengan “menyeret” badan teksinya sendiri tanpa tayar  yang menyentuh tar-jalan?”

Ada pertanyaan kedua kami yang tak kalah menghairankan dan tak dapat dijawab bahkan oleh penduduk  setempat yang mana rumah-rumah mereka saling berdesak-desakan dan berada persis sekali dipinggir gang, yaitu: “Apakah para warga setempat tak ada yang mendengar deru enjin  mobil / teksi saat masuk ke gang sempit itu?”.

Kali ini ada jawabnya, namun serempak hampir semua warga menjawab bahwa mereka tak mendengar ada deru mobil atau teksi tersebut. Tiba-tiba saja saat menjelang subuh-lah, mereka sontak kaget dan hairan, tiba-tiba ada teksi yang sedang “nongkrong” di dalam gang sempit dengan supir yang sudah pingsan. Wow!!

Persis di depan gang tersebut juga terlihat ada seperti pos atau saung tempat tiap malam biasanya warga “nongkrong” disaat ronda/jaga malam, yang kata mereka juga ternyata pada malam itu, kebetulan juga sepi!

Sebuah kebetulan? atau suatu kesempatan bagi hantu-hantu itu agar dapat naik teksi sekaligus bergaya kepada sesama mereka? :p Namun bisa saja kerana malam menjelang Subuh saat itu hujan rintik-rintik, membuat penduduk  enggan untuk keluar rumah.

Suasana saat pak Teto sang supir taksi diinterogasi oleh warga di ruang pos RW setempat.

Perlu diketahui pula, bahwa TPU(Tempat Pekuburan Umum)  di daerah ini ada dua buah, yaitu TPU Karet Bivak dan TPU Karet Tengsin. TPU Karet Bivak berada persis diperempatan jalan besar atau hook , jalan KH. Mas Mansyur yaitu jalan yang menghubungkan Jl. Jenderal Sudirman menuju ke Tanah Abang (jika anda dari Jl. Jenderal Sudirman)

 

Lalu jalan itu “dipotong” oleh sebuah jalan melintang dan menjadi sebuah perempatan, jika ke kiri Penjernihan, Pejompongan dan jika ke kanan adalah yang melintas di depan Hotel Sangrila, yaitu jalan Galunggung.

Sedangkan yang kedua adalah TPU Karet Tengsin, itu lain lagi, TPU itu adalah tempat dimana makam Ustadz Uje yang terkenal kini dimakamkan.

Sebenarnya terkadang kami sering mendapat khabar mengenai peristiwa-peristiwa mistik  dan misterius sejenis yang tak dapat dijelaskan oleh nalar, tapi kerana tak adanya pembuktian berupa gambar atau foto, maka banyak diantara cerita tersebut tak kami turunkan ke dalam artikel, kerana bisa jadi akan dibilang hoax.

 

Demikianlah cerita misteri kali ini yang memang benar-benar terjadi dan akhirnya dapat kami informasikan, semoga kita semua dalam lindungan-Nya kerana baik kejadian tersebut di atas maupun kejadian-kejadian ganjil dan aneh yang pernah terjadi, semuaa adalah merupakan rahasia Ilahi.

 

Dan semoga kita sebagai mahluk ciptaan-Nya dapat selalu berfikirian positif serta mengambil hikmah yang baik atas kejadian tersebut. Kerana kita hidup dan bernafas berkat kemurahan dan kasih sayang dari-Nya.

Semoga cerita diatas dapat menjadikan info dan pelajaran berharga. (story & pictures from yoyoe. blogspot.com / grammar, added info & edited by IndoCropCircles)

 

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s