Umat Ini Kelak Mengikuti Bangsa-Bangsa Sebelumnya [3-Habis]


Illustrasi; Cinta Dunia.

Variety Explorer.com—Manusia peradaban Barat juga berada dalam konflik dengan alam.  Sebab ia bertolak dari pendirian  bahwa alam adalah musuhnya yang harus dihadapi dan dikuasai. Oleh kerananya di Barat ada istilah “menaklukkan alam”, yaitu suatu ungkapan yang jelas arah dan artinya. Sementara Islam memandang alam dengan segala isinya diciptakan oleh Allah untuk keperluan hidup manusia, sebagaimana disebutkan oleh Al-Qur’ an:

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya zahir dan bathin.” (Terj;AlQuran-Surah- Luqman [31]:20).

RASULULLAH juga mengungkapkan dalam hal ini, tentang gunung Uhud, dengan sabdanya: “Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Ahmad, dan Thabrani).

 

Manusia dalam peradaban Barat mengalami konflik dengan sesama manusia, yaitu konflik yang mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Suatu saat konflik itu terjadi antar individu untuk memperebutkan kepentingan individu masing-masing.

Apalagi peradaban ini membuka peluang bagi dominasi karakter individualisme dan filsafat pragmatisme, sehingga muncul pameo bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.  Pada saat lain, konflik ini terjadi antar kelas dan kelompok sosial khususnya yang diakibatkan oleh agitasi masing-masing kelompok demi kepentingan dirinya. Sedangkan keburukan dan kehinaan milik kelompok lain.

Implikasi dari fahaman  ini adalah sikap rakus, tamak dan serakah manusia dalam memenuhi tuntutan dan keinginannya. Faham bahwa alam harus ‘ditaklukkan’ juga telah merasuk pada komuniti  akademik  dan mereka yang aktif dalam dunia sains.

Dengan berbekal logika dan akal yang dangkal, mereka sulit menerima bila setiap ada bencana alam dan musibah yang menimpa manusia selalu dikaitkan dengan campur tangan Allah. Yang mereka tempuh justru berfikir dan berfikir untuk menciptakan teknologi terbaru agar semua musibah dan bencana itu bisa ditaklukkan dan ditundukkan.  Tidak pernah sedikitpun merenung dan memohon kepada Allah – sebagai pemilik dan penguasa mutlak atas alam semesta ini – agar musibah itu dihilangkan dan ditukar dengan nikmat.  Barangkali tabi’at konflik yang merupakan pilar-tonggak  dari peradaban barat ini telah masuk ke dalam otak sebagian mereka

5. Sikap Superioritas Atas Bangsa Lain.

 

Rasa lebih tinggi atau superioritas Barat atas bangsa yang lainnya adalah satu sifat lain bagi peradaban Barat.  Sikap superioritas ini begitu mendalam merasuk dalam mentaliti  Barat. Mereka berkeyakinan mempunyai ras/baka  yang lebih unggul daripada bangsa lain dan lebih biru darahnya. Mereka diciptakan – menurut anggapan mereka sendiri – untuk memimpin dan menguasai bangsa lain. Sedangkan bangsa lain dicipta untuk mengabdi kepada  mereka. Inilah watak dasar yang ikut mewarnai peradaban Barat.  Oleh kerananya muncul teori di kalangan mereka yang disebut Racial superiority, yaitu bahwa manusia tidak sama.

lmplikasi fahaman  ini dapat kita lihat bagaimana status sosial dan kehormatan seseorang tidak lagi berdasarkan akhlak dan kemuliaan, melainkan pada kedudukan dan materi yang disandang. Seseorang memuliakan orang lain tidak lagi kerana keluhuran budi pekerti dan keagungan akhlaknya, melainkan kerana tingginya kedudukan seseorang dan kecukupan/kemewahan  materi yang ada  bersamanya.

Inilah barangkali beragam fenomena akhir zaman yang hari ini sedemikian nyata terlihat dan menjelma pada banyak komuniti  umat Islam.
Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: Akhir Zaman/Dari: 100 Hadits Tentang Nubuat Akhir Zaman/Abdur Rahman Al-Wasithi/Az-Zahra Mediatama/Hal. 18-26

Editor by Wilhelmina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s