Munculnya Penguasa Luka’ ibn Luka’,!?


Illustrasi : Politisi atau Politikus

Written by Wilhelmina

Variety Explorer.com– Ketika seorang pemimpin lama Umno  kembali meraih kemenangan untuk memimpin dalam PAU-2013 lalu ,pelbagai respon dan argumen yang kita dengar dan baca,dimedia .Diantaranya yang menarik :”Umno akan mengalami masa kegelapan serta kemunduran  kerana dipimpin oleh orang-orang sombong dan  tercela”


Dan yang terkini Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, Datuk Seri Shafie Apdal dan Datuk Seri Hishammuddin Hussein berjaya mengekalkan jawatan Naib Presiden Umno bagi Penggal 2013-2016 selepas memperoleh 166, 152 dan 92 undi.-
Apakah ke-tiga orang kuat PM.Najib ini juga tergolong pemimpin yang akan membawa kemunduran Umno?

Hanya sejarah yang akan mencatat dan berbicara dikemudian hari…

Dibalik semua hiruk-pikuk PAU-2013 itu yang kata ‘mereka’ adalah sebuah pesta ‘pendemokrasian’ -Yahh  Demokrasi ala Umno,!
Bekas Timbalan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Saifuddin Abdullah melalui laman mikro Twitternya berkata beliau akur dengan keputusan kekalahannya namun kesal dengan kaedah baru pemilihan yang masih tidak dapat membendung politik wang dalam Umno.

 

“Kaedah baru pemilihan ada 2 matlamat: pendemokrasian + basmi politik wang. Pendemokrasian: ya. Politik wang: ?(Yes)

 

  Kita dikelilingi para pemimpin ………?

MENEMPATKAN orang yang tepat pada posisi yang tepat adalah salah satu kaiedah penting bagi kemaslahatan kehidupan manusia dan bernegara. Kerana itu kita lihat fasa-fasa sejarah ketika pemerintahan dipegang oleh kalangan elit yang shaleh dan bertakwa adalah fasa-fasa kecemerlangan Islam dalam sejarah umat Islam.

Di sisi lain, tragedi terbesar yang merosak sistem kehidupan dan bernegara adalah saat pemerintahan, kepemimpinan, dan jawatan-jawatan dipegang oleh orang-orang yang tidak berkualiti  yang mengambil kebijakan berdasarkan hawa nafsu, serta mengabaikan orang-orang pilihan yang mampu menjalankan urusan pemerintahan ke arah yang lebih baik.

Rasulullah saw. memberitahukan bahwa salah satu tanda kiamat adalah urusan pemerintahan diberikan kepada orang yang tidak sepatutnya.

Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan bahwa Abu Hurairah r.a. berkata, “Ketika Rasulullah saw. berada dalam suatu majlis dan sedang berbicara kepada khalayak, tiba-tiba datang kepadanya seorang Arab Badui. Ia berkata, ‘Bila  kiamat terjadi?’ Namun Rasulullah saw. menjawab, ‘Jika amanat itu disia-siakan, tunggulah kiamat.’ Ia bertanya, ‘Bagaimana amanat itu disia-siakan?’ Jawab Nabi saw , ‘Jika urusan bukan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.’ ”

At-Thahawi meriwayatkan dalam Musykil al-Atsar sabda Rasulullah saw., “Hampir saja saya yang menguasai dunia itu Luka’ ibn Luka’ (gelaran bagi orang bodoh dan tercela-pent). Manusia terbaik adalah orang mukmin diantara dua orang mulia.”

Orang yang menelaah sejarah Islam, akan mengetahui bahwa penyakit yang diisyaratkan oleh Rasulullah saw, ini adalah salah satu bencana besar yang akan menimpa kaum muslimin. Umat ini dikuasai oleh penguasa  yang otoriter yang tak mampu mendengar pendapat yang berbeza dengannya.

Dalam sebuah hadis dari Mu’awiyah diriwayatkan bahwa Rasulullah saw, bersabda, “Setelahku akan ada pemimpin-pemimpin yang apabila berkata, tidak dapat disanggah, mereka masuk ke neraka seperti halnya monyet.”

Sebagian dari penguasa itu disibukkan oleh nafsu syahwat dan materi-kekayaan  daripada memperhatikan urusan kaum muslimin. Sebagian lagi tidak mengenal kebenaran. Kerananya mereka membawa masyarakat ke arah yang tidak jelas, serta menyebarkan bid’ah dan kemungkaran, sebagaimana diisyaratkan dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Ubadah ibn Shamit, bahwa Rasulullah saw, bersabda, “ Akan ada pemimpin-pemimpin yang disibukan oleh hal-hal duniawi sehingga mereka mengakhirkan shalat. Maka jadikanlah shalat kalian bersama mereka sebagai shalat sunah.”

Dalam Hadis dari Ummu Salamah riwayat Muslim dan Abu Dawud, “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya selamat. Orang yang puas dan mengikutinya tidak terbebaskan.”

Dalam Musnad Ahmad, Mu’jam ath-Thabrani,dan Sunan Ibn Majah diriwayatkan dari Ibn Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda, “Akan muncul di antara kalian pemimpin-pemimpin yang mengakhirkan shalat dari waktunya dan memunculkan bidah-bidah.” Ibn Mas’ud berkata, “Kau bertanya kepadaku, hai Ibn Ummi Abd, kau harus berbuat apa? Tak ada ketaatan bagi yang mendurhakai Allah.”

Kita perhatikan bahwa Rasulullah saw, tidak mengizinkan kita keluar memerangi penguasaan yang zalim kerana akan menyebabkan timbulnya fitnah dan pertumpahan darah. Ini bila mereka mengambil syariat Allah secara umum.

Dalam Sunan an-Nasa’i dan Musnad Ibn Hibban diriwayatkan dengan Sanad Sahih dari ‘Urfajah, ”Setelahku akan terjadi begini dan begitu. Siapa diantara kalian melihat orang memisahkan diri dari jama’ah atau ingin memecah-belah umat Muhammad saw, siapa pun dia, bunuhlah dia, sebab, tangan Allah bersama jama’ah, dan sesungguhnya syaitan bersama orang yang memisahkan diri dari jama’ah.”

[Sumber: “Ensiklopedia” Kiamat, Karangan: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, Penerbit Serambi ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s