Dokumen “The Green Hilton Memorial Agreement” Ada Indikasi Kepalsuan.

5565a-green-hilton-memorial-agreement-signatories-1963-11-727754“The Green Hilton Memorial Agreement”

Written  by Wilhelmina

Akhir-akhir ini sebuah dokumen yang disebut “The Green Hilton Memorial Agreement” cukup menimbulkan kehebohan di dunia maya. Dokumen misterius ini menyebutkan bahwa Amerika Syarikat memiliki hutang 57.000 tan emas kepada Indonesia. Bahkan disebutkan bahwa dokumen inilah yang menyebabkan CIA ikut menggulingkan Presiden Sukarno.Juga penyebab terbunuhnya  John F.Kennedy-Presiden Amerika Syarikat. Dan saya pun ikut membahas isu tersebut ( https://helmysyamza.wordpress.com/2013/10/14/the-green-hilton-agreement-harta-rakyat-indonesia-sirna-oleh-recommendations-g20/)

kerana cerita ini sangat menarik minat saya dan sudah pernah saya dengar dari orang-orang tua ,walau dalam versi berlainan sekitar tahun 70an lagi…

Namun kini saya juga bingung bagaikan menonton serial TV-NCIS ( Naval Criminal Investigative Service).Kerana saya baru saja menemukan sebuah journal dari group penyiasatan terdiri  pakar-pakar mathematik,sain sosial-politik,pakar pemalsuan tanda-tangan ,dan pakar sejarah Internasional yang menemukan bukti saintifik tentang pemalsuan Dokumen “The Green Hilton Memorial Agreement” -dengan kata lain Dokumen tersebut terbukti palsu.

Dan group penyiasat persendirian ini tidak menamakan diri mereka demi keselamatan diri dan keluarga mereka.Kerana para pembuat “The Green Hilton Memorial Agreement” bukan sembarangan orang -mungkin ada tujuan tertentu dibalik rekayasa dokumen tersebut.

Di Indonesia, dokumen ini mungkin baru heboh pada tahun 2013 ini. Namun di Amerika, berita ini sudah beredar sejak tahun 2008 lewat website  bibliotecapleyades.net. Ketika sampai ke Indonesia, beritanya dibuat menjadi lebih bombastis. Misalnya, kalimat pembuka dalam sebuah  portal  berita memuatnya seperti ini (saya kutip apa adanya):

“Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Syarikat  John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.”

Ok,selanjutnya mari kita baca dan semak hasil  penyiasatan group penyiasat bagaikan serial TV-NCIS:
Bagi mereka yang kurang memahami persoalan ekonomi mungkin akan sedikit kebingungan membacanya. Yang bisa kita tangkap, emas sebesar itu dipinjamkan oleh Sukarno kepada Amerika untuk digunakan sebagai cadangan supaya pihak Amerika bisa mencetak uang dolar.
Singkatnya seperti ini:

Quote:

1. Sukarno memegang kuasa atas emas-emas (yang disebut sebesar 57.000 tan) tersebut.

2. Lalu Sukarno memindahkan emas itu ke Amerika.

3. Sebagai gantinya, pihak Amerika akan memberikan bunga-intrest  senilai 2,5 persen dari harga emas.

4. Kerana Sukarno tumbang, pembayaran bunga tersebut belum pernah dicairkan sampai sekarang dan emas tersebut lenyap dari pantauan radar.

Mungkin beberapa dari Anda ( akan bertanya mengapa emas itu digunakan untuk mendukung pencetakan uang dolar. Penjelasannya kurang lebih seperti ini:

Pada tahun 1963, sistem keuangan Amerika masih menggunakan “Gold Standard”. Artinya untuk setiap dolar yang dicetak, maka harus ada emas yang dicadangkan( sebagai jaminan) . Dengan kata lain, jika memiliki tambahan cadangan emas sebanyak 57.000 tan, maka Amerika bisa mencetak uang dolar sebesar nilai emas tersebut.

Amerika Syarikat baru menghentikan sistem Gold Standard pada tahun 1971. Dan pada tahun 2013 ini sudah tidak ada negara yang menggunakan sistem semacam itu.

Jadi kita tahu alasannya sekarang.

Mungkin di antara Anda ada yang penasaran berapa nilai sebenarnya emas sebanyak 57.000 tan itu. Untuk sekedar informasi, nilainya jelas sangat besar.

Emas sebesar 57.000 tan itu sama dengan 61.685 Trilyun(billion-billion) Rupiah. Sebuah jumlah yang sangat besar. Mungkin kita sukar membayangkannya. Sebagai perbandingan, pada September 2013, jumlah hutang luar negeri Indonesia adalah 2.983 Trilyun. Jadi benar seperti yang diisukan selama ini.
Harta karun revolusi Sukarno akan mampu melunasi seluruh hutang Indonesia dan bahkan masih memiliki kelebihan untuk memakmurkan rakyat. Itu pun jikalau emas tersebut memang ada.

Tapi baiklah, cukup dengan hitung-hitungan ekonomi. Seperti yang sudah kita katakan di paragraf pembuka, ada alasan untuk menyebut dokumen tersebut sebagai dokumen palsu sehingga saya rasa saya tidak perlu berbicara lebih lanjut soal harta sebesar itu.

Jika mau menelusuri lebih jauh, saya yakin akan menemukan lebih banyak bukti palsunya dokumen ini. Namun kita berhenti ketika telah mendapatkan beberapa yang kita  anggap cukup fatal. Nah, ini adalah bukti-bukti yang kami maksud.

Cop- Mohor  Kepresidenan Amerika Syarikat

Salah satu poin mencurigakan dari dokumen ini adalah Cop-Mohor kepresidenan Amerika Syarikat.

Cop-kepresidenan Amerika ada di sebelah kiri. Pada cop tersebut tertulis United States of America (Bagian atas) dan The President (Bagian bawah). Masalahnya adalah desain semacam ini tidak pernah digunakan sama sekali.

Memang desain cop presiden Amerika Syarikat beberapa kali mengalami perubahan. Tapi tidak pernah ada yang menyerupai cop  pada dokumen “The Green Hilton Memorial Agreement” tersebut.

Berikut adalah Cop- kepresidenan Amerika Syarikat:

Pada cop yang asli, di belakang burung Rajawali terdapat 13 gumpalan awan yang tidak terlihat pada Cop- dokumen The Green Hilton Memorial Agreement.

Desain cop semacam ini mulai berlaku sejak executive order 10860 tahun 1960. Pada tahun 1963, seharusnya Presiden JF,Kennedy juga menggunakan Cop yang sama.

Lalu bagaimana dengan Cop-mohor- kepresidenan Republik Indonesia?

Cop-Presiden Sukarno pada dokumen tersebut mirip dengan Cop- kepresidenan yang didesain tahun 1950. Jadi kita  rasa tidak bermasalah.

Memang, ada kemungkinan bahwa kami  salah dalam hal ini. Bisa saja cop yang digunakan pada perjanjian internasional berbeda dengan versi resmi (COP- presiden Amerika memiliki beberapa versi tergantung tujuan penggunaan). Namun kita  kira kemungkinannya akan sangat kecil. Penggunaaan kata “United States of America” sendiri tidak pernah ada di dalam Cop- versi manapun. Yang ada hanya “United States”.
Jadi, bukti pertama kita adalah masalah Cop-mohor – kepresidenan Amerika yang tidak sesuai.

Sekali lagi, mungkin kami  salah, mungkin juga tidak. Kerana itu untuk menguatkan dugaan kami  mengenai palsunya dokumen ini, Kami  akan memberikan bukti tambahan.


Bekas Cropping Pada Dokumen?

Jika kita melihat dengan baik salah satu screenshot dokumen yang ada, kita bisa melihat logo burung Garuda di atas dokumen sepertinya merupakan hasil sebuah cropping.

Lihat bekas seperti kotak pada burung Garuda tersebut. Apakah itu bekas cropping? Jika iya, maka sepertinya logo itu telah ditempel lewat photoshop.
Selain itu, logo burung Garuda tersebut berbeda dengan Cop- resmi kepresidenan RI. Kita tidak pernah melihat ada logo resmi negara dengan sayap Garuda memotong lingkaran.

Desain semacam ini mirip dengan pajangan burung Garuda yang ada di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington.

Tapi, ini adalah pajangan. Tentu saja berbeda dengan Cop- resmi untuk dokumen. Apakah mungkin sang pemalsu dokumen telah meniru desain pajangan ini kerana mengiranya sebagai versi resmi kepresidenan RI? Nah, untuk yang satu ini, kami pun tidak mengatakan bahwa kami  pasti benar. Bisa jadi kertas dokumen tersebut memang memiliki bentuk “kotak” seperti cropping. Dan bisa jadi juga kami  salah dalam hal penggunaan logo resmi kepresidenan pada perjanjian internasional. Untuk itu, kami akan memberikan bukti lainnya.

Tanda Tangan Sukarno :

Dari dokumen Green Hilton Memorial tersebut, ada indikasi bahwa tanda tangan Presiden Sukarno berbeda dengan tanda tangan aslinya. Mari kita bandingkan tanda tangan Sukarno pada dokumen tersebut dengan tanda tangan asli yang kita miliki.

[ Ini adalah tanda tangan Sukarno yang asli yang diambil dari potongan Keppres No.129 tahun 1961 tentang penyederhanaan parti politik]

Sedikit kita sentuh mengenai tanda tangan. Kerana tanda tangan merupakan hasil dari tulisan tangan, maka hampir dipastikan bahwa tidak akan ada tanda tangan yang sama persis, bahkan walaupun yang menandatangani adalah orang yang sama. Kadang, mood yang berbeda bisa menghasilkan tanda tangan yang berbeda pula.
Tapi, ada satu yang selalu sama.
Yang saya maksud adalah cara dia menarik garisnya (stroke).

Tanda tangan sendiri adalah produk dari kebiasaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ketika seseorang membubuhinya di atas sebuah dokumen, ia tidak berpikir. Ia hanya menggoreskan penanya. Semuanya otomatik, sama seperti ketika Anda mengikat tali sepatu. Kerana itu, cara dia menarik garis pasti akan sama pada setiap tanda tangan.

Jadi, jika Anda  ingin memeriksa keaslian tanda tangan seseorang, periksalah tarikan garisnya. Jika berbeda, maka dipastikan bahwa tanda tangan tersebut telah dipalsukan, walaupun terlihat sangat mirip.

Dalam kes dokumen The Green Hilton Memorial Agreement ini, jelas arah tarikan garis kedua tanda tangan berbeda.

Kita membuat alur tarikan garis untuk tanda tangan asli dan tanda tangan pada dokumen Green Hilton. Anda  bisa melihat keduanya sangat jauh berbeda. Terlihat pada huruf “S”, “K” dan “R”.

Ini adalah alur tarikan garis pada tanda tangan asli:

Dan ini adalah alur tarikan garis pada dokumen Green Hilton Memorial

BolehkahAnda melihat perbedaannya?
Selain perbedaan pada tiga huruf tersebut, salah satu kesalahan yang paling fatal adalah kurangnya tanda titik dan garis pada tanda tangan The Green Hilton Memorial. Anda  bisa memeriksa semua tanda tangan Sukarno. Titik dan garis pada ujung tanda tangan tersebut selalu ada.

Pada dokumen yang satu lagi, titik dan garis ini muncul. Tapi, tarikan garis pada huruf “S” berbeda dengan yang satunya lagi.

Kita tidak akan heran dengan hal ini. Mereka yang meniru tanda tangan pasti hanya akan memiripkan tanda tangan tanpa peduli dengan alur tarikannya.
Selain masalah tarikan. Ada satu lagi yang menarik. Jika Anda  teliti, pasti Anda  sudah bisa menemukan perbedaan lainnya dari tanda tangan yang asli dan tidak.

Perhatikan kembali gambar tanda tangan asli dan tanda tangan pada The Green Hilton Memorial. Bisakah Anda melihat perbedaannya?

Perbedaannya adalah pada nama penandatangan. Pada tanda tangan asli ditulis “Sukarno”. Pada tanda tangan palsu ditulis “Soekarno”. Sebuah kesalahan kecil yang dilupakan oleh sang pemalsu.

Soal ejaan ini, ada ceritanya.

Dalam buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat” karya Cindy Adams  yang terbit tahun 1965, disebutkan bahwa Presiden Sukarno sendirilah yang meminta namanya ditulis dengan “Sukarno” dan bukan “Soekarno”. Ini disebabkan pada tahun 1947, Indonesia sudah rasmi menggunakan Ejaan Soewandi yang salah satu cirinya adalah mengganti “OE” dengan “U”. Jadi Sukarno ingin konsisten dengan perubahan itu.

Sang pemalsu tanda tangan mungkin melihat tanda tangannya dan membaca “Soekarno” sehingga ia ikut memberikan nama itu pada dokumen.
Masih kurang kuatkah buktinya?hehehe,

Kalau begitu, Kami  berikan bukti yang terakhir.

Keberadaan Presiden Sukarno dan Kennedy

Sebuah dokumen rasmi negara tidak boleh salah dalam pemberian tarikh. Dalam surat kedesa-an, mungkin masih boleh . Tapi jelas tidak untuk perjanjian sekaliber Thr Green Hilton Memorial ini.

Pada kes  thr Green Hilton Memorial, disebutkan bahwa dokumen tersebut ditandatangani pada tanggal 14 November 1963 di Geneva, Switzerland,

Kita bisa memeriksa keabsahannya dengan cara melacak keberadaan sang penandatangan. Dalam hal ini Presiden Sukarno dan Kennedy.

Lalu dimana Sukarno pada tarikh  tersebut?

Memang susah melacak keberadaan Sukarno. Soalnya dokumentasi kita tidak cukup memadai. Namun ada indikasi kuat bahwa Sukarno tidak berada di Switzerland.

Tahun 1960-an adalah tahun yang cukup rumit bagi Indonesia. Tahun 1962, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Kerana Indonesia menjalin hubungan baik dengan China dan Palestine, maka Indonesia menolak keikutsertaan Taiwan dan Israel. Ini menyebabkan komite Olimpik- Internasional memberi sanksi kepada Indonesia.

Sukarno menjadi marah. Lalu ia memutuskan untuk menciptakan event tandingan semacam Olimpik  yang disebut Ganefo (Games of the New Emerging Forces). Sambil membawa semangat yang juga dibawa oleh gerakan Negara Non Blok, Sukarno menekankan kekuatan Ganefo sebagai simbol pemberontakan terhadap kekuatan negara2 super power.

Nah, Event Ganefo pertama diadakan pada tanggal 10-22 November 1963. Acara tersebut dibuka langsung oleh Presiden Sukarno. Jadi pada tanggal 10 November, Sukarno masih ada di Jakarta. Tidak ada catatan mengenai keberadaannya pada tanggal 14 November.

Tapi pertanyaannya adalah: “Apakah dalam masa penyelenggaraan event yang dianggapnya sebagai simbol kekuatan negara-negara berkembang itu Sukarno mau pergi ke Switzerland?
Kita rasa tidak mungki,!.

Jadi, kita  menduga bahwa Sukarno tidak berada di  Switzerland pada tarikh  itu. Pihak kami pun tidak bisa menemukan catatan perjalanannya ke Switzerland  pada tarikh tersebut.

Mungkin Anda  masih belum puas dengan jawaban ini. Tunggu dulu. Masih ada Kennedy.

Sebenarnya pemalsu dokumen ini kurang teliti. Seharusnya mereka tahu bahwa gerak-gerik presiden Amerika dicatat dengan teliti dan didokumentasikan dengan sangat baik. Bahkan 50 tahun setelah itu, kita masih bisa melacaknya.

Dalam kes ini mereka telah memilih tarikh yang salah. Dan ini fatal.
Pada tarikh 14 November 1963, Kennedy ternyata sedang berada di Washington, Amerika Syarikat, dan tidak berada di Switzerland. Saat itu ia memberikan konferensi pers dan menjawab pertanyaan berbagai wartawan. Anda  bisa melihatnya di website  JFK Library.

Anda masih belum puas?

Baiklah, kita lanjutkan.
Pada tarikh 15 November 1963, Kennedy juga tidak ada di  Switzerland kerana ia menghadiri konferensi AFL CIO di New York. AFL CIO adalah salah satu organisasi syarikat buruh di Amerika.


Tapi tunggu dulu. Mungkin di antara Anda  ada yang tidak puas lalu bertanya, “Bro enigma, apa yang dilakukan Kennedy sebelum ia konferensi pers pada tarikh  14 November?”

Pertanyaan bagus. Pada tarikh  13 November, Kennedy masih ada di Washington, menghadari acara dengan Regimen Black Watch of the Royal Highlanders.

Bagaimana? bukankah ini membuktikan bahwa pada tarikh  13,14 dan 15 November 1963 Kennedy tidak berada di Geneva-Switzerland? Jadi bagaimana caranya ia menandatangani dokumen The Green Hilton Memorial tersebut?

Indikasi Cop-mohor  kepresidenan Amerika yang palsu, kemungkinan cropping pada dokumen, tanda tangan Sukarno yang juga terindikasi dipalsukan dan Presiden Kennedy yang jelas tidak berada di Switzerland  pada tarikh  ditandatanganinya dokumen itu.
Apakah bukti-bukti ini menurut Anda pembaca blog Variety Explorer.com masih kurang kuat-akurat ?

8 comments

  1. Ingin tahu saja, adakah perjanjian Green Hilton Agreement Geneva yang di tanda oleh President Indonesia Ir. Soekarno dan President America John F. Kennedi itu palsu? atau document yang di post oleh blogger itu palsu? Di sini ada 2 perkara yang perlu di jelaskan oleh blogger .

    • Terimakasih..sebelum saya tulis artikel ini..hingga kini..saya masih belum ada jawaban konkrit,Cuma ada saya email penulis asal artikel tsb..jwaban beliau..”Perjanjian tsb mmg berlaku ,tp telah dipalsukan lagi..supaya tidak bisa dituntut harta karun tsb”

      • Sekira nya perjanjian Green Hilton Agreement itu memang pernah di lakukan oleh President Indonesia Ir. Soekarno dan President Amerika Mr. John F. Kennedy bererti perjanjian itu sah kerana perjanjian itu di tanda tangani oleh kedua-dua ketua negara.

    • ingin says:Inilah titik persoalannya,!ada beredar dikalangan blogger.bhw Suharto/SBY pernah coba menelusuri permasalahan tsb-pun tak jelas apa hasilnya.
      Menurut Anda bagaimana?..nampaknya Anda ada kepakaran nampaknya!.Terimaksih

      • Pada pandangang saya, document asli yang di tanda tangan oleh kedua ketua negara itu yang boleh di verifikasi ada lah document penting dan sekira nya ada boleh kah di pergunakan untuk buat tagihan asset itu dan bagaimana cara nya pula. Ingin tahu.

  2. BACK GROUND

    On November 28, 1961, President Kennedy halted sales of silver by the Treasury Department. Increasing demand of silver as an industrial metal had led to an increase in the market price of silver above the United States government’s fixed price. This led to a decline in the government’s excess silver reserves by over 80% during 1961. President Kennedy also called upon Congress to phase out silver certificates in favor of Federal Reserve notes.
    [1][2]

    President Kennedy repeated his calls for Congress to act on several occasions, including his 1963Economic Report, where he wrote:

    [3]
    I again urge a revision in our silver policy to reflect the status of silver as a metal for which there is an expanding industrial demand. Except for its use in coins, silver serves no useful monetary function. In 1961, at my direction, sales of silver were suspended by the Secretary of the Treasury. As further steps, I recommend repeal of those Acts that oblige the Treasury to support the price of silver; and repeal of the special 50-percent tax on transfers of interest in silver and authorization for the Federal Reserve System to issue notes in denominations of $1, so as to make possible the gradual withdrawal of silver certificates from circulation and the use of the silver thus released for coinage purposes. I urge the Congress to take prompt action on these recommended changes.

    PUBLIC LAW 88-36

    The House of Representatives took up the President’s request early in 1963,
    [4]
    and passed HR 5389 on April 10, 1963, by a vote of 251 to 122.
    [5][6]
    The Senate passed the bill on May 23, by a vote of 68 to10.
    [7][8]
    President Kennedy signed the bill into law on June 4, 1963 and also signed an executive order (11110) authorizing the Treasury Secretary to continue printing silver certificates during the transition period.
    [9][10]

    The act, which became Public Law 88-36 (77 Stat. 54), repealed the Silver Purchase Act of 1934and related laws, repealed a tax on silver transfers, and authorized the Federal Reserve to issue one-and two-dollar bills, in addition to the notes they were already issuing.
    [11]
    The Silver Purchase Act had authorized and required the Secretary Treasury to buy silver and issue silver certificates. With its repeal,the President needed to delegate to the Treasury Secretary the President’s own authority under the Agricultural Adjustment Act.
    [12]

  3. Tahu tidak bro?istana amerika dibangun oleh sultan alioudin dari banten,jawa barat,tahu juga tidak,jika majapahit,adalah kerajaan pengimport emas?surat itu boleh palsu,tapi leluhur bangsa Indonesia kaya raya oleh emas,itu asli.

  4. Tahu tidak bro?istana amerika dibangun oleh sultan alioudin dari banten,jawa barat,tahu juga tidak,jika majapahit,adalah kerajaan pengimport emas?surat itu boleh palsu,tapi leluhur bangsa Indonesia kaya raya oleh emas,itu asli..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s