Kontroversi Renovation Pusara Seniman P.Ramlee & Seniwati Saloma


Illustrasi :Makam Ustaz Uje yang jadi kontroversi

Written  by Wilhelmina.

Kita sungguh terkejut hari ini di media2 sosial FB dan lainnya terpampang foto-foto pusara  Seniman P.Ramlee dan Seniwati Saloma telah siap dipugar dengan kos mencecah RM.25.000-Untuk apa? Kemegahan bagi pihak yang menaja?

Tahukah anda betapa tersiksanya roh P.Ramlee dan Saloma saat kita bergelak-ketawa menonton kembali tayangan filem2 lama beliau di TV-TV Malaysia .Kini diberatkan pula pusaranya dengan jubin dari luarnegeri..Tapi semuanya dah siap,! Apakan daya kita untuk merubahnya,!

Walau sebelum ini perkara tersebut sudah dibantah oleh Mufti Selangor, Datuk  Mohd Tamyes Abd Wahid berkata, Islam mengharamkan sesebuah pusara itu dihias secara berlebih-lebihan apatah lagi pengubah-suaian itu dilakukan di atas sebuah tanah wakaf.

“Kos RM25,000 itu sangat tinggi untuk menghias sesebuah pusara dan saya percaya ia pasti menggunakan batu marmar yang mahal.

“Malah dalam Islam sendiri sudah jelas memberitahu haram jika pusara dihias secara berlebih-lebihan di tanah wakaf melainkan ia adalah tanah persendirian,” katanya kepada mStar Online

 

Pencerahan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Amidhan:

 

Secara hukum agama, membuat makam atau pusara  secara mewah tidaklah disarankan. “Ya sebenarnya kalau kuburan dibesarkan (bentuknya) untuk apa? Kalau untuk membesarkan nama yang meninggal apa lagi terkait agama dan aqidah itu keliru,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Amidhan soal kontroversi pusara Ustaz Uje di Jakarta .

 

Dan pemugaran pusara P.Ramlee dan Saloma Itu  hanya akan memunculkan kontroversi di antara pihak waris lain  yang turut keluarganya dimakamkan ditanah wakaf  tersebut . Kerana  makam P.Ramlee dan Saloma  yang tampak tak seragam dengan makam lainnya di kawasan pemakaman tanah wakaf Jalan Ampang berdekataan Pasar Minggu Kampung Baharu Kuala Lumpur  tersebut, Belakangan ini dianggap telah menyalahi peraturan pihak pemegang amanah wakaf atau pihak Dewan Bandaraya Kuala Lumpur atas akta yang berlaku. 

Nampaknya Perbadanan Kemajuan Filem Nasional (Finas) berdegil dan kerja berterusan dan kini telah siap
Menurut
Ketua Pengarah agensi itu, Raja Rozaimie Raja Dalnish Shah pengubahsuaian  terhadap pusara P.Ramlee dan Saloma selepas ia roboh akibat dihempap pokok pada Mac lalu.

 Dalam laporan berkenaan beliau berkata, kerja-kerja pengubahsuaian tersebut mengambil sedikit masa memandangkan bahan binaan pusara berkenaan diimport dari luar negara yang turut mencecah RM25,000.

 

Selain pendapat Mufti Selangor dan Majelis Ulama Indonesia , bila kita rujuk kepada Ulama Muktabar  , dapat disimak sebagai berikut:

 

Imam Syafi’i (yang banyak dijadikan panduan  oleh Umat Islam di Malaysia ini) mengatakan, “Dan saya melihat para penguasa ada yang menghancurkan bangunan-bangunan di atas kuburan dan saya tidak melihat ada ahli fiqih yang menyalahkan hal itu. Hal itu kerana membiarkan bangunan-bangunan itu di atas kuburan akan mempersempit ruang pemakaman/penguburan bagi orang-orang lain.” [Al-Majmu’, V/266]

 

Imam as-Suwaidi asy-Syafi’i mengatakan, “Kamu dapat melihat orang-orang meninggikan kuburan sangat tinggi, dan menuliskan ayat-ayat al-Qur’an di atasnya…. Semua itu bertentangan dengan ajaran agama yang dibawa oleh para Rasul, dan jelas menentang Allah dan Rasul-Nya. (al-‘Iqd ats-Tsamin, hal. 185)

 

Imam Syafi’i juga berkata, “Dimakruhkan menembok kuburan, menulis nama yang mati (di batu nisan atau yang lainnya) di atas kuburan, atau tulisan-tulisan yang lain, dan membuat bangunan di atas kuburan.” [Al-Majmu’, V/266]

 

Imam Syafi’i juga menegaskan, “Saya tidak menyukai ada makhluk yang diagung-agungkan sehingga kuburannya dijadikan masjid, kerana khawatir terjadi fitnah (pengkultusan-pendewa2an) pada dirinya pada saat itu, atau orang-orang yang datang sesudahnya mengkultuskan dirinya.” [al-Muhadzdzab, I/456]

 

Imam as-Suwaidi asy-Syafi’i mengatakan, “Kamu dapat melihat orang-orang meninggikan kuburan sangat tinggi, dan menuliskan ayat-ayat al-Qur’an di atasnya. Mereka membuat peti-peti dari kayu jati dan sebagainya untuk kuburan-kuburan itu. Di atasnya mereka pasang  kain kelambu yang dihiasi dengan emas dan perak murni.

 

Semua itu bertentangan dengan ajaran agama yang dibawa oleh para rasul, dan jelas menentang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Sekiranya mereka itu mengikuti jejak Rasulullah, seyogianya mereka melihat apa yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat, padahal mereka itu sebaik-baik sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang itu hendaknya juga melihat makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bagaimana para sahabat memperlakukannya.”  (al-‘Iqd ats-Tsamin, hal. 185)

 

Kesalah-pahaman dan Sanggahannya:

 

Sementara orang yang gemar membuat bangunan-bangunan di atas pusara, berpendapat bahwa membangun masjid di atas kubur itu boleh. Dalilnya adalah kisah Ash-habul Kahfi, di mana orang-orang itu membangun masjid di atas kubur Ash-habul Kahfi.

Imam al-Hafizh Ibnu Katsir menjawab kesalah-fahaman ini dengan dua jawaban:

1. Perbuatan tersebut dilakukan oleh orang-orang kafir dan musyrik. Oleh kerana itu, hal itu tidak dapat dijadikan hujjah (dalil).

2. Sekiranya perbuatan itu dilakukan oleh orang-orang Islam, maka mereka itu bukanlah orang-orang terpuji dalam perbuatan tersebut.  (Tafsir Ibnu Katsir, III/78)

(Rujuk : alsofwah.or.id, Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafi’i).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s