# IBADAH QURBAN: Hukum Menjual Kulit Binatang Qurban

#IBADAH QURBAN -Majoriti  Ulama Muktabar tidak memperbolehkan menjual sesuatu darinya baik berupa  kulit, tanduk, bulu atau yang lain.[1] Hal ini berdasarkan Hadist Ali Radiyallahu ‘anhu.Ali beliau berkata: Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam  memerintahkan aku untuk menyelesaikan proses qurban , beliau memerintah untuk menyedekahkan dari daging , kulit dan punuknya(hump)  serta tidak memberi sesuatu apapun dari binatang qurban kepada tukang sembelih. Ali  berkata : kami yang memberi upah tukang sembelih” ( HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Syaikhoni ).Menurut Imam Ahmad dan Abu Yusuf, menjual kulit tidak boleh, bahkan menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i haram hukumnya.

Imam Syafi’i ketika ditanya mengapa Anda memakruhkan penjualan kulit dan daging sedang Anda tidak memakruhkan untuk dimakan dan disimpan? Beliau menjawab, “Berqurban adalah ibadah yang sudah ditetapkan Allah Ta’ala terhadap binatang. Sedang asal dari apa yang dikeluarkan untuk Allah tidak bisa kembali dimiliki kecuali atas izin Allah atau Rasul-Nya.”[2]

Adapun riwayat yang menyebutkan menjual daging qurban sama dengan tidak berqurban tidaklah benar kerana dalam sanadnya terdapat perawi lemah yang bernama Abdullah Bin Ayyas.[3]
Hadist yang dimaksud berbunyi :
“Dari Abu Hurairah Radliyallahu Anhu Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang menjual kulit binatang qurban maka bagi tidak ada qurban baginya” (HR. Al Hakim)

Menurut pendapat Abu Hanifah, Ishaq, Ibnu Umar, Al Hasan diperbolehkan menjual kulit dengan catatan hasilnya dimanfaatkan sebagaimana daging qurban atau disedekahkan namun tidak boleh dimanfaatkan untuk orang yang berqurban atau keluarganya.[4] Akan tetapi pendapat ini menurut pengarang AlMajmu’ adalah salah dan menyelisihi Sunnah.[5]

_________________

[1] Al Majmu’: 8/382, Al As’ilah Wal Ajwibah Al Fiqhiyah 3/20, AL Kafi fi Fiqhi Ahmad Bin Hambal : 1/474, Al Mughni : 13/378, Ibanatul Ahkam : 4/228,  Al Aziz Syarhul Wajiz : 12/113, Majmu’ Fatawa : 26/309, Al Kafi : 1/474, Shohih Muslim : 13/112, Fathul Bari : 11/141, Manarus Sabil : 1/355, Kitabul Al Ifshah ‘Ala Masailil Idhah : 335

[2] Al Umm: 2/224
[3] Ad Dinul Kholis 5/38
[4] Ibid 5/39
[5] Al Majmu Syarhul Muhadzab 8/420

Naskah Asal oleh  Arif, kontributor Kiblat.net
Editor: Wilhelmina

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s