Tukang Becak Naik Haji,26 Tahun Menabung


Abdullah (65), Warga Dusun Klanceng Desa Ajung Kecamatan Ajung Jember, Jawa Timur, yang berprofesi sebagai tukang becak, akan berangkat haji tahun ini. @kompas/ Ahmad Winarno

Editor by Wilhelmina

Dia sudah memulai tekad bisa naik haji sejak 1987.

PETANG  itu raut wajah Abdullah (65), warga Dusun Klanceng, Desa Ajung, Kecamatan Ajung,Daerah  Jember, Jawa Timur Indonesia terlihat lelah,
Selasa 23 September 2013. SaatKompas.com bertamu ke rumahnya, ia baru saja datang selesai berbelanja untuk keperluan  persiapan haji. 
“Sudah lama Mas menunggu?” sapanya ramah. Sehari-hari, dia adalah tukang becak dengan penghasilan tak menentu. Bukan sekali dua kali, dia biasa pulang tanpa membawa uang bila tak ada yang menggunakan khidmatnya.

“Setiap hari, biasanya saya dapat Rp 15.000-20.000,” kata Abdullah. Namun, pada 7 Oktober 2013, dia akan menjadi salah satu calon jemaah haji yang bertolak ke Tanah Suci. Dia berangkat dengan kelompok penerbangan 62 Jember.

Bukan kerana mendapat durian runtuh, Abdullah dapat berangkat ke Mekkah. Dia sudah memulai tekad bisa berhaji sejak 1987. Selama 26 tahun ini, dia tekun menabung. “Saya kalau nabung tidak setiap hari, kadang tiga hari (sekali), bahkan jika tidak ada yang baki  menarik becak, saya baru satu minggu menabung. Itu pun sekali menabung saya hanya Rp 25.000,” kenangnya.

Ayah tiga orang anak ini mengaku sudah lama menjadi tukang becak. Bahkan, sejak masih beranjak remaja, ia sudah belajar mengayuh becak dari orangtuanya. “Kalau saya sih waktu belum lulus Sekolah rendah  sudah belajar ngayuh becak,” ujar dia.

Niat Abdullah untuk menunaikan ibadah haji rupanya terwujud. Pada 2009, dia mendaftar pemberangkatan haji ke Pejabat  Kementerian Agama Jember. “Saat itu, saya mendaftar dengan uang Rp 25 juta,” tutur dia.

Meski sudah mendaftarkan diri, Abdullah tetap meneruskan kebiasaannya menabung. “Saya nabung terus kerana uangnya kan masih kurang (untuk ongkos haji),” ujar dia. Ketekunan itu berjawab. “Kuncinya hanya satu, niatnya harus sungguhan dan selalu berdoa kepada Allah SWT, lalu kita berusaha,” pesannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s