#Mall WestGate “Serangan dipimpin oleh Janda Mujahidin England”


Samantha Lewthwaite. ©thesun.co.uk

Editor by Wilhelmina

Menteri Luar Negeri Kenya, Amina Mohammed, pada Isnin kemarin mengatakan, dua atau tiga warga Amerika Syarikat turut terlibat dalam penyerangan Mall Westgate, Nairobi, Kenya. Selain warga AS, satu orang warga England  turut disebut menjadi bagian dari kelompok militan asal Somalia, al-Shabaab.

Laman CBS News, Isnin 23 September 2013 melaporkan  warga AS yang terlibat dalam serangan itu masih berumur sangat muda. “Mereka berusia antara 18 hingga 19 tahun keturunan Somalia atau Arab Saudi dan tinggal di Minnesota atau tempat lain di Amerika Syarikat,” ungkap Mohammed dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh PBS untuk program News Hour.

Sementara pelaku penyerangan asal England disebut Mohammed adalah seorang perempuan. Dia diketahui telah melakukan aksi serupa beberapa kali. Pernyataan Mohammed diperkuat kalimat dari Ketua Jenderal Staff, Julius Karangi. Kepada Reuters pada Isnin kemarin, dia mengatakan pelaku teror berasal dari beberapa negara.

“Kami mengetahui siapa saja mereka, kewarganegaraannya dan bahkan jumlah mereka saat ini di dalam,” ujar Karangi.

Karangi menambahkan, aksi teror yang sedang dihadapi tentara militer Kenya bukan lagi hanya sekadar peristiwa lokal. “Kami di sini bertarung melawan terorisme global dan memiliki peralatan intelijen canggih  untuk menduga hal tersebut,” ungkap Karangi.

Keyataan Sanggahan Polis Kenya.

“Janda putih” yang disebut otak di balik aksi terorisme di mal Westgate, Nairobi, Kenya, diduga ikut tewas dalam aksi baku tembak dengan polis hari Isnin kemarin. Namun laporan ini masih diragukan kesahihannya, selama belum diperoleh bukti yang benar-benar kuat.

“Janda putih” atau Samantha Lewthwaite yang terlibat dalam pengeboman di London 2005 lalu sebelumnya diduga jadi otak penyerangan Mal Westgate di Nairobi. Menurut Daily Mail, Isnin 23 September 2013, informasi ini didapatkan dari tiga sumber, terdiri dari seorang agen intelijen dan dua tentara.

Menurut mereka, salah satu dari tiga anggota kelompok al-Shabaab yang tewas adalah seorang wanita. Lewthaite memang telah lama menjadi anggota Al-Shabaab dan terlibat dalam pengeboman di Mombasa tahun lalu.

Namun, hal ini masih diragukan. Polis  Kenya mengatakan ada kemungkinan jenazah perempuan yang dikira sebagai Lewthwaite itu adalah salah satu tawanan  juga. Namun dia mengenakan baju salah satu anggota teroris.

Menteri Dalam Negeri Kenya, Joseph Ole Lenku, menguatkan keraguan ini. Kendati terdapat beberapa kesaksian yang menyebut melihat seorang perempuan di antara pelaku teror, namun dia menyebut semua anggota kelompok Al Shabaab yang menyerang mal Westgate semuanya laki-laki. Namun beberapa di antara mereka berpakaian seperti perempuan.

Selain Lewthwaite, diduga masih ada warga England lainnya yang tergabung dalam kelompok Al Shabaab tersebut. Dalam aksi di mal Westgate, informasi yang dipampangkan di Twitter menyebut dua warga England turut terlibat dalam aksi itu.

Photo : Samantha Lewthwaite -Germaine Lindsay dan anak mereka

Samantha Lewthwaite.

 

Suami Lewthwaite, Germaine Lindsay, adalah seorang dari empat teroris dalam negeri England yang meletupkan diri di stesyen  bawah tanah London pada 7 July 2005. Sebanyak 56 orang terkorban  dan 700 luka-luka akibat aksi teror ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s