# Nairobi – Kenya “Mall WestGate Jadi Medan Perang”

Tentara Kenya di pintu utama Mal Westgate, Nairobi, yang diserang teroris.

Tentara menyerbu ke dalam Mal Mall Westage  di Kenya yang dikuasai teroris.

Reporter by Wilhelmina

 

Akaun Twitter Al Shabaab mengumumkan situasi terbaru di Nairobi.  Dalam serangkaian twit singkat disebutkan :

“Sudah hampir 24 jam sejak operasi dimulai.  Itu adalah 24 jam penuh kegelapan dalam sejarah Nairobi.  Menunjukkan kelemahan regim Kenya.  Mujahidin masih mengendalikan situasi di dalam Mall Westage.”

“Ketika tentara Kenya membunuh Muslim tak bersalah di Somalia, pemerintah Kenya memuji dan menghargai hal itu, tetapi ketika mereka mendapatkan luka, para pemimpin mereka menjadi gila!”
Pengunjung yang terluka dibantu keluar dari Mal Westgate di Nairobi, Kenya, yang diserang teroris.

Pengunjung yang terluka dibantu keluar dari Mal Westgate di Nairobi, Kenya, yang diserang teroris.

Sumber informasi terbaru melaporkan bahwa pasukan khusus dari “Israel” dikerahkan di ibukota Kenya.  Sebelumnya, informasi yang bocor ke media tersebut mengatakan bahwa pusat perbelanjaan terbesar di Nairobi, mall Westage, adalah milik “Israel”, laporan Kavkaz Center (22/9/2013).

Jadi, pengiriman geng Zionis ke Kenya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan pusat perbelanjaan Westage dapat dilihat sebagai konfirmasi langsung dari informasi tersebut

Kelompok teroris bersenjata yang mengklaim sebagai al-Shabaab asal Somalia menyerbu mal tersebut. Mereka menembaki para pengunjung. Sedikitnya 68 orang maut, lebih dari 150 lainnya terluka. Di antara yang terbunuh adalah warga negara asing. Korban terluka berusia antara dua hingga 78 tahun.

Di antara mereka adalah dua orang Kanada, salah satunya diplomat, dua orang warga Perancis, seorang warga China, dan wanita istri staf di Kedutaan Besar Amerika Syarikat di Nairobi.

Sebelum membunuh, mereka memilih atau menyisihkan  target  korban. Jika Muslim, maka akan mereka biarkan bebas. Jika bukan, ditembus peluru. Mayat-mayat bergelimpangan mulai dari tempat parkir mal, pintu masuk hingga ke dalam pusat perbelanjaan.

Darah-darah segar menggenang di bawah mayat-mayat yang diterjah timah panas. Pengunjung bersembunyi berdesakan di dalam sebuah toilet, beberapa di bawah meja, menahan nafas, khawatir ditembak. Ketidaktahuan mereka akan rupa penembak dan jumlah mereka jadi ketakutan tersendiri.

“Kami sangat ketakutan. Setiap suara sangat menakutkan. Mereka punya granat. Suaranya sangat, sangat keras,” kata Uche Kaigwa-Okoye, yang bersembunyi bersama sekitar 20 orang lainnya di dalam toilet.

Saksi mata melihat lima orang pelaku, salah satunya wanita. Belum dipastikan jumlah teroris sebenarnya. Sumber lain mengatakan antara 10-15 orang. Mereka bersenjatakan senapan AK-47 dan granat. Di tubuh mereka dikalungkan amunisi. Namun jumlah ini belum bisa dikonfirmasikan oleh petugas keamanan.

Setelah 24 jam berlalu, polis dan tentara masih berjuang menyelamatkan para tawanan  yang diduga masih disekap. Dua orang teroris diduga tewas ditembak. Tentara memfokuskan operasi mereka pada Supermarket Nakumatt, tempat para gerombolan ini diduga bertahan.

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta yang kehilangan kerabatnya dalam penyerangan ini mengatakan akan memburu para teroris di dalamnya. Dia menegaskan bahwa kelompok itu adalah segerombolan pengecut.

“Kami akan memburu para penjahat kemana pun mereka lagi. Kami akan tangkap mereka, dan hukum karena kejahatan keji yang mereka lakukan,” kata Kenyatta, presiden Kenya yang baru diangkat Mac lalu.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan teroris akan sengit. Pasalnya, Al-Shabaab telah menyatakan tidak akan bernegosiasi. Bisa dikatakan, ini adalah operasi berani mati. Hal ini disampaikan di akun Twitter mereka @HSM_Press.

“10 jam telah berlalu dan Mujahidin masih sangat kuat di dalam Mal #Westgate dan masih bertahan. Segala puji hanya bagi Allah!” tulis mereka. Belakangan akaun dihapus oleh Twitter.

Insiden ini adalah serangan tunggal terbesar di Kenya sejak unit dari al-Qaeda Afrika Timur mengebom Kedubes Amerika di Nairobi tahun 1998 lalu, menewaskan lebih dari 200 orang. Serangan terakhir al-Shabaab di luar Somalia adalah tahun 2010, di Uganda. Saat itu, mereka menyerang di kerumunan orang yang tengah menonton final Piala Dunia di Kampala, menewaskan 96 orang.

Serangan kali ini adalah realisasi dari ancaman Al-Shabaab tahun 2011 lalu. Kala itu, mereka mengancam akan menyerbu Nairobi kerana Kenya telah mengirimkan pasukannya ke Somalia. Sebanyak 4.000 pasukan Kenya saat ini telah berada di selatan Somalia untuk membanteras  kelompok teroris.

“Serangan di Mal Westgate hanya sebagian kecil dari apa yang dialami Muslim Somalia berada di bawah penjajah Kenya. Sejak lama kami berperang melawan Kenya di tanah kami, sekarang saatnya mengubah medan perang dan berperang di tanah mereka #Westgate,” tulis Al-Shabaab.

Taktik Mumbai

Pakar  Keamanan Nasional dari CNN, Peter Bergen, mengatakan bahwa Al-Shabaab kali ini memakai taktik yang diambil kelompok Lashkar-e-Taiba, jaringan teror Pakistan, saat menyerbu hotel di Mumbai, India, November 2008. Serangan ini mengorbankan 166 orang.

Di kedua peristiwa ini, Nairobi dan Mumbai, teroris memilih target yang merupakan tempat berkumpulnya warga asing. Mall Westgate di Nairobi diketahui adalah wilayah borjuis dan kerap jadi tempat kongkow orang-orang kaya Kenya. Dalam dua peristiwa ini, teroris sama-sama enggan negosiasi, mereka memilih mati.

Dalam kedua aksi ini, kelompok teroris menembak sembarang warga sivil. Tindakan al-Shabaab yang serampangan ini dulu sempat ditegur oleh petinggi al-Qaeda, osama bin Laden sebelum dia tewas dibunuh.

Dalam sebuah surat yang diperoleh di persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan, bin Laden menegur al-Shabaab yang terlalu banyak menewaskan warga sivil dalam pertempuran di pasar Bakara, di ibukota Somalia, Mogadishu.

Kendati berselisih dalam masalah ini, namun Al-Shabaab dan al-Qaeda setali tiga uang dalam upaya merekrut tentara mereka di luar negeri. Menurut laporan Dewan Komite Keamanan Dalam Negeri AS, sekitar 40 warga Amerika termakan propaganda mereka dan bergabung dengan al-Shabaab dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 24 dari mereka berasal dari komuniti  Somalia di Minnesota.

Salah satunya yang terkenal adalah Shirwa Ahmed, lulusan Sekolah Menengah Atas  di Minneapolis pada 2003, yang bekerja di airport  Minneapolis. Tahun 2007 dia direkrut di Somalia, lalu setahun kemudian, dia meledakkan diri dengan sebuah truk di Puntland, utara negara itu. Insiden ini menewaskan 20 orang, termasuk pasukan perdamaian PBB dan relawan kemanusiaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s