In Pictures : Budak 10 Tahun Assemblers Senjata Untuk Mujahidin Syria


Issa Kecil sedang membuat kelongsong besi peluru mortar

Editor by Wilhelmina

Aleppo, Syria, di sebuah kilang senjata milik Mujahidin. Muncul sesosok anak kecil yang dengan gagahnya menjinjing  sebuah rudal( peluru kendali) mortar. Sesekali ia mengusap wajahnya yang kotor belepotan minyak pelincir mesin dengan bajunya. Tidak nampak raut muka kepayahan dan keluhan di wajahnya, namun sesekali ia menyembulkan senyum kecil di bibirnya.

Issa sedang  merakit bagian-bagian rudal mortar dengan tangan mungilnya

Nama kanak2  itu Issa, berumur 10 tahun. Untuk usia sekecil dirinya, lazimnya kebanyakan kanak2 masih menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan anak-anak kecil lainnya. Tapi berbeda dengan Issa, ia lebih memilih mendampingi sang ayah di kilang tempat ia bekerja. Lalu, apakah aktivitinya di sana juga masih tak jauh-jauh dari bermain? Oh, tidak. Jangan remehkan Issa kecil..

Issa justru menjadi engineer cilik perakit (assemblers) senjata berat Mujahidin Syria. Hebat bukan? Jelas itu bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat ia setiap harinya harus berurusan dengan berbagai jenis roket, rudal mortar, dan yang lebih besar lagi, senjata-senjata artilleri, dari yang ringan maupun yang berat.

Tapi bagi Issa kecil, hmm tidak masalah. Semua itu bisa ia atasi dan hadapi, bi idznillah.
Penasaran bagaimana Issa kecil bekerja merakit senjata-senjata penghancur tentara Syiah Assad? Berikut ini foto-foto Issa ketika sedang beraksi di pejabat  kerjanya.

Benar-benar kanak2 kecil yang kuat, Issa juga memperbaiki pelontar mortar yang ukurannya berkali-kali lipat besar tubuhnya

Mungkin banyak yang akan mengatakan ini Brain wash!! Pencucian Otak!! Anak sekecil itu sudah membuat senjata? Ia pasti melakukannya dengan paksaan orang-orang bersenjata yang mempekerjakan anak-anak kecil!!

Apapun yang orang-orang itu katakan, baik celaan atau hinaan tidak akan berpengaruh bagi para pejuang-pejuang dan saudara-saudara kita di Syria. Kerana bagi anak seperti Issa yang berumur 10 tahun semua yang ia lakukan ini adalah pilihan hidup, ia dipaksa memilih oleh keadaan dan dipaksa menjadi orang dewasa oleh kehidupan berat yang ia lalui..

Ia harus memilih, antara menghitung waktu sambil melihat keluarga dan kawan-kawannya satu persatu dibunuhi dan hingga akhirnya tiba hari dimana ia juga akan dibunuh atau ikut berjuang bersama Mujahidin membebaskan negerinya dari para pembunuh berdarah dingin itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s