#Puisi: Nyanyian Gugur Bunga-Bunga Flamboyan

POEM by WILHELMINA

 

Tajuk : Nyanyian Gugur Bunga-Bunga Flamboyan

 

Kepergianku tinggal menghitung detik

Apalagi yang mesti kuwasiatkan

dari lakaran  jiwa masing-masing

Pohon-pohon makin  mengecil

Pantai – pantai menjauh

Laut sepi bagaikan tak bertepi

Ada hembusan angin lembut dari tenggara

Membawa hujan gerimis senja dari langit

Mengalir pada sungai – sungai  yang perlahan tenggelam

Getarannya bagaikan gitar usang

Berdenting-denting berirama

 menyirami jiwa kita,

 ” Hidup ini bila bahagia , pokok dedap kelihatan berbunga” kata mu

Tapi bertahun- tahun kujejaki keheningan  itu

Bagai sufi merindurindu Tuhan dalam zikir yang abadi

Juga komat-kamit sang dukun membaca mantra

dengan buah tasbih koka dari arab

Sahabat ku,

Ada nyanyian gugur bunga-bunga flamboyan

Mengisahkan angin berdesir-desiran

dari pedih dan siksanya azab kubur

Diantara kepiluan tangisan anak-istrimu

juga belitan ular-ular dan kalajengking

pada tanah subur pusara  moyangmu

Dengarkan, sebentar jeritan suara itu

Wahai.  Sahabat ku

Al Kahfi Valley – Ahad 15/9/2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s