# Rohingya-Gelora Belum Reda[2]250 Muslim Rohingya berenang di laut Selatan Thailand


Imigran Muslim Rohingya dari Myanmar menangis saat berdoa di Pusat Tahanan Imigresyen pada bulan Ramadhan lalu

Reporter by Wilhelmina

THAILAND  – Sekitar 250 Muslim Rohingya Myanmar, yang melarikan diri melalui laut dengan tujuan  menuju Malaysia, harus berenang di laut selatan Thailand  setelah kapal mereka karam dihantam badai, surat kabar Nation melaporkan pada Khamis (12/9/2013)

Malaysia sebuah negara di Asia Tenggara yang sangat prihatin terhadap pelarian Muslim Rohingya dan etnik Muslim lainnya dari Myanmar- Begitu keperihatinan kerajaan Malaysia terhadap pelarian Myanmar tersebut hingga sebuah pulau  di pulau Langkawi bernama Pulau Bukit Mati telah menjadi penempatan permanen pelarian Muslim Myanmar tersebut dengan pemberian tanah dan rumah menurut laporan media online pro Pakatan Rakyat beberapa bulan sebelum PRU-13 lepas.

Bantahan dari sebagian rakyat dan anggota parti oposisi dan pemerintah kerana sikap kerajaan Malaysia yang membiarkan berleluasanya pelarian Myanmar itu melakukan aktiviti berniaga dipasar-pasar yang seharusnya pelarian-pelarian itu ditempatkan disuatu pos atau camp seperti kerajaan pernah selenggarakan terhadap pelarian Vietnam pada era 80an.

Pelarian Terkandas diselatan Thailand

Kaum Muslimin Rohingya yang berusia 15 sampai 40 tahun tersebut akhirnya berhasil mencapai daratan pada Rabu (11/9) pagi di Satun,Thailand Selatan  sebuah daerah  majoriti Muslim yang berbatasan dengan Malaysia.

Mereka kemudian dibawa ke sebuah taman awam di mana penduduk setempat membantu memberikan makanan dan obat-obatan, sementara polis dan petugas “melakukan inspeksi”, menurut laporan tersebut.

Nation menyatakan bahwa mereka meninggalkan Myanmar pada Isnin (6/9), dan sembilan hari kemudian mereka telah kehabisan bekal makanan dan air minum.

Di tengah laut, ketika mereka akhirnya melihat pantai, mereka pun berusaha berenang ke darat untuk bertahan hidup.

Saat ini mereka “masih di taman itu, sambil menunggu tindakan lebih lanjut dari petugas Operasi Keamanan Internal Komando,” menurut Nation.

Puluhan ribu warga Rohingya telah melarikan diri melalui laut Myanmar sejak setahun lalu, salah satu perpindahan terbesar manusia menggunakan perahu sejak akhir Perang Vietnam.

Jumlah mereka yang melarikan diri dengan naik perahu dari Myanmar dan Bangladesh mencapai 34.626 orang sejak Jun  2012 hingga Mei tahun ini – lebih dari empat kali jumlah pada tahun sebelumnya, kata Arakan Project. Hampir semuanya adalah Muslim Rohingya dari Myanmar.

Eksodus mereka menandakan betapa menderitanya Kaum Muslimin Rohingya di tengah-tengah penindasan yang dilakukan oleh majoriti  Buddiis Myanmar di mana kerusuhan di negara bagian Rakhine tahun lalu telah menyebabkan meninggalnya 192 orang dan lebih dari 140.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, aktivis Rohingya mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal telah mencapai 748 orang. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. (banan/agency)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s