#Puisi:Tangisan Anak – Bangsa Ku


Photo ; Putri Aktivis Kudeta Perak
(maaf tanpa izin kupajang gambarmu nak.!)

Puisi oleh Wilhelmina

Tajuk : Tangisan Anak – Bangsa Ku

Kubaca khabar  duka

Kisah-kisah kepiluan disembunyikan

Dikuburkan dalam keranda


Air mataku menitis tak tertahan

Bagaikan bebola kristal  disadur api

Tuhan, aku ingin mengadu

Tapi ayat-ayat dan pasal-pasal

Dirahasiakan dalam mahkamah dan sel penjara

O… betapa malang bumi persinggahanku

hentakan palu para hakimhakim

mendadak mengoyak jantung dan dada

Keping-kepingnya membunuh percakapan

Di rumah-rumah, kedai kopi , parlimen,

Sekolahsekolah dan surausurau

2/

detik ke detik

Sahabat serta merekamereka

mengungsikan air mata

Mengikuti jejak sufi

Mengumpulkan cahaya zikir

Puluhan langkahlangkah

Mata cekung redup

Menyusur loronglorong

Memasuki hutan-hutan gelap berlumut

Mereka menterjemahkan hujan

Bercakap dengan lembaran  waktu

Mentafakuri bintang-bintang nun jauh

Belajar dari cicak, lipas, dan temanteman

3/

Rumah-rumah batu tegak

Batu-batu serempak membentuk tirani

“Aku merindui kebebasan ” kata mereka

*****

– Wira Damai Ahad 15/9/2013

Dedikasi Puisi ini kepada 13 anggota Aktivis Kudeta Perak khusus buat anak-anak dan istri serta keluarga  pejuang itu ‘Tabahkan hati kalian dengan dugaan yang berat ini” ,InsyaAllah

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s