Cara Efektif Menasehati Anak-Anak yang Suka Bertengkar


Photo; Illustrasi

Editor by Wilhelmina

 Sudah menjadi dorongan naluri ibubapa untuk terlibat atas aktiviti anak-anaknya yang sedang bertengkar, perebutan mainan atau pertikaian yang akan menimbulkan bahaya. Sebagai ibubapa selalu berusaha menasehati anak-anaknya agar tidak saling kasar, tidak saling megganggu, tidak berbuat jahat kepada saudaranya.

 

Boleh  jadi menginformasikan kepada salah seorang diantara mereka mana yang lebih tua dan mana yang lebih muda, agar saling mengalah dan mengikuti satu dengan yang lain, dengan maksud agar tercipta suatu kerukunan kakak beradik, juga dapat dibenarkan. Akan tetapi akan menjadi lain mungkin tidak baik, dan dapat berakibat fatal apabila tempat dan waktunya tidak tepat.

 

Hal ini disebabkan keinginan ibubapa untuk menjadikan anak yang baik dengan melakukan intervensi(campur tangan, perantaraan) akan membuat mereka tidak selesa dan tidak aman dalam mengembangkan potensi dirinya dalam mengatasi masalahnya. Mengapa? Bisa saja diantara mereka ada yang merasa dikalahkan atau dimenangkan.

 

Tujuan baik untuk menjadikan mereka akur dengan menasehati di waktu mereka berkelahi, menyampaikan kesalahan di hadapan anak yang lainnya, atau mengadili di saat itu, akan membuat anak merasa ada keberpihakan ibubapa  terhadap salah satu diantara mereka. Hasilnya bukan menjadikannya baik, tetapi akan menyebabkan mereka tidak dapat menjadi diri sendiri dan tidak pernah dewasa dan matang dalam kehidupannya. Sehingga setiap kali mereka mempunyai masalah, mereka akan menunggu keputusan yang diambil oleh ibubapanya.

 

Abubakar Baraja dalam Dinamika Kakak Beradik memberikan penjabaran tentang bila waktu yang efektif untuk menasehati kakak-beradik yang tak bosan-bosannya bertengkar, berikut ulasannya;

 

  1. Saat mereka merasa mendapatkan ketenangan dan merasa aman. Di saat seperti ini, informasikan hal-hal yang baik dan sampaikan pada mereka bahwa pertengkaran bukanlah hal yang baik.
  2. Setelah mereka melakukan aktiviti tertentu seperti mengambilkan sesuatu yang kita inginkan dengan bekerjasama, kemudian sampaikan bahwa kita suka mereka bermain bersama, dan tanpa membahas kesalahan yang lalu.
  3. Saat mereka merasa memerlukan  suatu nasehat atau suatu pengertian terhadap apa yang harus dilakukan. Bagaimana kita mengetahui hal ini?
    1. Mereka akan melihat kita dan menanyakan bagaimana caranya untuk melakukan yang lebih baik.
    2. Mereka akan diam dan aktivitinya lamban, mereka menunggu ada yang memberikan semangat untuk kembali bermain bersama.
    3. Mereka, atau salah satu dari mereka mendekat dan bersandaran pada kita, saat inilah ia memerlukan untuk menjadi baik.

 

(esqiel/muslimahzone.com)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s