Miss World momentum perjuangan penuh spekulasi

Mujahidah Indonesia bantah Miss World

Written  by Wilhelmina

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk Neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

[Illustrasi ; Neraka]

Tiga Sifat Wanita yang Tidak Mencium Bau Syurga

Dalam hadits di atas disebutkan beberapa sifat wanita yang diancam tidak mencium bau Syurga di mana disebutkan,

وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ

Yaitu para wanita yang: (1) berpakaian tetapi telanjang, (2) maa-ilaat wa mumiilaat, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Apa yang dimaksud ketiga sifat ini?

Berikut keterangan dari Imam Nawawi dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.

(1) Wanita yang berpakaian tetapi telanjang.

Ada beberapa tafsiran yang disampaikan oleh Imam Nawawi:

1- wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.

2- wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya.

3- wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya.

(2) Wanita yang “maa-ilaat wa mumiilaat”

Ada beberapa tafsiran mengenai hal ini:

1- Maa-ilaat yang dimaksud adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga. Mumiilaat yang dimaksud adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.

2- Maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.

3- Maa-ilaat yang dimaksud adalah wanita yang biasa menyisir rambutnya sehingga bergaya sambil berlenggak lenggok bagai wanita nakal. Mumiilaat yang dimaksud adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain supaya bergaya seperti itu

(3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring

Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (Wanita yang menyanggul rambutnya di atas kepalanya atau menambah rambut di atas kepalanya sehingga terlihat besar seperti mengenakan konde (sanggul) (Lihat Syarh Shahih Muslim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 14: 98-99) [2]

Para kontestan Miss World mengenakan busana daerah Indonesia pada acara pembukaan kontes kecantikan tersebut di Nusa Dua, Bali, Ahad (8/9/2013). AFP PHOTO/ SONNY TUMBELAKA | AFP PHOTO/ SONNY TUMBELAKA

Sengaja saya petik  hadis diatas sebagai mukadimah sebagai untuk peringatan kita bersama -begitu indahnya Islam diturunkan Allah SWT untuk menjaga martabat-maruah para wanita.
Tetapi pemerintah Indonesia nampaknya sudah tunduk kepada kekuatan bersama para kapitalis media –
liberal sekuler dan pendukung emansipasi wanita dan Hary Tanoe cs -dan terbukti pesta kemaksiatan Miss World terus berlangsung walau berpindah tempat dari Sentul City Bogor ke pulau dewata Bali (Ahad 8/9/2013)

Raptai pembukaan yang dihiasi warna-warni dengan para peserta kontes mengenakan pakaian adat-tradisional dari pelbagai daerah kepulauan Indonesia ,dan disiarka secara langsung ke 130 negara
Pembukaan acara pesta dengan mengenakan pakaian adat tersebut tak lebih dari sebuah penipuan untuk mengelabui para pemerintah dan rakyat Indonesia khususnya.

Sejatinya dari  awal bisa diprediksikan bahwa dalam konteks kontes Miss World 2013 kali ini, kelompok kapitalis liberal sekuler yang didukung oleh pemerintah liberal sekuler juga di negeri ini yang akan memenangkan tarik ulur kepentingan sukses dan gagalnya terselenggaranya pesta kemaksiatan internasional ini. Ke depan, jika penyelenggaraan kontes Miss World 2013 kali ini berlangsung dengan penuh lancar dan kesuksesan maka semakin kokohlah Indonesia sebagai negeri yang sekuler liberal dan pluralis. Bagi seluruh elemen dan komponen umat Islam maka penting memahami arah ke depan medan perjuangan Islam. Dan bagaimana seharusnya kontruksi perjuangan Islam bisa memberikan signal serius kepada kekuatan hegemoni kapitalis liberal sekuler di negeri ini. Yakni sebuah signal yang sangat diperhitungkan dan benar-benar menjadi pressure politik yang riil.

Berkaitan dengan hal itu maka menarik apa yang disampaikan oleh koordinator ICAF (Indonesian Crime Analyst Forum) Musthofa B Nahrawardhaya dalam siaran pers yang diterima Suara Islam Online, Ahad (8/9/2013) : “Sebuah pertanyaan serius perlu saya sampaikan, bagaimana mungkin sebuah kegiatan yang sangat dibenci teroris, malah dipentaskan  sepenuhnya di Bali?,” Menurut Musthofa, suksesnya Miss World di Bali sama saja dengan mengundang teroris. Apalagi, kata Musthofa, ini Bulan September, dimana Bulan September adalah bulan dimana Tower – WTC runtuh atau yang lebih dikenal sebagai peristiwa 9/11 tahun 2001 silam.  ”Bisa saja ini akan dijadikan show  “Ultah” para teroris. Kita harus ingat bahwa Bali, memiliki sejarah panjang nan kelam terkait aksi teroris terkait pengeboman di Amerika tersebut,” lanjut aktivis muda Muhammadiyah itu.  Mustofa membeberkan, setelah Amerika, Bali adalah sasaran kedua. Kerana signifikannya Bali akan turis asing

Pulau Dewata tersebut bahkan sudah dua kali diserang  teroris. Hal serupa juga dialami Hotel JW Marriott Jakarta. Kerana hotel ini adalah hotel ikon asing, maka teroris pun pernah mengebom hotel di jantung kota Jakarta ini sebanyak dua kali.   Baik Bali maupun maupun ikon-ikon Hotel di Jakarta, keduanya memiliki risiko sangat besar jika menjadi lokasi pesta yang sedang ditentang oleh banyak NGO- Islam itu. “Saya berharap Miss World tetap dihentikan, ini juga demi menjaga keselamatan warga Bali maupun keselamatan personil keamanan Republik Indonesia yang ditugaskan di sana,” harapnya.

Penyelenggaraan kontes Miss World kali ini menjadi sebuah moment yang bisa dimanfaatkan untuk beragam kepentingan. Dan di negara seperti Indonesia kontes Miss World dengan segala kontroversinya akan memunculkan beberapa spekulasi implikasi antara lain :

Pertama, jika tensi gelombang desakan massa yang dikomandani oleh FPI (front pembebasan Islam)  untuk menggagalkan kontes semakin tinggi maka bukan tidak mungkin ini akan menjadi modus untuk menjebak FPI sebagai  NGO-Islam yang diincar selama ini. Dan sekaligus menjadi momentum untuk menyeret pimpinannya Habib Rieziq ke penjara untuk kedua kalinya dengan potensi helah- aduan penghinaan kepada presiden menggunakan jerat hukum UU IT.

Kedua, kontes Miss World adalah momentum Harry Tanoe untuk memperoleh dukungan opini internasional di tengah upayanya mencalonkan diri maju ke gelanggang pilihan presiden (pilpres) 2014 tahun depan. Bisa jadi desakan-desakan massa yang menolak dan berjuang menggagalkan Miss World dimanfaatkan sebagai “kanalisasi” untuk menjegal Harry Tanoe oleh lawan-lawan politiknya yang sangat khawatir munculnya hegemoni calon-calon penguasa baru ke depan dari latar belakang para kapitalis media. Dan sebagaimana yang diketahui bahwa media terbesar di antara berbagai media di Indonesia yang memiliki kekuatan diperhitungkan baik secara politik dan ekonomi adalah media yang dikomandani oleh Harry Tanoe. Masuk dan diterimanya Harry Tanoe ke dalam Parti  Hanura sebagai kendaraan politik pada pentas pilpres ke depan adalah merupakan simbiosis pragmatis oleh pimpinan tertinggi Hanura, Jenderal Wiranto.

Ketiga, tekanan yang dilakukan untuk menggagalkan penyelenggaraan kontes Miss World ini bukan saja dalam bentuk desakan massa melalui tuntutan lisan dan tulisan tetapi bisa mungkin dalam bentuk tekanan peledakkan “mercon besar”. Ini sangat dimungkinkan jika melihat kronologi sosio historis Bali sebagai salah satu daerah yang potensial sebagai representasi simbol-simbol perlawanan Islam selain Jakarta.  Jika “mercon besar” itu terjadi maka itu bisa berfungsi ganda yakni menjadi legitimasi untuk memojokkan kelompok-kelompok Islam yang tidak setuju akan penyelenggaraan kontes. Sekaligus juga sebagai memontem untuk memberikan warning keras oleh lawan-lawan politik Harry Tanoe yang bersikeras mencalonkan diri ke pentas Pilpres 2014.

Keempat, kontes Miss World menjadi salah satu parameter yang akan menentukan potitioning Indonesia di mata internasional (kafir muharriban fi’lan). Berhasil terselenggaranya Miss World akan menjadi salah satu indikator jaminan bahwa Indonesia adalah termasuk negara di kawasan Asia yang mampu menciptakan stabilitas keamanan dan memastikan sebagai negara yang mampu mengamankan kepentingan internasional dibawah komando Amerika Syarikat [2]
Wallahu’alam.

Catitan kaki :
[1] nahimunkar.com
[2]
Abu Fikri (Aktivis Gerakan Revivalis Indonesia)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s