Hary Tanoesudibyo Vice Presidential Candidate Indonesia 2014 : “Corporate Capitalist Hegemony”

Hary Tanoesudibjo bersama Wiranto
Hary Tanoesudibyo bersama Wiranto(by Foto Parti Hanura)

Ilustrasi

Oleh: Ustadz M. Shabbarin Syakur
S/U Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia

Editor ; Wilhemina


Raih Amal Shalih, Sebarkan Informasi ini..

Hary Tanoesudibyo calon Naib Presiden 2014 yang  berdarah China dan beragama Kristian, meski namanya berakulturasi Jawa, ternyata tidak mengubah karakter cukong yang biasa mengkooptasi pihak lain demi ambisi pribadi dan keluarganyaNekad Gelar Miss World, Hary Tanoe Dilaporkan ke Mabes Polri

Chairwoman Miss Indonesia Organization (Liliana istri Tanoesudibjo) sejak 2007 berjuang keras  mengintervensi pemerintah Indonesia untuk menjadi tuan rumah event-show kemungkaran Kontes Miss World. Dengan dukungan keluarga dan rakan-kongsi kapitalisnya memaksa terselenggaranya miss world di Indonesia.  Keangkuhan Tanoesudibjo memaksakan Kontes bikini Miss World peranti Korporat Kapitalis di dunia eksploitasi wanita tak terlepas dari promosi dan hegemoni perusahaan MNC Group memperdaya Pemerintah Indonesia  yang faktanya  masyarakat menolak event- miss world di Indonesia

Keputusan pemerintah Indonesia melalui Mentri Kesejahteraan Rakyat  Agung Laksono untuk tetap menyelenggarakan Miss World di Bali, sebuah indikasi buruk. Indonesia  telah melakukan diskriminasi separatisme di dalam Negara Kesatuan RI. Pemerintah telah memberi contoh buruk, mendukung arogansi etnik  dan sensiviti agama- Hindu di Bali, mengabaikan aspirasi majoriti masyarakat Muslim yang sebagiannya juga berada di Bali.

Sehingga pemerintah daerah  Bali bersama individual masyarakat Hindu merasa enjoy memaksakan kehendak dan mengangkangi aspirasi majoriti  rakyat di Indonesia. Seakan membenarkan adanya fakta berbagai tindak kekerasan dan teror yang pernah terjadi di Bali adalah Islam dalangnya, sehingga tak perlu mempertimbangkan aspirasi apapun dari umat Islam kerana Bali adalah milik ummat Hindu Bali?

Bahkan, untuk melaksanakan upacara agama Hindu -ajaran Nyepi saja- mereka mampu memaksa penerbangan internasional untuk tidak terbang diatas udara wilayah Bali dan melarang umat beragama lain untuk melaksanakan ajaran agamanya.  Dikhawatirkan di masa depan, arogansi pemerintah dan sekelompok individual masyarakat Bali ini akan menjadi bumerang bagi masyarakat Bali di berbagai wilayah NKRI yang lain.

Sebagaimana pernah terjadi di Lampung, kerana pelecehan seksual yang dilakukan oleh warga Bali dari kampung Balinuraga Oktober 2012 terjadilah kerusuhan bernuansa perkauman sehingga 14 korban maut dan bumi hangus kampung di kedua pihak. Kalau pemerintah mau jujur apapun yang dipromosikan oleh Hary Tanoesudibjo dan rakan-kongsinya yang berkaitan dengan Miss World ini semuanya adalah upaya klasik perbadanan kapitalis untuk meraih populariti dan mengokohkan hegemoni usahanya.

Sebagai ilustrasi kebohongan publik bahwa penyelenggaraan Miss World untuk kepentingan Negara; Tugas wajib bagi pemenang Miss Indonesia yang nantinya berkompetisi ke event Miss World ( Miss Indonesia World) harus menjadi duta seluruh kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) MNC GROUP dan  bertugas di bidang Management Finalis oleh Talent Management MNC (Media Nusantara Citra) milik Hary Tanoesudibjo dan istrinya Liliana Tanaja Tanoesudibyo.

Konspirasi Korporat Kapitalis semakin nampak ketika  sebagian saham MNC group dimiliki oleh investor Amerika yang berbasis di Los Angeles, Saban Capital Group Inc. pada 17 Oktober 2011. Sehingga tak heran jika sekarang Adam Chesnoff warga Amerika kelahiran Jerusalem (1965) yang mewakili Saban Capital Group Inc. menjadi pesuruhjaya  MNC GROUP bersama Bambang Rudijanto Tanoesudibjo, Irman Gusman (Anggota Dewan Rakyat RI) dan Drs. Sutanto (mantan KPN-Indonesia).

Terkuaknya topeng Hary Tanoesudibjo move -up mendampingi ketua umum Parti Hanura ( Jeneral bersara -Wiranto) sebagai calon naib presiden 2014, menjadi  precedent buruk di mata umat Islam dan rakyat Indonesia. Sebagai Calon Naib Presiden Parti Hanura, Hary Tanoesudibjo menjadi lobang kematian bagi Wiranto, dan Kontes Miss World adalah kuburan bagi parti Hanura yang mengingkari hati nurani rakyat. Belum berkuasa lagi Korporat Kapitalis ciptaan Tanoesudibjo sudah membawa petaka moral bagi Indonesia. Bagaimana jika berkuasa?

Sumber :
azmuttaqin/arrahmah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s