Majelis Mujahidin Indonesia ” Siap perang jika Miss World tetap diadakan”


Reporter by Wilhelmina

Ketua Majelis Mujahidin se-Jabodetabek, Indonesia  Abdullah Ricko menilai bahwa MNC Group sama sekali tak menanggapi tentang penolakan mayarakat khusus umat Islam Indonesia atas show-event-  acara tahunan dunia ini. Oleh sebab itu, ia meminta kepada Kapolri ( Ketua Polis)untuk mencabut izin pelaksanaan acara ini.

“Kami ingin menyampaikan kepada Kapolri, sebagai institusi yang bertanggung jawab atas izin kontes Miss World 2013, supaya berkenan mencabut,” kata Abdullah di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).

 

Menurut Abdullah, hingga hari ini sudah tercatat 60 ormas/NGO Islam yang menolak acara Miss World 2013. Ia berharap Polri juga mempertimbangkan hal ini, agar tak terjadi hal-hal yang buruk jika acara tersebut tetap dilaksanakan.

 

“Sampai hari ini, hampir 60 NGO Islam yang sudah menolak secara resmi. Artinya, kalau ini diabaikan, ini dianggap sebagai pelecehan. Terakhir tadi pagi Organisasi Muhammadiyah dan NU juga resmi katanya menolak,” ujarnya.

 

Abdullah menegaskan, semua ormas(Organisasi Masyarakat) Islam akan bersatu dan beramai-ramai akan menggagalkan acara tersebut. Majelis Mujahidin juga menyatakan siap berperang untuk menolak kontes yang disebut-sebut mengumbar dan mededahkan aurat itu.

 

“Mereka tidak merespons dengan positif, kesimpulannya sudah bulat bahwa mereka tetap akan menjalankan. Kami akan mengepung, kita akan melakukan perang, perang opini dengan masif, agar mereka menggagalkan acara itu. Kita juga akan melakukan demo, mulai besok hari Jumat,” katanya.

 

[did]mdkcom,

58 NGO-Islam Jawa-timur akan berjihad bubarkan acara Miss World

Massa yang mewakili 58 ormas itu mengutuk keras pengusaha Hary Tanusoedibjo yang nekat akan menyelenggarakan even tersebut di Bali pada 28 September 2013 mendatang. “Hary itu pengusaha non muslim, dia harus menghormati agama dan budaya di negara kita,” ujar salah satu pengunjukrasa.

 

Seperti diketahui, Miss World 2013 di Indonesia diselenggarakan oleh Liliana Tanoesoedibjo yang juga istri Hary Tanoe. Even ini didukung kelompok jaringan MNC Group yang dipimpin Hari Tanoe.

 

Massa juga menuding Hary yang pengusaha yang tengah sibuk mencalonkan diri sebagai cawapres-2014 itu, tidak memiliki etika dan moral kerana ikut terlibat mengeksploitasi perempuan. “Kami akan berjihad untuk membubarkan kontes itu bila tetap digelar,” tegasnya.

 

Dalam aksinya, massa menilai even itu sebagai projek imperialisme dan kapitalisme berbalut kontestasi. Kaum kapitalis itu mengeksploitasi wanita sebagai alat industri yang hanya menguntungkan orang per orang.

 

Reaksi keras kaum muslim bermunculan, kerana menurut korlap aksi yang lain, Zulkarnaen, acara  itu tidak dibenarkan oleh Islam. “Kami akan terus berjuang, kerana siapapun yang mendukung kekufuran, berarti dia juga berada pada kekufuran kepada Allah,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, massa juga menyayangkan sikap presiden yang tidak responsif terhadap gejolak yang terjadi di masyarakat. Karena menurut pengunjukrasa, seruan penolakan kontes Miss world itu sudah jauh-jauh hari bermunculan di berbagai daerah.

 

Selain demo orasi, massa yang didominasi kaum wanita itu mempamerkan sejumlah poster penolakan. Sejumlah poster itu antara lain bertuliskan “Auratmu Bukan Pajangan Apalagi Dagangan” – ” Miss World Bukan Budaya Bangsa”, “Miss World Perburuk Akhlak Wanita”, dan “Say No To Miss World” (Andira)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s