Fatin Shidqia Lubis – Juara XFactor2013-Indonesia " Event Pencarian Bakat & Program Yahudi "

islampos_fatin_shidqia

[Fatin Shidqia Lubis]

Editor by Wilhelmina.

Fatin Shidqia Lubis X-Factor Indonesia

SIAPA tak kenal Fatin Shidqia Lubis? Penyanyi baru pemenang X Factor Indonesia berusia 16 tahun asal Jakarta. Namanya seketika sering muncul di berbagai media elektronik ataupun jejaring sosial. Itu tak lain kerana, suara yang banyak orang bilang ‘unik’ dan penampilannya yang berbeda dari penyanyi pop kebanyakan. Berjilbab alias menggunakan kerudung.


Foto Cantik Fatin Shidqia Lubis X-Factor Indonesia

Kemenangannya yang baru saja diraih Sabtu dini hari kemarin (25/5/2013), menjadi buah bibir warga Indonesia. Tak ketinggalan menjadi trending topic dunia di jejaring sosial twitter. Ucapan selamat dari berbagai kalangan, mulai dari warga Indonesia, fans fatin yang biasa disebut dengan ‘fatinistic’, teman-teman di X Factor, beberapa artis Indonesia sampai artis dari Entertainment Internasional seperti Lenka pun ikut memberikan ucapan selamat.

Fatin berlatih bersama Rossa/xfactorindonesia.com

[Fatin-berlatih-bersama-Rossa-xfactorindonesia.com]

Fatin Shidqia Lubis X-Factor Indonesia

Tidak jadi soal bukan mengucapkan selamat? Bagaimana jika seorang aktivis da’wah yang mengatakannya? Terlepas dari masalah halal dan haram, kerana ini bukanlah masalah memberikan ucapan selamat hari raya kepada penganut agama lain. Tapi apakah ahsan?


Sebagai muslimah yang istiqomah mempertahankan jilbabnya diatas panggung, Fatin patut diacungi jempol-[ibu jari]. Begitu juga atas kegigihan dan perjuangannya berlatih keras dalam bernyanyi, hingga membuat suaranya yang ‘unik’ bisa masuk dan menempel di gendang telinga peminat  muzik.


Itu lain soal, tapi apakah dengan mengucapkan selamat kita mendukung sebuah aksi muslimah yang dipertontonkan di depan jutaan pasang mata manusia? Bisa jadi ya. Kita masih bermimpi tentang hebatnya seorang muslimah yang memberikan citra bahwa orang Islam itu juga bisa berprestasi. Apakah masih bisa dikatakan berprestasi jika yang dilakukan melanggar ketentuan syari’at? Ingin terlihat mulia di hadapan siapa kita jika begitu? Allah Swt. atau malah hanya ingin dilihat hamba-Nya yang terkadang mengikuti hawa nafsu.

Bukannya tidak ikut berbahagia atas prestasi yang diukirkan sesama muslim, tapi kita harus jeli dalam memandang. Prestasi dalam bentuk apa yang diraih, bagaimana cara meraihnya dan dalam prosesnya benar-benar sesuai syari’at atau belum.

Belum habis masalah aturan berhijab yang benar menurut syari’at, kita akan terbentur dengan masalah suara indah muslimah di hadapan lelaki  bukan muhrim. Belum lagi latihan yang dilakukan pun bisa jadi mengundang khalwat atau juga ikhtilat dengan lelaki  yang jelas bukan muhrimnya.


Bagaimana dengan Imam Syafi’i yang menghafal Al-Quran di usia tujuh tahun? Beliau begitu luar biasa dan namanya harum sepanjang masa, padahal jarak waktu kini dengan masa hidupnya berabad-abad tapi namanya tak lekang oleh waktu. Dan inilah contoh perjuangan dan prestasi yang mulia di mata manusia juga di mata sang Khaliq, Allah SubhanahuWaTaala.

Sejalan dengan pernyataan mantan perdana menteri Inggris, Gleed Stones dengan cara menjauhkan mereka dari al-Quran. Begitu juga dengan kejayaan umat Islam zaman dahulu adalah kerana mereka dekat dengan al-Quran mengamalkan dan berpedoman terhadapnya dan tidak lupa dengan hadits Rasulullah SAW.

*******
Pengamat Zionis: Fatin, Ajang Pencarian Bakat & Program Yahudi

Cara paling ampuh untuk melumpuhkan para pemuda/pemudi  muslim


  • Minuman keras atau arak dan muzik lebih menghancurkan ummat Muhammad SAW daripada seribu meriam, oleh kerana itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap material dan seks.
  • Indonesian Idol & X Factor dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
  • Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’
  • Seorang ibu yang rosak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rosak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.

    JAKARTA – Event pencarian bakat sebenarnya tidak lepas dari program Yahudi. Mereka sadar cara paling ampuh melumpuhkan para pemuda/i muslim adalah menjauhkan mereka dari gaya hidup Islam dan mendekatkan mereka pada hedonism dan hiburan.
    Demikian dikatakan Penganalisa Gerakan Zionisme  Muhammad Pizaro Novelis Tauhidi melalui email yang dikirim ke voa-islam.

    Pizaro yang juga Setia-Usaha Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini mengutip pernyataan Gleed Stones mantan Perdana Menteri Inggris.

    Dia mengatakan: “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemudi Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan muzik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap material dan seks.”

    Maka cara ampuh yang mereka lakukan adalah mempromosikan event pencarian bakat ke negeri-negeri muslim. Indonesian Idol dan XFactors seperti kita ketahui dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media. Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
    Lebih lanjut Pizaro menjelaskan, kini prototype event pencarian bakat menjamur dengan bentuk beragam, termasuk X Factor. Sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri berlatar belakang Yahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para creator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.

    “Di luar negeri sana, acara X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, kerana mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factors tahun 2005 di England, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Kerana mereka tahu, acara seperti X Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di England.


    [Yousseph “Chico” Slimani is a Welsh-born singer of Moroccan]

    Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final.”

    Beza Inggris, beza Indonesia. Meski Indonesia adalah negara majoriti muslim, ketidak-pedulian justru menghinggapi diri kita, dengan menyebut kemenangan Fatin adalah kemenangan seorang muslim. Ucapan ini sangat memprihatinkan, jika kita mau menyadari siapa perintis acara ini.

    Bruno Mars

    Foto : brunomarsmusic.co.uk

    “Dari dulu saya sudah menduga itu terjadi dalam keikutsertaan Fatin. Tidak lama Fatin tampil, Bruno Mars langsung memberikan dukungan. Bruno memberi dukungan bukan sekedar suara Fatin, tapi lebih dari itu kerana Fatin berjilbab. Bruno ini penyanyi yang menyuarakan atheisme lewat lagunya ” It Will Rain,” kata Pizaro.

    Maka itu dengan kemenangan Fatin tentu kita khawatir ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri event pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’

    Maka menarik kita cermati perkataan Muhammad Quthb (bukan Sayid Quthb, red NM): “Seorang anak yang rosak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rosak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rosak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.”
    (voa-islam.com & http://nahimunkar.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s