Menteri Pertahanan Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi Ziarah ke Makam Raja Mataram – Kenapa dan Mengapa ???

Menteri Pertahanan Malaysia Dr Ahmad Zaid Hamidi bersama dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti ziarah ke Makam Raja Mataram

Menteri Pertahanan Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi bersama dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti ziarah ke Makam Raja Mataram (Foto by Daru Waskita)


Kuala Lumpur 22 Mac-2013.

Editor by Wilhelmina

Menhan Malaysia Ahmad Zaid Hamidi


Kakeknya (Datuk)  ini satu bapak dengan kakek Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. “Yo podo Mbah Buyut dengan Pak Walikota Yogya ini,” katanya dengan logat Jawa yang kental.

Menteri Pertahanan Malaysia Dr Ahmad Zaid Hamidi bersama dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti berziarah ke makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Zahid didampingi staf  Kementerian Pertahanan Malaysia dan staf dari Kedubes Malaysia untuk Indonesia.

Dengan mengenakan pakaian peranakan yang merupakan syarat bagi setiap peziarah untuk berziarah di makam-makam Raja Mataram, Menhan meniti tangga menuju makam Sultan Agung dan makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Menteri Pertahanan Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan ziarah ke makam Raja-Raja Mataram ini merupakan yang kedua kalinya karena beberapa tahun yang lalu saat berkunjung ke Yogyakarta juga berziarah ke makam-makam Raja Mataram. “Ini merupakan kunjungan pribadi dan keluarga. Di Imogiri ini merupakan yang kedua kalinya saya datang,” katanya Khamis petang, 21 Mac 2013.

Menurutnya, dari sejarah, sosok Sultan Agung adalah seorang raja, ulama, seorang pahlawan dan seorang pemuka di negara-negara Melayu. Zahid sebagai seorang Jawa harus menghormati Sultan Agung dan keturanan serta mempelajari kehebatan Sultan Agung kala itu dalam menyebar luaskan agama Islam.

“Dan di Indonesia merupakan rumah Islam terbesar di dunia dan Malaysia sampai kapanpun akan mendukung Indonesia sebagai negara yang agung dan mendapatkan kemakmuran,” katanya.

Lebih lanjut Menhan yang mengaku merupakan orang keturunan asli dari daerah Serang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo, ini berharap Indonesia sebagai negara yang paling dekat dengan  Malaysia maka jika terjadi suatu permasalahan sekecil apapun harus diselesaikan secara baik-baik tanpa merugikan salah satu pihak. Malaysia dan Indonesia merupakan satu rumpun.

“Semua permasalahan yang ada antara Indonesia dengan Malaysia harus diselesaikan secara baik-baik dan ada pihak yang dirugikan karena kita masih satu rumpun Melayu,” katanya.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan kedatangan Menhan Malaysia ini merupakan kunjungan pribadi dan keluarga yang sebelumnya sudah diawali dengan kunjungan di Jakarta selama 2 hari. “Apa yang dilakukan beliau sore hari ini adalah acara pribadi dan berdoa di makam Sultan Agung, Sri Sultan HB VII, HB VIII dan Sri Sultan HB IX,” katanya singkat.

Datuk Ahmad Zaid Hamidi pun bercerita bahwa dia sangat pandai berbahasa Jawa karena kakeknya asli dari Serang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo. “Bapak kulo asli Wates, ibu kulo asli Ponorogo (Bapak saya asli Wates dan ibu saya asli Ponorogo–red),”

Dulur-dulurku soko Wates, Kulonprogo, Yogya, mugo-mugo kabeh sehat walafiat,” kata Ahmad Zahidi. Dengar dialek Jawa sang Menteri Pertahanan Malaysia itu -mari  tonton di tautan video ini.-[1]

( Kantor Berita Antara)

*************


Sultan Agung dari Mataram

[ Lukisan Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma ]


prolog :

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (Bahasa Jawa: Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, lahir: Kotagede, Kesultanan Mataram, 1593 – wafat: Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram, 1645) adalah Sultan ke-tiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 16131645. Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang menjadi Kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu.
Atas jasa-jasanya sebagai pejuang dan budayawan, Sultan Agung telah dianugerahkan dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia.


Gerbang Imogiri.jpg

Astana Pemakaman Imogiri

Dalam masa Sultan Agung, seluruh Pulau Jawa sempat tunduk dalam kekuasaan Kesultanan Mataram, kecuali Batavia kini dikenal sebagai Kota Jakarta -yang masih diduduki militer VOC Belanda. Sedangkan desa Banten telah berasimilasi melalui peleburan kebudayaan. Wilayah luar Jawa yang berhasil ditundukkan adalah Palembang di Sumatra tahun 1636 dan Sukadana di Kalimantan tahun 1622. Sultan Agung juga menjalin hubungan diplomatik dengan Makassar, negeri terkuat di Sulawesi saat itu.


Sultan Agung menaruh perhatian besar pada kebudayaan Mataram. Ia memadukan Kalender Hijriyah yang dipakai di pesisir utara dengan Kalender Saka yang masih dipakai di pedalaman. Hasilnya adalah terciptanya Kalender Jawa Islam sebagai upaya pemersatuan rakyat Mataram. Selain itu Sultan Agung juga dikenal sebagai penulis naskah berbau mistik, berjudul Sastra Gending.

Menjelang tahun 1645 Sultan Agung merasa ajalnya sudah dekat. Ia pun membangun Astana Imogiri sebagai pusat pemakaman keluarga raja-raja Kesultanan Mataram mulai dari dirinya. Ia juga menuliskan serat Sastra Gending sebagai tuntunan hidup trah Mataram.

*************

Khatimah :

Demikianlah sedikit prolog pengenalan sosok pemimpin agung Kesultanan Mataram diatas. Sesungguhnya  kedatangan pengunjung dari benua manapun di mancanegara ini ke Astana Imogiri itu sudah pasti ada tujuan-tujuan tertentu baik sebagai turis atau tujuan mistik terselubung .

Jika seseorang dari rakyat marhaen yang berkunjung kesana sudah tentu tiada liputan beritanya di media2.Namun kini seorang Menteri Pertahanan Malaysia berkunjung ketempat makam Raja-Raja bersejarah dan ada ” religi mistik ” ini ditambah pula saat Malaysia akan menghadapi Pilihan Raya Umum ke 13.Sudah tentu kedatangan Zahid Hamidi ke sono akan bisa ditafsirkan pelbagai persepsi dan andaian samada positif atau mungkin saja negatif berbau religi-mistik.

Kenapa kita berkata demikian – ini bukan bermaksud menabur fitnah- cuma kedatangan Zahid Hamidi ini – Apatah lagi beliau sebagai calon pimpinan tertinggi di Umno/BN nantinya.

Namun kita sebagai sesama Muslim akan ber prasangka baik -husnozon- seperti kata Zahid diatas Sultan Agung adalah seorang raja, ulama, seorang pahlawan dan seorang pemuka di negara-negara Melayu. Zahid sebagai seorang Jawa harus menghormati Sultan Agung dan keturunan serta mempelajari kehebatan Sultan Agung kala itu dalam menyebar luaskan agama Islam ” InsyaAllah.

Dan berikut ini kita paparkan apa -apa yang membawa wisatawan sangat suka berkunjung ke Astana Imogiri ini -disamping alkisah penghuni tersohor di pemakaman itu – ada unsur-unsur religi-mistik yang sangat dipercayai masyarakat Jawa khususnya :

Tangga Permakaman Imogiri

Tangga Menuju Makam Raja-Raja Jawa.

Sebelum memasuki makam raja, terdapat banyak anak tangga yang lebarnya sekitar 4 meter dengan kemiringan 45 derajat yang menghubungkan pemukiman dengan makam. Anak tangga di Permakaman Imogiri berjumlah 409 anak tangga. Menurut mitos yang dipercayai oleh sebagian masyarakat, jika pengunjung berhasil menghitung jumlah anak tangga dengan benar, maka semua keinginannya akan terkabul. Sebagian anak tangga memiliki arti tertentu, yaitu:


  • Anak tangga dari pemukiman menuju daerah dekat masjid berjumlah 32 anak tangga. Jumlah anak tangga ini melambangkan bahwa makam Imogiri dibangun pada tahun 1632.

  • Anak tangga dari daerah dekat masjid menuju pekarangan masjid berjumlah 13 anak tangga. Jumlah anak tangga ini melambangkan bahwa Sultan Agung diangkat sebagai raja Mataram pada tahun 1613.

  • Anak tangga dari pekarangan masjid menuju tangga terpanjang berjumlah 45 anak tangga. Jumlah anak tangga ini melambangkan bahwa Sultan Agung wafat pada tahun 1645.

  • Anak tangga terpanjang berjumlah 346 anak tangga. Jumlah anak tangga ini melambangkan bahwa makam Imogiri dibangun selama 346 tahun.

  • Anak tangga di sekitar kolam berjumlah 9 anak tangga. Jumlah anak tangga ini melambangkan Walisongo.


[ Perangko (Setem-pos )  Republik Indonesia cetakan tahun 2006 edisi Sultan Agung.
]

Peninggalan Sultan Agung

Di Pemakaman Imogiri ini juga terdapat peninggalan-peninggalan Sultan Agung yang bertuah dan menarik wisatawan untuk datang ke tempat ini. Peninggalan-peninggalan tersebut yaitu:

  • Air Suci dari Empat Tempayan
  • Cincin Kayu yang terbuat dari tongkat Sultan Agung
  • Daun Tujuh Macam

Air Suci dari Empat Tempayan

Sebelum memasuki areal makam Sultan Agung, terdapat empat buah tempayan yang berada di atas gerbang kedua. Tempayan-tempayan ini merupakan pemberian dari empat kerajaan kepada Sultan Agung.

Oleh Sultan Agung, keempat tempayan ini diisi air yang dipergunakan untuk berwudhu. Air dari keempat tempayan tersebut disebut air suci dan memiliki khasiat yang dapat memberi kekuatan dan sarana pengobatan. Pada awalnya tidak sembarang orang yang dapat meminum air dari tempayan-tempayan tersebut. Saat terjadinya Serangan Umum 1 Mac di Yogyakarta, Almarhum Presiden Soekarno mengirimkan surat kepada Sri Sultan Hamengkubuwana IX agar prajurit TNI yang bertempur di Yogyakarta diperbolehkan untuk meminum air suci tempayan tersebut. Sultan memperbolehkan para prajurit untuk meminum air tersebut. Usai meminum air tersebut, kekuatan prajurit bertambah sehingga dapat memenangkat pertempuran melawan Belanda.


Saat ini, masyarakat awam dapat diperbolehkan meminum air suci dari tempayan tersebut melalui juru kunci makam. Air ini bisa diambil selama masih ada air yang tersisa di dalam tempayan tersebut, kerana tidak sembarang hari tempayan-tempayan ini dapat diisi air. Upacara khusus untuk mengisi keempat tempayan ini dengan air yang dilakukan setahun sekali dinamakan Nguras Enceh.

Upacara ini dilaksanakan setiap Jumat Kliwon di bulan Sura (Muharam). Jika di bulan tersebut tidak ada hari Jumat Kliwon, maka upacara pengisian air ini dapat dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon. Bagi yang mempunyai kepercayaan (percaya), air tersebut dapat menjadi sarana tolak bala serta dapat digunakan sebagai perantara untuk mengobati berbagai penyakit. Bagi pengunjung yang ingin mengambil air suci dan membawanya pulang, diperbolehan dengan beberapa syarat. Syarat-syarat tersebut, yaitu:


  • Pertama, yang membawa air tersebut harus menyimpannya dengan baik.
  • Kedua, sebelum diminum harus membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas masing-masing tiga kali untuk [Sultan Agung dari Mataram|Sultan Agung].
  • Ketiga, jika ingin membawanya pulang, pengunjung diminta memberikan sumbangan seikhlasnya (Uang sumbangan ini digunakan untuk membantu pembiayaan upacara Nguras Enceh).

Air suci tersebut jika dibawa pulang, khasiatnya dapat bertahan selama satu tahun, terhitung sejak diambil dari tempayan. Air suci tersebut dapat dicampur, namun harus menggunakan air mentah. Karena, jika dicampur dengan air yang sudah dimasak, khasiat dari air suci ini akan hilang.


Cincin Kayu

Kayu berbentuk cincin tersebut berasal dari tongkat Sultan Agung yang ditanam lalu berubah menjadi pohon yang besar. Pohon itu ditebang dan kayunya dibuat menjadi cincin. Jika ingin membawa pulang cincin tersebut, pengunjung harus dites terlebih dahulu, apakah kayu tersebut mau mengikuti pengunjung yang ingin membawa pulang cincin tersebut atau tidak. Kayu berbentuk cincin tersebut akan ditaruh di air. Jika tenggelam, maka pertanda bahwa cincin tersebut mau mengikuti pengunjung. Kayu ini, konon sangat berkhasiat bagi pemiliknya.



Daun Tujuh Macam

Daun ini bisa digunakan sebagai pengobatan bagi suami-istri yang sudah lama menikah namun tidak punya anak.[2]


-Anda perlu  berhati-hati dengan kepercayaan mitos ini .ditakuti Anda tanpa disadari terjebak kedalam kerosakan Aqidah yaitu ke Syirikan kepada Allah SWT-

*************

TAZKIRAH

Azab Terhadap Pemimpin Dan Pak
Turutnya

Fenomena ini bukan sahaja berlaku di kalangan ahli politik, namun ia juga terjadi ke atas siapa sahaja yang memegang jawatan atas ‘perkenan’ dan ihsan dari orang politik. Fenomena yang sama juga terjadi di dalam banyak jabatan-jabatan kerajaan apatah lagi jabatan yang terikat dengan ranking umpamanya dari Lans Koperal hinggalah Inspektor Jenderal. Atas alasan ‘menurut arahan’ mereka sanggup melakukan apa sahaja tanpa menghiraukan halal dan haram atau dosa dan pahala.

 Perintah dari ketua mereka diletakkan di tempat yang lebih tinggi dari perintah Allah SWT. Walaupun sudah jelas lagi nyata bahawa arahan dari ketua mereka bertentangan dengan perintah Allah, namun golongan ini tetap memilih untuk mentaati ketua mereka lebih dari mereka mentaati Allah.

Mereka menyangka bahawa jika arahan itu bertentangan dengan Islam sekalipun, ketua merekalah yang akan menanggung segala dosa manakala mereka sendiri akan terlepas dari dosa dan azab Allah. Itulah persangkaan mereka. Demi Allah! Sungguh rugilah mereka dan akan menyesallah mereka dengan apa yang mereka lakukan ini. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan melepaskan pengikut mahupun orang yang diikut (ketua) mereka dari azabNya. Firman Allah,

“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah (yang menjadi pengikut) kepada orang-orang yang sombong (yang menjadi pemimpinnya), ‘Sesungguhnya kami dahulu (di dunia) adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindar daripada kami sedikit dari azab Allah?’ Mereka (pemimpin) menjawab, ‘Kalaulah Allah memberi petunjuk kepada kami, nescaya kami dapat memberi petunjuk kepada kamu. (Sekarang) sama sahaja bagi kita, sama ada kita mengeluh atau kita bersabar, sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri (dari azab Allah)” [Terj;AlQuran -surah- Ibrahim (14):21].

Di dalam ayat lain, Allah Azza Wa Jalla menerangkan,

“…Dan seandainya orang-orang yang melakukan kezaliman itu mengetahui ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahawa Allah amat berat seksaNya (nescaya mereka tidak melakukan kezaliman itu) (iaitu) ketika orang-orang yang diikuti (ketua-ketua) itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat azab dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali, dan berkatalah orang-orang yang menjadi pengikut, ‘Seandainya kami dapat kembali (ke dunia) pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami (pada hari ini)’. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka menjadi penyesalan bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari (azab) neraka” [Terj; AlQuran -surah- al-Baqarah (2):165-167]. -[3]

SUMBER INFO :

[1] Viva news.
  [2] Wikipedia Bebas.

[3] my.khilafah.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s