{Video}: Kekejaman Unit Anti-Teroris Indonesia- Densus 88.

Anggota pasukan anti-teror Detasemen Khusus (Densus) 88 dalam sebuah penggerebekan di Solo, September 2012. (Foto: Dok)


Anggota pasukan anti-teror Detasemen Khusus (Densus) 88 dalam sebuah penggerebekan di Solo, September 2012. (Foto: Dok)


Editor by Wilhelmina.

Muqaddimah Pengenalan;

Detasemen Khusus 88 POLRI


Detasemen 88, atau Delta 88, merupakan julukan bagi satuan pasukan khusus antiteror yang  disiapkan oleh Polri. Direktur Antiteror pada Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Negara RI Brigadir Jenderal (Pol) Pranowo menjelaskan, angka “88” diambil dari jumlah korban ledakan bom yang tewas terbanyak pada saat terjadi bom di Bali. Pada peristiwa tersebut, sebanyak 88 warga negara Australia(satunegara) tewas



Makna “88” berikutnya adalah, angka “88” tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka “88” juga menyerupai borgol-(gari) yang maknanya polis serius menangani kasus ini.

Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Syarikat (USA) melalui U.S. State Department’s Diplomatic Security Service dan dilatih langsung oleh CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus Amerika. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.

Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan 400 personel ini diperkirakan telah efektif beropersai pada tahun 2005. Mereka terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu-tepat.



Satuan pasukan khusus baru POlRI ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti Colt M-4 assault rifles (senapan serbu), Armalite AR-10 sniper rifles (senapan tembak jitu), dan Remington 870 shotguns (pistol). Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris Amerika.[1] 


Aksi Detasemen Khusus (Densus) 88 ketika menggerebek teroris (ilustrasi).

Raih pahala!  Sebarkan:



JAKARTA (
Arrahmah.com) –


Sebuah video yang menggambarkan Detasemen Khusus (Densus) 88 menyiksa beberapa orang yang diduga tertuduh teroris, beredar di dunia maya. Video tersebut diduga memiliki kesamaan dengan video yang diceritakan dan digambarkan oleh MUI Pusat (Majelis Ulama Indonesia )ketika menyerahkan video kekerasan aparat kepada Mabes-(Markas Besar) Polri.

Sebelumnya Wakil Ketua MUI, Din Syamsuddin, mengatakan dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam di Mabes Polri, pihaknya menyerahkan rakaman video kekerasan terhadap tertuduh teroris.

“Kami datang melaporkan ada bukti berupa video yang mengandung gambar tentang pemberantasan terorisme. Kami tidak tahu di mana dan bila terjadi  tetapi sangat jelas mengindikasikan pelanggaran HAM berat. Oleh karena itu kami minta ditindaklanjuti,” kata Din di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/2/2013) seperti diberitakan  Vivanews.


Din Syamsuddin  yang juga merupakan Ketua PP Muhammadiyah ini mengaku menerima kiriman video kekerasan itu satu minggu yang lalu. Ia pun tak tahu siapa yang mengiriminya. “Justru kami dikirimi dengan orang yang kami tidak kenal, dalam video itu bila dan di mana tidak jelas,” kata dia.

Dalam video itu, Din menceritakan terdapat gambar penyiksaan terhadap orang yang disangka teroris. Rekaman itu menunjukkan sikap para anggota Densus 88 yang keji menindas tertuduh teroris.

“Luar biasa penindasan itu, diikat kaki dan tangannya, ditembak, diinjak-injak. Dan ada yang bernada nuansa keagamaan ‘Anda kan mau mati beristighfar lah’. Itu ajaran agama mana? Mengajak orang istighfar tapi tak diselamatkan?” tuturnya.


Namun, menurutnya, yang paling penting dalam pertemuan itu Kapolri=(KPN) memberi respon positif. “Alhamdulillah bapak Kapolri memberikan respon positif terutama melakukan penindakan terhadap oknum-oknum Polri. Baik dari Densus 88 maupun Brimob(FRU-malaysia) untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku.”

Keberanian MUI Pusat, untuk melaporkan dugaan pelanggaran HAM Densus 88 diapresiasi oleh NGO dan tokoh Islam diantaranya Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Natsir mengaku sangat bahagia dengan upaya sejumlah NGO menuntut Kapolri mengevaluasi keberadaan Detasemen Khusus (Densus) 88.

“Namun saya berharap NGO-NGO Islam dan MIUMI turut mengawal ketat proses ini dan jangan lengah,” tegasnya kepada arrahmah.com, Jum’at (1/3/2013).

Pembina Arrahman Qur’anic Learning Center ini, juga menyatakan bahwa sepak terjang Densus selama ini telah menyakiti perasaan umat Islam dengan ulah asal tuduh dan tembak Densus 88 yang dilakukan selama ini kepada umat Islam.

“Densus-88 telah melukai hati ummat Islam dengan luka yang dalam, kekerasan dan pelecehan fisik hingga penghilangan nyawa bahkan pembunuhan karakter keluarga seseorang telah dilakukan Densus 88, begitu pula media khusus densus 88 yang bagaikan sinetron semakin menyempurnakan kekejian Densus 88,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Ustadz Bahtiar juga menyerukan kepada NGO-NGO untuk mendesak DPR-Dewan Perwakilan Rakyat agar segera bekerja untuk mengaudit kinerja dan keuangan Densus 88. Bahkan jika terbukti melanggar, Umat Islam harus berani menyeret pegawai Densus 88 ke mahkamah.

“Jika terbukti telah melakukan pelanggaran HAM berat, maka NGO-NGO  dan ummat Islam harus menuntut hukuman kepada jajaran pimpinan Densus 88 dengan hukuman seadil-adilnya,”kata beliau” .[2]

DEDICTION AND THANK’S FOR:

[1] miftahudadizhafezuono08021991.blogspot

[2] http://nahimunkar.com/video-kekejaman-densus-88-beredar/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s