Epilog Berdarah Pencerobohan Tanduo-Lahad Datu Sabah [1]



Pasukan Polis membawa mayat2 dari medan pencerobohan.

Editor by Wilhelmina.

Pihak Polis Malaysia  mengesahkan dua anggota komando Polis Diraja Malaysia terkorban manakala 12 penceroboh bersenjata dari selatan Filipina maut dalam insiden tembakan membabitkan kedua-dua pihak di Kampung Tanduo di Lahad Datu hari ini.    Kejadian pada kira-kira pukul 10 pagi itu turut menyebabkan tiga lagi anggota pasukan keselamatan cedera, kata polis, lapor Bernama.
   
Kesemua 12 penceroboh rakyat asing yang terbunuh itu adalah antara 180 pengikut ‘Sultan Sulu’ yang dikepung pasukan keselamatan Malaysia  di Felda Sahabat 17, Kampung Tanduo.Sabah [1]

Sultan Sulu dibacakan oleh puterinya, Jacel Kiram.
Sultan Sulu dibacakan oleh puterinya, Jacel Kiram.
Sultan Sulu dibacakan oleh puterinya, Jacel Kiram.
Sultan Sulu dibacakan oleh puterinya, Jacel Kiram.

(Sultan Sulu dan putrinya Jacel Kiram)

Isteri beliau, Fatima Cecelia

(Sultan Sulu bersama istri beliau Fatima Cecelia)

Sementara itu Raja Muda Agbimuddin Kiram, pemimpin pasukan Sulu yang menduduki kampung itu dan adik Sultan Sulu, mengatakan pada sebuah wawancara dengan Radio dzBB di Filipina, Jumat pagi, 1 Mac 2013, bahwa pasukan Malaysia tengah mendekat–dari sebelumnya berada di jarak 500 meter kini berada di 300 meter.

“Mereka tiba-tiba menyerang, kami harus mempertahankan diri kami,” kata Agbimuddin sebagaimana diberitakan  GMA News. Ditanya kapan pasukan Malaysia masuk dan menyerang, dia mengatakan, “Saat ini.”

Dalam wawancara langsung di radio tersebut, sayup-sayup terdengar suara tembakan. Wawancara pertama terputus. Pada wawancara kedua, Agbimuddin mengatakan mendapat laporan beberapa orangnya terluka. Namun, dia kukuh mengatakan tidak akan mundur dan bakal tetap melawan.

Menurut saksi mata, baku tembak hebat berlangsung selama satu jam di wilayah tersebut. Usai itu senyap.

Sebuah stesyen2 radio gelombang pendek di Kota Kinabalu mengabarkan bahwa sepasukan keamanan Malaysia dengan perangkat tempur lengkap tengah menuju Tanduo.

Tak lama kemudian, saksi mata di dekat lokasi mengatakan bahwa pasukan Malaysia mulai mengevakuasi pasukan  mereka yang terluka dalam pertempuran tadi.

Menurut juru bicara Kesultanan Sulu, Abraham Idjirani, 10 orang dari pihak mereka tewas dalam penyerangan tersebut. Empat lainnya terluka. Namun, dia menegaskan bahwa Agbimuddin masih bertahan di lokasi dan akan terus berjuang.


Berita Saling Bertentangan.

Informasi dari pemerintah Malaysia soal insiden ini masih simpang siur, bahkan bertentangan satu sama lain.

Di akun Twitter-nya, Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein sebagaimana diberitakan  Inquirer mengatakan tidak ada apa yang disebut sebagai “serangan oleh pasukan Malaysia” itu. Yang ada, kata dia, pasukan Malaysia lah yang diserang orang-orang Sulu.

“Saya konfirmasikan bahwa pasukan kami tidak menembak sama sekali, bahkan kami yang ditembaki pada pukul 10 pagi ini.” kata Hishammuddin.

Komentarnya ini diamini oleh pemerintah Filipina yang mengatakan bahwa Malaysia hanya melepaskan tembakan peringatan. “Ada tembakan peringatan, bukan baku tembak. Tidak ada korban tewas,” kata juru bicara Presiden Benigno Aquino, Abigail Valte.

Namun kemudian muncul pernyataan Duta Besar Malaysia untuk Filipina, Zamri Kassim, yang bertentangan. Kepada Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario, Kassim mengatakan ada tiga orang yang tewas. Dua di antaranya polis Malaysia. Seorang lagi adalah pemilik rumah tempat komplotan Agbimuddin tinggal.

Dia juga mengatakan bahwa pasukan Malaysia berhasil mengusir kelompok Sulu itu ke laut. Dari antara mereka, 10 orang ditangkap. Nasib Agbimuddin tidak jelas sampai berita ini ditulis.

Saling berbantahan pun dimulai.

Idjirani dari Kesultanan Sulu mengatakan bahwa pasukan mereka masih bertahan di Sabah. Dia bahkan mengatakan telah berbicara dengan Kiram. “Saya tanya padanya, berapa orang yang mati syahid. Dia mengatakan 10. Saya tanya berapa yang terluka, dia bilang empat. Mereka tidak akan pergi. Pertempuran akan terus berlanjut,” kata Idjirani.


Menuntut Tanah Leluhur Nenek Moyang.
Ratusan orang Kesultanan Sulu datang melalui laut ke wilayah Lahad Datu dan menduduki Desa Tanduo lebih dari dua pekan lalu.

Mereka yang datang adalah kelompok yang merasa dirugikan oleh kesepakatan damai antara pemerintah Filipina dan  Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Kepulauan Mindanao. Dalam kesepakatan tersebut, Filipina menyebut daerah itu sebagai wilayah otonomi Bangsa Moro dan memberikan sebagian besar wilayah untuk dikelola secara independen.

Kesultanan pimpinan Jamalul Kiram sebelumnya menguasai wilayah Sulu di Mindanao. Namun, menurut perjanjian antara MILF dan pemerintah, Sulu diberikan kepada pemerintahan yang baru. Mereka tidak mendapat jatah “kawasan wilayah“. Akhirnya, kesultanan ini berniat merebut “wilayah mereka” di tempat yang lain, yaitu di Sabah, Malaysia.

Didasarkan atas sejarah dan dokumen-dokumen yang ada, mereka meyakini bahkan pemerintah Malaysia membayar sewa pada mereka.

Minggu  lalu Idjirani menunjukkan beberapa dokumen yang menunjukkan klaim Sulu atas Sabah. Dia juga menyertakan selembar cek senilai 69.700 peso atau hanya sekitar RM 5300 ringgit.,sebagai pembayaran sewa Sabah dari Malaysia.

Wilayah Sabah dulu dikuasai oleh Kesultanan Sulu setelah diberikan oleh Sultan Brunei sebagai balas jasa atas bantuan Sulu mengatasi pemberontak. Pada tahun 1878, Sulu menyewakan wilayah Sabah pada perusahaan British North Company milik Inggris yang saat itu menjajah Malaysia.

Saat Malaysia merdeka tahun 1963, sewa Sabah dialihkan dari pemerintah Inggris ke Malaysia. Pada tahun 1962, Kesultanan Sulu memberikan mandat pada Presiden Filipina Diosdado Macapagal untuk melakukan negosiasi terkait wilayah Sabah.

Sejak saat itu disepakati, Kuala Lumpur harus membayar sewa tahunan sebesar 5.300 ringgit atau setara 69.700 peso kepada pewaris tahta Kesultanan Sulu.

Namun, kata Idjirani, pada tahun 1989 peran Filipina untuk bernegosiasi atas nama Sulu dicabut oleh Sultan Jamalul Kiram III. Dia mengatakan, pemerintah Malaysia tidak ingin isu ini dibesar-besarkan, karena “yang diberikan kepada Malaysia bukanlah status berdaulat”.

Dia juga menunjukkan dokumen pembayaran senilai 73,040.77 peso (sekitar RM.6500 ringgit) kepada Kiram pada 16 April 2003 sebagai pembayaran sewa pada pewaris Kesultanan Sulu untuk tahun 2002.[2]

Sultan Sulu Jamalul Kiram III, kiri, bergabung doa di Masjid Biru di Taguig City Jumat.1/Mac-2013 Photo by AP

Sultan Muhammad Fuad Abdulla Kiram l– Pewaris Kesultanan Sulu.
(.http://www.sandakan.com/)

Bantahan Pemerintah FilipinaBelum ada pernyataan Malaysia soal klaim Sulu tersebut. Sementara itu, pemerintah Filipina membentuk team khusus untuk menyelidiki akar permasalahan ini.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, nasab Sultan Sulu saat ini, Jamalul Kiram III, diragukan. Hal ini dipaparkan oleh Presiden Filipina Benigno Aquino, Kamis kemarin. Menurut dia, pemimpin Sulu saat ini bukanlah keturunan langsung Sultan Sulu yang diakui Filipina pada 1974, yaitu Esmail Kiram I. Jamalul Kiram III memiliki garis keturunan yang jauh dari tahta kesultanan.
“Inilah pertanyaan yang pertama kali muncul, siapa yang seharusnya mewakili Kesultanan Sulu?” kata Aquino.

Pemerintah Filipina juga tengah mempelajari dua dokumen mengenai sewa Sabah dari Kesultanan Sulu oleh perusahaan British North Borneo Co. pada tahun 1878 yang kemudian diambil alih Malaysia di tahun 1960an.

Dalam insiden sekarang ini, Filipina mendukung posisi Malaysia, mendesak orang Sulu untuk hengkang dari Sabah dan memulai negosiasi damai. Bahkan, Aquino mengancam akan menyeret kelompok itu ke pengadilan dengan ancaman penjara 12 tahun jika tidak segera pulang.

Sultan Jamalul Kiram III marah dan  geram atas sikap sang Presiden Filipina. “Seharusnya dia membantu, bukannya malah menggugat kami,” katanya, 

Dedication And Thank You For:

[1] http://www.malaysiakini.com/news/222660

[2] http://us.m.news.viva.co.id/news/read/394317-baku-tembak-di-sabah–10-orang-sulu-tewas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s