Bisnis Baru :Cicak-Tokek Kering-Jutawan Ala Probolinggo.


Written Anda Editor by Wilhelmina.

Negara kita Malaysia pada tahun 2011 hingga pertengahan 2012 dikejutkan dengan bisnis pencarian dan penjualan cicak tokek untuk pasaran eksport ke China dan Jepun atau Taiwan.
Yang dihebohkan boleh dijadikan obat pencegah HIV.
Banyak orang yang ikut larut dalam kehebohan itu sehingga sampai terjadi kes-kes penipuan yang berkaitan dengan tokek Jumbo itu.



Transaksi penjualan binatang tersebut sungguh misteri dan penuh dengan bumbu cerita-cerita karut-marut.Contohnya sianu punya cicak -tokek (seperti gambar diatas) sesuai dengan kelayakan mutu – serta size panjangnya-dengan berat badan diatas 3-onsTelah ditawar oleh pembeli dari luar negeri dengan harga ‘bombastis’-seharga jutaan ringgit.Namun siempunya’ tokek’ tidak  atau belum bersedia untuk menjualnya.


Kepelbagaian bumbu2 ramuan cerita itu dimainkan oleh orang2 tengah-seperti cerita ‘sindiket duit tarek’ pada era 90’an .Bukan duit tarek yang diperolehi malahan duit ‘peserta’ yang kena tarek-kebas sebenarnya.

[InsyaAllah saya akan menulis /bongkar isu ‘duit tarek’ -versi penulis yang mengalami sendiri hal tsb]

Akhirnya cerita dan isu pencarian dan penjualan tokek itu menurun secara drastik-Kerana masyarakat merasa ditipu dan tertipu akan dongeng2 oleh sang agen atau makelar penjualan binatang itu.


Ditambah pula dengan kejadian seorang pemuda di Terengganu yang maut dalam kecelakaan jalan raya akibat kecewa dengan ‘tingkah-ulah’ agen yang tidak mahu membeli tokek kesayangannya yang sepetutnya sudah termasuk nilai-jual versi ‘kategori’ yang disebarkan oleh sang agen-agen itu


Dan pertengahan tahun 2012-seorang bapa telah diculik  oleh warga Pilipine diselatan negara Filipina-dalam sebuah transaksi jual-beli “tokek” dan penculik menuntut jutaan ringgit untuk pembebasan warga Malaysia tersebut..Dan ketika tulisan ini ditulis lelaki itu telah dapat dibebaskan dan kembali kepangkuan keluarganya-Pembebasannya berkat usaha Kementrian Luar Negeri Malaysia.Dan berapa harga pembebasannya kerajaan masih meragasiakannya hingga kini.[1]

Bisnis Tokek Kering Ala Probolinggo.

Namun berbeda halnya di Indonesia seorang bernama  Didik Prabudi, warga Desa Siwalan , Probolinggo – Jawa Timur. Pria ini justru tidak tertarik dan berminat dengan tokek bertubuh gendut  yang menghebohkan seperti ini.Namu beliau mencelah dikehebohan itu dengan merebut peluang bisnis
Sebaliknya, Didik Prabudi justru lebih berminat pada tokek jenis rumahan yang biasa kita jumpai dengan ciri bobot tubuh tokek yang standard dan cenderung kurus.  Dari bisnis tokek yang sudah diceburi nya sejak 10 tahun yang lalu itu, dia telah mendapatkan hasil jutaan ringgit malaysia,

Beberapa bangunan rumah plus bangunan rumah baru yang sedang dibangun dan beberapa mobil mewah yang dimilikinya tentu sudah bisa menunjukkan betapa manisnya bisnis tokek itu. 

Didik lebih tertarik memilih tokek kurus itu karena tidak banyak lemaknya sehingga mudah untuk dikeringkan dengan cara dioven. Baginya, bagian tubuh tokek yang  berkhasiat dan banyak digunakan adalah pada bintik-bintik berwarna oranye-(oren-:penulis) yang terdapat pada sekujur kulit tokek pada bagian atas.
 
Tokek-tokek itu sendiri setelah dibelah dan dibersihkan isi perutnya, kemudian dimasukkan dalam mesin pengering semacam oven selama 24 jam.  Pada era sebelumnya,  ini tokek oven asal Probolinggo itu dikeringkan dengan kompor-(dapor pemasak bersumbu:penulis) berbahan bakar minyak tanah. Tetapi sejak konversi minyak tanah ke  gas- elpiji, harga minyak tanah jadi mahal. Sehingga Didik kemudian  beralih ke pengeringan dengan menggunakan cahaya – sinar matahari

Bintik-bintik itulah yang konon mengandung zat-zat tertentu yang berkhasiat dalam obat-obatan tradisional, kosmetik dan keperluan lainnya. Tokek oven kering itu  itulah yang banyak diminati oleh pasar importir di luar negeri. Beberapa pelanggan yang juga berbisnis tokek kering seperti Jepun, Korea, Taiwan, Singapura dan sebagainya itu  telah menjadi pelanggan tetap Didik Prabudi.[2]

So, kepada rakyat Malaysia yang lagi nganggur atau graduan university yang lagi mencari peluang bisnis baru-bisnis cicak tokek ini sangat menggiurkan hasilnya.
Daripada menceburi bisnis ‘syiling emas’ atau pelaburan ‘Forex’ yang tak ubahnya seperti pelaburan ‘skim cepat kaya’ yang hanya berubah dari segi ‘skim’ sahaja .Namun hakikatnya adalah ‘skim piramida’ yang jelas2 memperbodoh ‘minda bisnis’ masyarakat melayu khususnya.-


Sadarlah wahai anak-bangsaku janganlah terpedaya dengan kekayaan yang ‘instant’ begitu-Kerana bangsa2 lain didunia ini menjadi ‘kaya’ dengan ‘kerja keras’ setiap waktu.
Jangan terpedaya atau larut dengan kehebohan ‘cepat kaya’ versi anak2 menteri UMNO/BN-Kerana kekayaan ‘mereka’ adalah atas dasar kebathilan serta kezaliman lagi diharamkan dalam agama Islam’

p/s ;Sesiapa yang berminat dan bersemangat waja dan ingin menceburi bisnis tokek ini-sila hubungi saya di email helmysyamza@gmail.com.
      Atau tinggalkan komen serta alamat/talipon Anda di ruang komen dibawah’


Sumber info :


7 comments

  1. saya mw jual tokek 6 ekor dgn brt 2,8 ons panjang 37cm rata2yg 3 ekor dgn brt 11/2 ons panjang rata2 32/33 cmkondisi tokek sehat gemukbintik merahtdk cacatbobot mantapanda bisa hubungi saya apabila berminat 085815361264

  2. saya mw jual tokek 6 ekor dgn brt 2,8 ons panjang 37cm rata2yg 3 ekor dgn brt 11/2 ons panjang rata2 32/33 cmkondisi tokek sehat gemukbintik merahtdk cacatbobot mantapanda bisa hubungi saya apabila berminat 085815361264

  3. sy dr sulteng.ukran tokek brp cm aja yg bsa dikeringkan dan klw sy menjual tokek sy brp harga beli dan tlng minta no hpx. No hp sy 081242364438 AN IRMAWATI INJTEMAKKAH. ALAMAT BASUKI RAHMAT,TATURA,PALU

    • vika diana>TQ..buat masa kini..bisnis tokek agak slow..boleh dikata ‘gak jalan”
      Ok..biasanya vika diana brpa jual harga pasarannya sekarang?…mana tau ada buyer baru masuk nantinya..tolong bertau ya?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s