Omset Usaha Memberansangkan Dari Jualan Layang-Layang

 

Macam-macam gambar layangan(Layang-layang) / desain layangan
*gambar diambil sebelum kertas dipasang pada kerangka layang-layang* 
Permainan layang-layang hampir disukai semua umur dan taraf.. Itulah sebabnya bisnis pembuatan layang-layang tetap cerah sampai sekarang. Tak hanya layang-layang biasa, permintaan layang-layang hias berbagai bentuk juga sama tingginya.

Boleh dikira layang-layang adalah mainan semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa. Kerana itu, layang-layang sampai sekarang masih laris manis di pasaran. Tak percaya, lihatlah omset jutaan rupiah yang direngkuh Prima Artha Praditya, produsen layang-layang di Pasuruan, Jawa Timur.
Sudah satu tahun ini Prima menjual layang-layang murah secara grosir(pukal). Untuk layang-layang polos ukuran panjang 58 cm dan bentang sayap 57 cm, harganya Rp 350.000(+=RM.12) per 1.000 item. Adapun layang-layang ukuran sama namun bermotif harganya Rp.380.000. “Bila membeli dalam jumlah lebih banyak harganya bisa turun,” kata Prima.Sangat disayangkan kita di Malaysia juga ada orang-orang pakar dan negeri-negeri penghasil layang-layang.Cuma hasil ciptaan mereka tidak ada pembaharuan yang dapat menarik minat masyarakat untuk kembali mempopulerkan budaya nenek-moyang kita ini.

Hasil ciptaan mereka hanya tertumpu model/desain kuno seperti wau.Bahkan untuk pesta Layang-layang yang biasa diadakan di Negeri Johor-Kelantan-Trengganu .para peminat dan peniaga layang-layang terpaksa mendatangkannya dari negara tetangga Thailand dan Indonesia.bahkan ada yang dari Negeri China.
Padahal bisnis pembuatan layang-layang ini sangat berpotensi membawa pulangan sampingan.Sampai bila rakyat malaysia ini hanya berterusan sebagai konsumer pasif.

Menurut Prima, motif paling populer adalah motif kartun karena disukai anak-anak. Untuk memproduksi layang-layang tersebut, Prima dibantu 17 karyawan. 10 karyawan bertugas membuat kerangka bambu, lima orang memasang kertas dan dua karyawan bertugas menyablon gambar.
Prima mengaku, penjualan layang-layang sampai saat ini sangat bagus. Bahkan, dia memiliki pelanggan tetap yang membeli dalam jumlah sangat banyak. “Sampai dibawa dengan lori” katanya.
Selain menjual langsung, Prima juga melayani pemesanan online. Dengan pemesanan online ini, dia boleh menjangkau pembeli di Jakarta dan Surabaya.

Dengan pasar yang luas, dalam sebulan Prima bisa menjual rata-rata 100.000 layang-layang. Jumlah itu bisa melonjak menjadi 200.000 layang-layang saat musim liburan tiba.
Dari penjualan layang-layang itu, ia bisa mengantongi omset sebesar Rm.15.000. per bulan. Dengan margin keuntungan sekitar Rm0.50sen untuk tiap layang-layang yang dijual, Prima bisa mengantongi untung rata-rata Rm.3500 per bulan. Hanya saja, marginnya akan berkurang jika ada satu pelanggan membeli 50.000 layang-layang sekaligus. “Saya hanya ambil untung Rm.0 50sen per layang-layang,” ujar Prima.

Bahan baku yang dipakai membuat layang-layang hias adalah bambu dan kertas parafin. Layang-layang  dilengkapi dengan semacam engsel agar sayapnya bisa dilipat agar mudah dibawa.
Jom, siapa mau main layang-layang?

SOURCE: Kontan.co,id/ share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s